Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Uskup Agus Pimpin Misa Krisma

Selasa (16/4/2019) merupakan hari istimewa dan khusus bagi para imam, khususnya para imam di Keuskupan Agung Pontianak karena pada hari itu diadakan Misa Krisma yang dihadiri oleh kurang lebih 97 orang imam, dan juga para biarawan-biarawati, para diakon, frater dan segenap umat Katolik.

Sebelum Misa Krisma, terlebih dahulu para imam sudah mengikuti rekoleksi yang dilaksanakan di Rumah Retret Immcaculata Pontianak, pada Senin dan Selasa (15-16/4/2019).

Para imam yang hadir dalam Misa Krisma di Gereja Katedral Pontianak

Misa Krisma digelar di Gereja Katedral Paroki Santo Yosef Pontianak pukul 18.00 WIB. Misa dipimpin langsung oleh Uskup Agustinus Agus didampingi oleh Pastor Hermanus Mayong, OFM Cap ( Minister Provinsial Ordo Kapusin Pontianak), Pastor Nikodemus Jimbun CP (Provinsial Kongregasi Pasionis Indonesia), Pastor William Chang, OFM Cap, dan Pastor Edmund Nantes OP.

Dalam Misa Krisma ini para imam membarui janji imamatnya di depan uskup. Yang penting tentu janji setiap imam di hadapan Uskup bahwa sebagai gembala rohani Gereja, para imam harus selalu setia, loyal, bertanggungjawab atas hidup panggilan rohaninya sebagai imam yang tak lain adalah pembantu uskup.

Para imam membarui janji imamatnya di hadapan Uskup Agus

Selain itu, Uskup juga memberkati tiga jenis minyak. Minyak Pengurapan Orang Sakit (Oleum Infirmorum/ OI), Minyak Katekumen (Oleum Catechumenorum/OC), dan yang terakhir adalah Minyak Krisma (Oleum ad Sanctum Chrisma/ SC).

“Pembaruan janji imamat diucapkan sebagai bukti bahwa kami menyadari kelemahan-kelemahan kami sebagai imam, dan oleh karena itu kami memohon kekuatan dari Tuhan untuk selalu meneguhkan kami,” ujar Uskup Agus

Menurut uskup Agus, melalui Misa Krisma para imam khususnya, disegarkan kembali semangat dan janji imamatnya, sekaligus mengingatkan para imam akan cita-cita dan komitmen mereka sebagai nabi, imam dan raja.

Dikatakan Uskup Agus, memilih hidup sebagai imam berkaitan dengan tugas melayani Tuhan secara total. Artinya, para imam diminta mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kegiatan rohani dan menyingkirkan kepentingan pribadi. Inilah tantangan yang mungkin pada zaman now ini terasa berat.

Uskup Agus mengatakan, perkembangan zaman memperberat tantangan hidup para imam. Tantangan globalisasi memang banyak. Di situlah kesetiaan para imam diuji untuk tetap berpegang teguh pada janji imamat

Untuk itu Uskup Agus berterima kasih kepada para imam yang telah melaksanakan pelayanan dalam penggembalaan umat selama ini.

Para biarawan-biarawati, frater, dan segenap umat yang hadir di Misa Krisma 

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para imam karena telah menerima saya apa adanya dengan segala kekurangannya. Niat saya ingin menjadi gembala yang baik, juga bagi para imam sekalian yang mungkin hal itu belum semua bisa terpenuhi. Tapi dengan dukungan para imam semua tentu saya merasa kuat melaksanakan tugas-tugas saya sebagai gembala,” tandas Uskup Agus.

Uskup Agus juga mengajak para imam untuk saling mendukung satu sama lain. Memberikan perhatian dan peduli satu sama lain. Imam memerlukan para imam.  Imam membutuhkan semangat persudaraan. Dengan demikian tugas pelayanan bisa maksimal sesuai harapan umat dan tentunya untuk kemuliaan Tuhan.

Uskup Agus memberikan contoh sederhana terkait kepedulian dan perhatian antar sesama imam. Misalnya ketika ada imam yang merayakan ulang tahun atau pesta khusus, kehadiran imam lainnya untuk meluangkan waktu untuk hadir merupakan wujud perhatian, kepedulian dan saling mendukung satu sama lain.

Imam adalah orang istimewa. Istimewa karena dipanggil secara khusus untuk melanjutkan karya penyelamatan Tuhan. Menjadi Alter Kristus (serupa dengan Kristus atau menyerupai Kristus).

Oleh karena itu, menutup homilinya, Uskup Agus  meminta umat juga mendoakan para imam.

“Doakanlah kami, para imam yang telah diurapi Roh Kudus agar tetap hidup sebagai orang urapan; setia membawa Tahun Rahmat Tuhan; hidup murah hati dan penuh belas kasih.” pinta Uskup Agus.

Imam adalah orang yang diurapi, maka seorang imam adalah pribadi yang mengingatkan umat akan kasih Allah dan menyemangati umat untuk mencari Allah. Imam adalah pribadi yang memberi semangat pada umat untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah; membawa pertobatan. pembuat damai, pewarta belaskasih.

 Selesai Misa Krisma, Uskup Agus mengajak para imam untuk makan malam bersama sebagai tanda persaudaraan dan ungkapan syukur bersama untuk hari yang istimewa bagi para imam ini.

PM – Semz

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *