Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

17.000-an Data Umat Masuk, Uskup Agus Support Pastor Paroki Dalam Mendata Umatnya Untuk Program BIDUK

Di akhir kegiatan rekoleksi para imam se-Keuskupan Agung Pontianak sebelum mengikuti Misa Krisma, Selasa (16/4/2019) lalu di Wisma Immaculata SFIC Pontianak, para imam khususnya para pastor paroki disuguhkan informasi terkini tentang kemajuan data umat yang sudah masuk dalam sistem BIDUK (Basis Integrasi Data Umat Keuskupan).

Informasi tersebut disampaikan oleh Ibu Suli, selaku instruktur training bagi para admin paroki. Dalam paparannya, Ibu Suli mengemukakan sudah melakukan training secara meraton ke dekenat-dekenat yang ada di wilayah Keuskupan Agung Pontianak.

Data Umat dari 29 Paroki di Wilayah Keuskupan Agung Pontianak yang sudah masuk dalam sistem BIDUK (Basis Integrasi Data Umat Keuskupan)

“Hasil pengamatan dari kurang lebih 6 kali training yang saya lakukan, saya optimis program BIDUK bisa berjalan,” tandas Bu Suli.

Menurut Bu Suli, para admin yang dikirim oleh paroki-paroki cukup bersemangat, berusaha keras untuk bisa memahami sistem operasi dari program BIDUK ini. Semangat dan usaha keras ini mampu mengalahkan kendala-kendala yang ada.

“Memang di tahap awal masih kerapkali terjadi kesalahan-kesalahan saat meng-entri data, tapi semangat untuk berusaha memperbaiki kesalahan itu, sangat saya apresiasi. Ini yang membuat saya optimis. Saya bahkan menargetkan dalam satu tahun, data umat dari paroki-paroki sudah bisa terselesaikan,” ujar Bu Suli.

Tapi, lanjut Bu Suli, ini semua perlu dukungan dari para pastor paroki.

“Saya sangat apresiasi bagi beberapa paroki yang proses pendataan umatnya menunjukkan progres (kemajuan) yang luar biasa. Contohnya, pendataan umat di paroki Santo Agustinus Sungai Raya. Data yang sudah masuk ke sistem BIDUK boleh dikatakan yang paling banyak dari paroki-paroki lainnya, yakni sekitar 4000-an jiwa,” ujar Bu Suli.

Oleh karena itu, Bu Suli pada kesempatan pertemuan itu memotivasi lagi paroki-paroki yang terbilang agak lambat proses pendataannya. Pastor Paroki diajak untuk lebih semangat.

“Jangan takut dengan kendala yang ditemui di lapangan. Optimis saja. Dan data yang diinput ke BIDUK jangan tunggu sudah lengkap, seberapa yang sudah ada masukan saja dulu, nanti baru dillengkapi dan disempurnakan,” kata Bu Suli menyemangati para pastor paroki.

Bu Suli berharap pula, paroki yang sudah lebih lancar dalam menginput data umat, bisa juga membantu paroki lain.

“Kita saling bantu dan dukung, deh. Ini kan programnya keuskupan, tentunya harus kita garap bersama-sama,” harap Bu Suli.

Pastor Yulianus Astanto Adi, CM penanggungjawab BIDUK Keuskupan Agung Pontianak

Secara keseluruhan, lanjut Bu Suli, dari 29 paroki yang ada di wilayah Keuskupan Agung Pontianak, data yang sudah masuk ke dalam sistem BIDUK sampai awal bulan April 2019, sekitar 17.500-an jiwa.

“Ini suatu progress yang luar biasa menurut saya. Dalam kurun waktu kurang lebih 5 bulan, sejak Desember 2018, bisa ter-input data sebanyak itu. Awalnya, saya tidak mengira sudah bisa ter-input sebanyak ini,” ujar Bu Suli.

Bu Suli memahami terkait kendala geografis dan kebutuhan tenaga volunteer lapangan yang dialami beberapa paroki, khususnya paroki-paroki di pedalaman dalam menghimpun data umat.

“Tapi kita jangan mudah menyerah pada keadaan. Sekali lagi, kendala-kendala yang ada kita hadapi bersama,” kata Bu Suli menyemangati.

Senada dengan Bu Suli, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus meminta pastor paroki tetap bersemangat dalam menghimpun data umat.

“Ibu Suli saja dengan ikhlas membantu kita, tanpa meminta bayaran. Bahkan operasional selama ini, ditanggung dengan biayanya sendiri. Ini program kita, untuk keuskupan kita, demi pelayanan maksimal ke umat yang berbasis data. Mestinya, kita lebih bersemangat dari Bu Suli,” kata Uskup Agus kepada para pastor paroki.

Bu Suli dan Pastor Paroki Santo Agustinus Sungai Raya, Pastor Laurentius Prasetyo CDD ( Paroki yang data umatnya paling banyak sudah terinput ke sistem BIDUK)

Uskup Agus memahami kendala, hambatan, tantangan, dan kesulitan yang ditemui oleh para pastor paroki, seperti : sulitnya merekrut tenaga volunteer yang akan menghimpun data umat, terkait sumber daya admin yang belum maksimal dan belum sepenuhnya paham cara meng-input data ke sistem BIDUK, kondisi geografis, kendala internet, dan kesibukan-kesibukan harian sebagai pastor paroki.

Namun, Uskup Agus meminta para pastor paroki tidak berdiam diri saja. Tidak bergerak karena kendala-kendala itu.

“Pandai-pandailah menyikap kendala-kendala itu. Kan tidak mesti harus pastor paroki yang melakukan semuanya. Pastor paroki bisa saja menunjuk orang yang bisa dan mampu untuk itu. Atau bisa minta pendapat atau saran bahkan bantuan dari paroki lain yang sudah berjalan. Yang terpenting pastor paroki mau terbuka dengan kesulitan yang dihadapinya. Jangan di diamkan,” pinta Uskup Agus.

Kata Uskup Agus, pihak keuskupan sangat men-support, membuka diri dan siap membantu para pastor yang membutuhkan bantuan.

Mgr. Agustinus Agus (Uskup Agung Pontianak) saat memberikan arahan terkait BIDUK

“Kalau kendala keuangan, bisa bicara dengan Ekonom Keuskupan, Pastor Adreas Kurniawan, OP, untuk dicarikan solusinya. Atau kalau masalah yang berkaitan dengan sistem BIDUK dan sumber daya manusianya, bisa bicara dengan Pastor Yulianus Astanto Adi, CM selaku penanggungjawab BIDUK ini. Atau bisa juga ke Bu Suli,”ujar Uskup Agus.

Di akhir arahannya, Uskup Agus sekali lagi meminta seluruh pastor, khususnya pastor paroki untuk tetap bersemangat dan mendorong terus umatnya untuk secara aktif membantu petugas yang sudah ditunjuk paroki untuk mendata.

“Saya berharap umat secara aktif membantu petugas yang sudah ditunjuk secara khusus oleh Gereja dengan cara mau menyampaikan/memberikan data atau mengisi form/formulir pendataan yang diberikan nantinya,” pinta Mgr. Agus.

Kata Uskup Agus, ini semua dilakukan untuk terselenggaranya sebuah pelayanan pastoral yang maksimal bagi umat dengan berbasis pada data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

PM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak