Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Visualisasi Sengsara Kristus lewat Tablo Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus

Oleh Orang Muda Katolik Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang Keuskupan Agung Pontianak (Salam Beriman, Bersaudara dan Berbelarasa)

Orang Muda Katolik Santo Fidelis Sungai Ambawang

Sudah menjadi agenda tahunan bagi Orang Muda Katolik alias OMK Paroki Santo Fidelis Sungai Ambwang Keuskupan Agung Pontianak, bahwa untuk Tablo kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus yang telah wafat di Salib dalam kisah penyelamatan yang luar biasa bagi manusia. Tuhan Yesus yang hadir di dunia dalam wujud utuh manusia, dan kini wafat dan bangkit pada hari ke tiga setelah wafatnya di bukit Golgota.

Visualisasi Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus OMK Paroki Sungai Ambawang

Kisah Sengasa adalah kekuatan yang merupakan bukti dari cinta kasih Tuhan yang maharahim pada manusia. Maka dalam mengenang kemenangan Tuhan Yesus Kristus lewat Salib Agungnya, maka OMK Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang  telah menyelenggarakan Tablo dengan sukses yang diikuti sebanyak 90an anggota tablo baik dari pemeran tablo sampai tim tablo. Kegiatan ini dilakukan di Mungguk Jarikng Jalan Trans Kalimantan (19 April 2019).

Persiapan Pembentukan Panitia Tablo sampai dengan menjelang hari H penampilan Tablo Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus selama kurang lebih satu bulan lamanya. Adapun OMK yang terlibat dalam tablo ini antara lain St Yohanes Paulus II Ambawang Kuala, Stasi St Paulus Cabang Kiri, Stasi St Bernard Teluk Dalam, Stasi St Maria Korek, Stasi St Fransiskus Asisi Lingga, Stasi St Yosef Lingga Dalam, Stasi St Ignasius Biong, Stasi St Pius X Pancaroba, Stasi St Yahanes Sangku’, Stasi St Maria Lintang Batang, Stasi St Thadeus Gunung Banuah, Umat dan Masyarakat.

Dalam penampilan tablo yang diselenggarakan pas pada pagi hari pukul 08.00- selesai dihadiri sebanyak kuranglebih 1300an umat dan berbagai lapisan masyarakat, termasuk juga masyarakat yang beragama lain juga ikut ambil kesempatan untuk menyaksikan tablo kisah sengsara dan Wafat Tuhan Yesus Kristus di Bukit Golgota.

Acara tablo ini didampingi oleh Pastor Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang yaitu Pastor Lukas Ahon, CP dan Erismanto PLT Ketua Omk Paroki St Fidelis Korek-Lingga Sungai Ambawang Sekaligus Ketua Panitia Tablo.

Alasan mengapa tablo ini dijalankan yaitu memang sudah menjadi agenda tahunan paroki. Selain itu OMK, DPP dan Seksi Kepemudaan dari Dewan Pastoral Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang juga mengambil momen ini sebagai alat untuk katekese langsung untuk umat yang hadir merenungkan Kisah Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus.

Menariknya, semua pemeran juga terlibat didalamnya DPP yaitu Bpk Aloysius sebagai pemeran Pilatus, Ketua 3 Dewan Pengurus Paroki Bpk. Antonius Rani sebagai pemeran Herodes dan Sekretaris Dewan Pengurus Paroki yaitu Bpk. Dedi Sulerama, S.Pd yang turut dalam memeriahkan Tablo tahun ini dan Agustinus Yogi sebagai pemeran utama yang menjadi Yesus Kristus.

Orang Muda Katolik Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang Keuskupan Agung Pontianak

Pastor Lukas Ahon, CP mengatakan bahwa makna dari Tablo ini “ingin mengajak umat kristiani, untuk mereungkan, untuk menyatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Yesus Kristus di Salib sebagai karya Agung yang sampai hari ini tidak dimengerti oleh manusia,” Kata Pastor.

“Oleh karena itu, umat Kristiani, diajak untuk mengakui bahwa hanya dengan pohon salib orang bisa diselamatkan, artinya menyatukan penderitaan masing-masing untuk umat Allah dengan penderitaan Kristus. Karena kehilangan dimensi sengsara Yesus, maka penderitaan manusia hanya humanisme belaka, selama bagi orang Kristiani, penderitaan Kristus adalah jalan satu-satunya keselamatan,”katanya.

Visualisasi Kisah Sengsara Oleh OMK Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang

Pastor Lukas juga mengingatkan kepada semua umat termasuk umat Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang bahwa Salib tidak usah dicari, Salib akan datang sendiri. Siapkah kita menerima salib yang datang? Tidak kita duga? Maka oleh karena itu, pesan pertama saya, marilah kita bersama-sama merenungkan peristiwa salib ini sebagai peristiwa keselamatan, sebagai karya Agung Allah, yang mau menyelamatkan manusia melalui, penderitaannya. Sehingga setiap orang yang rela menderita demi Kristus, menyatukan penderitaannya dan memperoleh keselamatan berkat bilur-bilurnya,”tambahnya.

Kesan Agustinus Yogi yang menjadi pemeran Yesus Kristus memang ini adalah pengalaman yang luar biasa, “bagimana saya harus mendalami karakter Tuhan Yesus Kristus seturut Injil. Pesan saya untuk OMK (Orang Muda Katolik) tetap semangat dan semoga lewat momen menjelang hari raya Paskah ini, semakin mengingatkan kita tentang pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang menebus dosa kita semua,” ujarnya. – Semz (Berdasarkan Informasi OMK Paroki Santo Fidelis Sungai Ambawang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *