Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Dari Paroki Pakumbang ke Paroki Pahauman : Estafet Salib HOMKKAP 2

Suasana Penyerahan Salib Hari Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Pontianak

Tepatnya pada hari Sabtu, 01 Juni 2019 pukul 16:00 WIB, Salib HOMKKAP 2 telah sampai di Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman. Pahauman merupakan salah satu paroki yang tergabung dalam Dekanat Landak, berjarak 137 km dari kota Pontianak.

Kirab Salib HOMKKAP 2 telah menempuh perjalanan yang panjang. Perjalanan yang dimulai dari Dekanat Singbebas menuju ke Dekanat Kota Pontianak, kemudian dari Dekanat Kota  Pontianak menuju ke Dekanat Landak.

Sebelum dibawa menuju Paroki Pahauman, Salib HOMKKAP 2 berada di Paroki Santo Fransiskus Asisi Pakumbang selama 5 hari, dari tanggal 26-01 Juni 2019. Salib tersebut diterima dari Paroki Karangan. Frater Andra, selaku moderator OMK Paroki Pakumbang mengungkapkan bahwa OMK di sana mengikuti Perayaan Misa sekaligus Ekaristi Kaum Muda selama salib berada di Paroki Pakumbang. “Pada tanggal 26, penyerahan Salib HOMKKAP oleh Paroki Karangan kepada Paroki Pakumbang dalam perayaan misa.

Suasana Foto Bersama dengan usai misa

Kemudian pada tanggal 27, diadakan Ekaristi Kaum Muda (EKM) di pusat paroki yang diikuti oleh seluruh OMK dari semua stasi. Tanggal 28 sampai 30, kami bersama-sama mengikuti Pengarakan Salib menuju beberapa stasi, yaitu stasi Berinang, stasi Galar, dan stasi Sompak sekaligus mengikuti perayaan EKM disana,” jelas Frater Andra.

Hujan Berkat

Estafet Salib HOMKKAP 2  yang menjadi wadah perjumpaan bagi komunitas orang muda ini berhasil menyita perhatian kaum muda, khususnya bagi OMK Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman. Dengan mengusung semboyan ‘Siap Sigap Berkarya’, OMK berkumpul di Gereja Santo Yohanes Pemandi Pahauman untuk menerima Salib HOMKKAP yang dibawa oleh Paroki Pakumbang. Walaupun hujan mengguyur deras, perarakan Salib dari halaman menuju Gereja tetap terlaksana. Salib disambut dengan tarian Dayak diringi musik tradisional dari OMK Paroki Pahauman.

Sementara itu, OMK Paroki Pahauman dan Paroki Pakumbang bergabung membentuk barisan mengikuti formasi perarakan salib, yang dimulai dari misdinar, petugas liturgi, pembawa persembahan yang memakai baju adat, Pastor, dan OMK.

Semangat dan bagikan sukacita Homkap-2

Perayaan misa penyambutan Salib HOMKKAP 2 dipersembahkan oleh Pastor Yoseph Ekatom, OFM.Cap selaku Pastor moderator OMK Paroki Pahauman. Perayaan sukacita ini tidak hanya diikuti oleh OMK Paroki Pahauman yang berasal dari 13 wilayah dan OMK Paroki Pakumbang berjumlah kurang lebih 400 orang, tetapi hadir juga pembina OMK dan beberapa umat. “Hari ini teman-teman kita dari OMK Paroki Pakumbang datang membawa salib diguyur hujan deras. Adik-adik, memanggul salib itu memang tidak gampang. Kita hanya terkena hujan, tetapi Tuhan Yesus basah terkena keringat dan darah.

Oleh karena itu, semangat kita jangan luntur karena air hujan. Kita bersyukur akhirnya kita dapat berjumpa dalam acara yang menggembirakan dan penuh sukacita. Ini adalah hujan berkat,” kata Pastor Yoseph seraya membuka perayaan misa.

Kebhinekaan itu Memperkaya Kita

Dalam kotbahnya, Pastor Yoseph menyatakan bahwa perayaan misa penyambutan Salib HOMKKAP kali ini mengusung tema ‘Kebhinekaan’ karena bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. “Kadang kita melihat perbedaan sebagai suatu halangan untuk kebersamaan. Itu benar-benar keliru! Perbedaan yang kita miliki, entah itu warna kulit, latar belakang, suku, bahasa justru dapat memperkaya kita. Jadi, kita bersyukur karena keberagaman kita.

Perbedaan-perbedaan yang ada didalam diri kita, itulah kebhinekaan kita. Walaupun berbeda, tetapi kita tetap satu. Keindahan ini jarang dimiliki oleh bangsa lain. Sebagai orang muda, kita tetap harus bersatu,” tegas Pastor Yoseph.

Pastor Yoseph juga mengajak kaum muda untuk belajar dari teladan Yesus Kristus sebelum diangkat ke Surga. “Dalam doanya sebelum diangkat ke surga, Yesus berkata semoga mereka bersatu. Yesus adalah sosok yang menyatukan kita dan menghendaki kita untuk tetap bersatu. Kita belajar dari Yesus, bukan hanya ilmu pengetahuan tentang Yesus, melainkan semangat Yesus untuk mau berkorban dan semangat mempersatukan. Semoga kita kaum muda semakin bersatu dan semakin menunjukkan kemuliaan Tuhan dalam karya-karya kita,” katanya.

Peringatan hari lahir Pancasila bukan hanya seremonial semata, para OMK turut berpartisipasi dengan memakai baju adat dari berbagai suku. Baju adat ini dipakai oleh petugas pembawa persembahan. Selain itu, lagu-lagu rohani yang dipersembahkan oleh OMK diiringi musik yang bernuansa lagu daerah.

Siap Menjadi Alat di Tangan Tuhan

Suasana Perarakan dalam estafet salib HOMKAP-2

Setelah doa penutup, dilaksanakan serah terima Salib HOMKKAP 2 dari Paroki Pakumbang oleh Frater Andra dan diterima Pastor Yoseph untuk di simpan di Paroki Pahauman selama 5 hari, dari tanggal 01-05 Juni 2019. Selanjutnya, salib tersebut akan diarak menuju Paroki Jelimpo oleh OMK Paroki Pahauman pada tanggal 05 Juni 2019.

Acara Kirab Salib HOMKKAP kemudian diisi dengan santap malam bersama dan kata sambutan dari beberapa pihak. “Acara ini menandakan semangat persaudaraan kita. Sebagai orang muda, kita harus siap menjadi alat di tangan Tuhan.

Kita harus siap diandalkan, dalam hal gereja, bermasyarakat dan juga bernegara. Selain itu, kegiatan yang kita lakukan harus berlandaskan melayani dengan cinta kasih. Tetapi kita jangan lupa, semua kegiatan kita terlaksana dengan baik karena dukungan dari orang tua. Dukungan ini yang menguatkan kita orang muda sehingga gaung orang muda sangat besar di dunia,” kata Melda, selaku ketua OMK Paroki Pahauman dalam kata sambutannya.- Pricilia Grasella Volunteer KomsosKAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *