Jl. Arif Rahman Hakim No.92 Pontianak email@kap.or.id +62 561 732382

STKIP Pamane Talino Ngabang; Gelar Dies Natalis VIII

Foto Bersama Bupati Landak dengan Pimpinan Yayasan Landak Bersatu dan STKIP Pamane Talino SertaTamu Undangan
Studium Generale sesi Bapak Alexander K. Taslim

Ngabang-2 Mei 2019-Dalam rangka Dies Natalis VIII STKIP Pamane Talino Kabupaten Landak mengadakan beberapa agenda kegiatan. Bertempat di Aula Paroki Salib Suci Ngabang acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Landak, Sekretaris Daerah Kabupaten Landak, Perwakilan Danyon Armed, Perwakilan Polres Landak, Pastor Paroki Salib Suci Ngabang, jajaran Pengurus Yayasan Landak Bersatu, serta seluruh sivitas akademika STKIP Pamane Talino. Adapun agenda pertama adalah pelantikan Bapak Dr. Albert Rufinus, MA sebagai Ketua definitif STKIP Pamane Talino.

“Kita akan terus kita lakukan segala perbaikan dan pembenahan manajemen, kurikulum, dan lainnya untuk meningkatkan mutu STKIP Pamane Talino agar mendapatkan akreditasi minimal B” tegas Bapak Albert Rufinus dalam sambutannya.

Pastor Dr. J. Robini Marianto, OP bersama, Bapak Susanto Onie, Bapak Alexander K. Taslim, dan Bapak Dr.Albert Rufinus (ketua definitif)

Dalam kesempatan ini, Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasha berharap semoga STKIP Pamane Talino senantiasa berkontribusi pada pendidikan di Kabupaten Landak.

“Keberadaan STKIP Pamane Talino ini agak istimewa bagi saya karena kampus ini berdiri di salah satu kabupaten termiskin di Kalimantan Barat sehingga menjadi tantangan bersama untuk berkontribusi dlm pendidikan di kabupaten Landak. Kami akan membuat MoU dengan STKIP Pamane Talino yang bertujuan memberikan beasiswa pada siswa kurang mampu,” ujar Karolin.

Suasana Pengambilan Sumpah

Bupati juga berharap agar lulusan STKIP Pamane Talino ini juga banyak yang lulus tes CPNS.

Agenda kedua adalah Studium Generale yang dipandu oleh Bapak Mustika Aji, MA. Narasumber untuk workshop ini adalah Bapak Susanto Onie, M.Kom. Dalam paparannya, Bapak Susanto menjelaskan perkembangan teknologi mulai dari 1.0 hingga 4.0.

“Teknologi sudah masuk dalam kehidupan kita semua dan semuanya saling terkoneksi. Guru adalah salah satu profesi yang terkena dampak perkembangan era digital 4.0. Untuk itu baik guru maupun dosen harus mampu membuat materi berbasis aplikasi dalam proses pembelajaran,” imbuh Bapak Susanto.

Studium Generale Sesi Bapak Susanto Onie, M.Kom

Selain itu Studium Generale ini juga menghadirkan narasumber Bapak Alexander K. Taslim, pendiri Bimbingan belajar Sempoa SIP. Dalam presentasinya Bapak Alex menekankan pada kreatifitas lulusan sekolah keguruan untuk menciptakan lapangan pekerja untuk mengurangi pengangguran. Bapak Alex menyoroti system pendidikan di Indonesia yang belum mengoptimalkan otak anak.

“Sebelum seorang anak berusia 12 tahun, ia harus dibiasakan untuk mengembangkan pikiran atau otaknya. Dan guru lah yang memiliki peran yang penting dalam mengembangkan potensi anak,”ujarnya.

Puncak acara Studium Generale ini ditutup dengan pemberian cendera mata pada kedua narasumber yang sudah ambil bagian dalam perayaan ini.

 

Oleh : Monika – WS-STKIP Pamane Talino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: