Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

“Sebaran Guru Agama Katolik di Kalbar Tidak Merata”

Hal itu dikatakan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Yosef di acara Diskusi yang digelar oleh Harian Rakyat Kalbar, Jumat (5/4/2019) lalu di Graha Pena Kalbar Jalan Arteleri Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Yosef, persoalan sebaran tenaga guru memang tak pernah tuntas. Selalu saja kurang, termasuk kebutuhan tenaga guru agama Katolik. Bahkan, ada guru yang mengajar tidak sesuai disiplin ilmu.

Menurut data Bimas Katolik, lanjutnya Yosef, jumlah guru agama Katolik untuk sekolah menengah atas (SMA) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya berkisar 1.390 orang.

Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Prov. Kalbar – Drs. Yosef

Dikatakan Yosef, jumlah tersebut dinilai belum cukup menjangkau semua sekolah yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Akibatnya, tak sedikit siswa beragama Katolik yang sampai hari ini tidak mendapat pengajaran agama.

“Kalau dilihat dari kebutuhan di lapangan, jumlah itu hanya bisa menutupi separuh kebutuhan saja,” tegas Yosef,

Dikatakan Yosef, rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) khusus formasi guru Katolik, baik di Kemenag maupun di Dinas Pendidikan, memang tak pernah banyak. Termasuk rekrutmnen 2018 yang dibuka pemerintah, baru-baru ini. Hanya dapat 50 dari 200 formasi yang diajukan.

Yosef mengatakan, pengajuan formasi tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah. Sedangkan Kanwil Kemenag, hanya memiliki tanggungjawab pembinaan saja. Dan sebagai Pembina, selama ini Bimas Katolik telah menerima banyak keluhan. Terkait sebaran guru agama Katolik yang tidak merata. Laporan itu sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Untuk mendorong agar sebaran tenaga guru agama bisa merata.

Hanya saja, lanjut Yosef, pemerintah daerah pun belum bisa memberikan solusi yang efektif dalam pemenuhan guru agama Katolik. “Sebab, pemerintah daerah juga terkedala anggaran,” katanya.

Yosef berpendapat, pemenuhan guru agama Katolik sangat penting bagi siswa. Sebab, pelajaran agama adalah dasar pembentukan karakter. Karena itu, mestinya pemenuhan kebutuhan guru agama Katolik juga menjadi prioritas. Sama seperti pemenuhan guru-guru pelajaran umum lainnya.

“Menurut saya untuk mengatasi persoalan ini, memang kita semua perlu duduk bersama. Di Katolik itu ada namanya lembaga Gereja. Nah, mungkin tenaga-tenaga di situ bisa menjadi solusi untuk menutupi kekurangan guru. Tetapi, itu tadi, harus kita bahas secara bersama-sama,” ujar Yosef.

PM – sumber : Andi R/RK

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak