Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Antusisas Masyarakat Menyambut Gawai; Berbagai Stand di Rumah Radakng

Suasana Salah satu stand yang sudah dibuka di Pekan Gawai Dayak (18 Mei 2019)

Perhelatan Pekan Gawai Dayak ke-34 yang akan berlangsung mulai tanggal 20 sampai 26 Mei 2019 di Rumah Radakng Jalan Sutan Syahrir Pontianak, mendapat antusias dari masyarakat Kalimantan Barat.

Terlihat pada pelaksanaan misa pembukaan acara tersebut pada hari Sabtu, 18 Mei 2019, stand-stand jualan mulai dipersiapkan oleh masyarakat yang berjualan dan sebagian stand tersebut dikunjungi oleh masyarakat.

Lokasi Stand Lain yang sudah dibuka

Mulai dari stand jajanan, baju, peralatan devosi, maupun benda kerajinan. Selain itu, mereka juga menawarkan jasa pembuatan tato. Adapun yang laris dikunjungi pembeli ketika misa pembukaan telah selesai, yaitu stand benda-benda kerajinan.

Stepanus Agung, salah satu pemilik stand benda kerajinan yang merupakan anggota Orang Muda Katolik (OMK) Sambas dan pernah bergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Sungai Raya, Pontianak, mengatakan bahwa benda kerajinan tersebut dibuat oleh para perajin benda kerajinan yang berasal dari daerah di Kalimantan. Tetapi, banyak kerajinan yang terbuat dari bahan fiber dan telah dimodifikasi. Biasanya kerajinan dari bahan fiber diambil dari luar pulau Kalimantan.

Suasana Malam Minggu tanggal 18 Mei 2019 di Rumah Radakng

“Banyak kerajinan yang terbuat dari bahan bukan bersumber alam dan telah dimodifikasi. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan, karena pembuatan benda kerajinan harus ramah terhadap lingkungan. Ramah lingkungan yang dimaksud adalah melestarikan bahan baku dari alam. Jadi, penggunaan bahan bukan bersumber dari alam membantu mengurangi pemakaian bahan baku alam yang sudah mulai langka,” jelas Stepanus Agung.

Agung juga menambahkan bahwa benda-benda kerajinan mengandung nilai-nilai kebudayaan, terutama nilai spiritual kebersamaan orang Dayak. “Walaupun telah dimodifikasi dengan cara mengubah bentuk agar lebih menarik, tetapi tidak mengurangi nilai-nilai kebudayaan yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Para pemilik stand berjualan dengan sistem kerjasama dengan teman sejawat. Mereka membagi tugas untuk menjaga stand sesuai jadwal yang telah ditentukan bersama. Untuk menyewa tempat berjualan, mereka mendaftarkan diri kepada panitia sebelum pelaksanaan Pekan Gawai Dayak tersebut.

 

Pricilia Grasela

Volunteer Komsos KAP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak