Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Basis Integrasi Data Umat Keuskupan Agung Pontianak Mempermudah Pelayanan Pastoral

Suasana Saat Para Imam Keuskupan Agung Pontianak tengah Foto Bersama (2 April 2019) di Wisma Immaculata Keuskupan Agung Pontianak (Foto: Panitia)

Belum lama ini, Keuskupan Agung Pontianak telah meluncurkan Program Basis Integritas Data Umat Keuskupan Agung Pontianak alias BIDUK KAP yang tertanggal 22 November 2018 tahun lalu pas bertepatan pada peristiwa ulang tahun Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak yang ke-69 di Persekolahan Katolik Nyarumkop.

Mungkin terlebih khususnya Umat Keuskupan Agung Pontianak masih binggung atau bahkan tidak tahu apasih Program BIDUK KAP itu sendiri?

Perlu diketahui bahwa BIDUK KAP adalah kepanjangan dari Basis Integrasi Data Umat Keuskupan Agung Pontianak yang bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan Keuskupan Agung Jakarta.

Data Integration atau integrasi data merupakan proses menggabungkan atau menyatukan dua atau lebih sebuah data dari berbagai sumber database yang berbeda ke dalam sebuah penyimpanan seperti gudang data (data warehouse).

Dalam hal ini, semua umat yang mengisi data yang dibagikan oleh petugas paroki dalam pengumpulan data umat merupakan bentuk jalannya program BIDUK KAP. Dengan berjalan suksesnya program ini, tentunya pihak Keuskupan Agung Pontianak baik itu dari Paroki-paroki dan pihak Keuskupan sendiri akan dipermudah untuk mencari data terkait berapa jumlah umat yang ada di stasi di wilayah paroki tertentu.

Mgr. Agustinus Agus mengatakan bahwa, dengan suksesnya progam ini, ia menyampaikan akan “banyak kemudahan yang kita dapat terutama untuk Keuskupan Agung Pontianak dalam tugas pelayanan Pastoral,”ujarnya.

Mgr. Agustinus Agus tengah memberikan pengarahan sekaligus penguatan untuk semangat penggalakan program BIDUK KAP (Foto: Paul Komsos KAP)

“Misalnya, Keuskupan Agung Pontianak, akan mengadakan pertemuan Orang Muda Katolik khusus remaja yang berusia 17-25 tahun yang akan diadakan di wilayah Kubu Raya, maka dengan Basis Data yang ada, pihak Keuskupan Agung Pontianak bisa mengestimasi banyaknya jumlah orang muda Katolik remaja ada berkisar berapa orang,” ujar Uskup Agus (2 April 2019).

“Kalau ada yang sedang sakit dan membutuhkan donor darah golongan A, misalnya; pihak Keuskupan dapat membantu mencarikan donor darah yang sama dengan data yang tersedia di Basis Integritas Data Umat Keuskupan (BIDUK KAP) yang sudah direkap,”tambah Uskup.

Mengapa ada Program BIDUK KAP ini?  

Adapun alasan diperlukannya integrasi data Keuskupan Agung Pontianak karena beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan yaitu, Mempermudah dalam proses menganalisa untuk pengambilan keputusan. Contohnya, Keuskupan akan mengembangkan paroki, maka dari data yang terkumpul akan mempermudah pihak Keuskupan mengambil keputusan. Selain itu, pengambilan keputusan ini tidak melulu hanya bersifat umum saja, tetapi juga bisa secara detail informasi yang didapatkan.

Kedua, akan mempermudah berbagi data antar lingkungan paroki dengan paroki lain  dan dapat mengetahui perkembangan data umat secara jelas dan terukur. Keuntungan selanjutnya yaitu dengan adanya Program BIDUK KAP ini, maka pihak Keuskupan maupun paroki akan kemungkinan besar terhindar dari adanya duplikat data, sebab data yang masuk sudah tersimpan secara aman.

Nama Panggilannya Ibu Suli, Beliau tinggal di Jerman dan datang kesekian kalinya untuk melatih Admin Paroki terkait pengumpulan data Umat lewat Program BIDUK KAP (Foto- Paul Komsos KAP)

Tepat pada tanggal 30-31 Maret 2019 di Pontianak, Ibu Suli dari Jerman langsung datang untuk mengajarkan bagaimana mengelola Admin BIDUK KAP dengan para utusan dari masing-masing paroki. Ini diajarkan pada mereka karena lantaran Paroki menyadari bahwa mereka tidak bisa bekerja sendiri, dan merekalah perpanjangan tangan untuk membantu menyukseskan program BIDUK KAP.

“Memang perjuangan untuk menyukseskan Program BIDUK KAP ini adalah sebuah hal yang baru untuk Keuskupan Agung Pontianak. Sekarang kita sudah memasuki dunia modern dengan berbagai kecanggihan dan kemudahan data beserta informasi yang bisa kita peroleh. Saya pikir tidaklah terlalu sulit kalau tujuannya untuk memajukan Keuskupan dalam lewat Program BIDUK KAP ini,” ujar Ibu Suli saat ditanya Komsos KAP.

“Data umat yang sudah terinput akan berguna dan sangatlah membantu khususnya Keuskupan Agung Pontianak dalam memastikan data-data yang ada di umat paroki maupun secara keseluruhan jumlah jiwa umat yang ada di Keuskupan Agung Pontianak. Kecepatan Akses satu tahap ini akan mempercepat kerja pastoral tahap yang lain,” tambahnya (2 April 2019).

Pastor Astanto, CM dan Ibu Suli, memulai diskusi terkait Basis Integritas Data Umat Keuskupan (BIDUK KAP)- Foto: Paul KomsosKAP

Sekarang, Program BIDUK KAP sudah berjalan, “Pastikan Anda Terdata” dalam pendataan yang dilakukan dalam target kurang lebih 2 tahun ini.

Dalam momen yang sama, Mgr. Agus kembali mengingatkan para pastor paroki juga terlibat penuh dalam program yang diluncurkan oleh Keuskupan Agung Pontiank. “Ini merupakan program Keuskupan Agung Pontianak, dan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk terlibat penuh dalam menyukseskan program ini. Mengapa ini dilakukan? Karena kemudahan dalam akses jaringan yang aman inilah warisan yang mempermudah para para imam generasi baru nanti terkait data umat yang ada. Selain itu dengan adanya data terintegrasi ini, maka kita juga terbantu banyak dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

“Ini Ibu Suli tinggal di Jerman, rela bolak-balik untuk melatih kita terkait admin dan prosesnya. Karena mendengar Ibu Suli datang sendiri dengan biayanya pribadi, maka yang ini saya bantu. Semangat inilah yang mesti kita bangkitkan juga untuk suksesnya Program BIDUK KAP ini. Saya sendiri berani punya target program ini selesai sekitar 3 tahun, tapi setelah saya tanya dengan Ibu Suli, ia lebih optimis dengan  2 tahun selesainya program BIDUK KAP ini,” katanya.

Semz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *