Mon. Nov 11th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Tanpa pendidikan, Sulit Mengembangkan Manusia itu sendiri,” Ujar Mgr. Agustinus Agus

Usai diguyur hujan, sore itu menjadi momen sejarah baru untuk Gereja Katolik Kalimantan Barat terlebih secara khusus Keuskupan Agung Pontianak Kabupaten Landak Ngabang. Karena baru saja Ngabang diberkati dengan keberadaan STKIP Pamane Talino yang menjadi tanda dan sudah dimulai pembangunan Kampus itu secara profesional.

Sekarang STKIP Pamane Talio dibawah Keuskupan Agung Pontianak dan di asuh oleh Ordo Dominikan serta bertanggung jawab secara manajemen dan sistem pendidikan yang berlaku di STKIP tersebut.  

Rabu, tanggal 3 Juli 2019 telah berlangsungnya acara peletakan Batu Pertama Gedung Kampus STKIP Pamane Talino Ngabang. Acara ini dipimpin langsung oleh Mgr. Agustinus Agus Uskup Agung Pontianak. Gedung ini akan dibangun di Desa Ilong, Kec. Ngabang, Kabupaten Landak.

Proses Peletakan Batu Pertama Oleh Mgr. Agus dan segenap Pengurus STKIP Pamane Talino

Dalam acara tersebut dihadiri juga oleh Bpk. Adrianus Asia Sidot (Pendiri STKIP Pamane Talino), dan segenap pengurus Yayasan Landak Bersatu. Pimpinan STKIP Pamane Talino dan segenap mahasiswa-mahasiswi yang turut memeriahkan acara peletakan Batu Pertama ini.

Dalam kesempatan itu Uskup Agus mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kerjasama selama ini. Mulai dari rencana sampai realisasinya. “Petama-tama saya ucapkan terima Kasih kepada pihak-pihak yang mendukung pembagunan STKIP Pamane Talino ini, kepada Pemda Kabupaten Landak dan seluruh jajaran pengurus Yayasan Landak Bersatu. Saya pribadi sebagai Uskup Agung Pontianak berhadap kedepan seperti Martin Luther King mengatakan “I Have a dreams” (saya bermimpi), tanpa pendidikan, akan sulit mengembangkan manusia itu sendiri dalam tantangan-tantangan hidup yang mereka alami sehari-hari,” ujarnya.

“Sebelumnya, tepat pada tanggal 8 Juni 2019 lalu, Mgr. Agustinus Agus sempat bertemu dengan Gubernur Kalbar terkait berdirinya Gedung STKIP Pamane Talino di Ngabang. Dalam perbincangan singkat, Gubernur sangat mendukung dengan visi yang dibuat oleh Keuskupan Agung Pontianak. Karena Gubernur kita ini, sangat peduli juga terhadap Pendidikan,” katanya.

“Kalau yang pintar hanya aku sendiri, tetapi tetangga saya tidak pintar maka yang kesulitan juga saya sendiri,” ujarnya.

“Jadi saya sangka ini harus menjadi perhatian kita semua, bahwa hadirnya dan dibangunnya kampus STKIP Pamane Talino ini sungguh-sungguh untuk mendukung agar kegiatan ajar mengajar disini menjadi maksimal. Agar kita menghasilkan generasi yang sungguh-sungguh mampu menghadapi masa depan pribadi, masyarakat dan bangsa kita ini khususnya di wilayah ini,” Ujarnya.

Usai Acara Peletakan Batu Pertama

“Saya juga berterima kasih kepada Ordo Dominikan yang sangat mendukung dalam hal ini, tanggal 14 yang lalu, dalam sela-sela kunjungan kami ke Vatikan belum lama ini. Saya dan Pastor Rubini, OP menghadap pimpinan tertinggi Ordo Dominikan Magister Jendral di Roma dan beliau sangat mendukung karya kita ini, karena sungguh karya ini bukan hanya untuk orang Katolik tetapi untuk masyarakat banyak,” ujarnya.

“Target saya pribadi paling lambat pertengahan 2021 kampus ini sudah bisa kita selesaikan, dan saya bicara dengan Gubernur Kalbar, kalau kampus ini selesai dan saya bilang jika selesai, maka saya akan mengundang Gubernur untuk meresmikan kampus baru ini,” tambah Uskup.

Kesempatan yang sama yang diberikan kepada pihak Pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Perwakilan Bupati Landak Bpk. Marsianus, S. IP, M. Si, menyapaikan pesannya.

“Hari ini merupakan hari yang berbahagia bagi kita semua dan mungkin seluruh masyarkat Kabupaten Landak,  bahwa satu langkah lagi kita maju yaitu yang dibuat oleh STKIP Pamane Talino hari ini membangun yang untuk menunjang pendidikan di Kabupaten Landak,” Kata Marsianus.

“Pemerintah Kabupaten Landak dalam hal ini menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada STKIP Pamane Talino, kepengurusan, manajemen dan jajarannya. Bahwa STKIP Pamane Talino sudah membantu Partisipasi dalam pembangunan manusia, dan pembangunan Sumber Daya Manusia di masyarakat Kabupaten Landak ini,” ujarnya.

Mgr. Agustinus Agus foto bersama dengan para penari usai pemberkatan dan peletakan batu pertama Kampus STKIP Pamane Talino

“Beberapa terobosan yang sudah dilakukan oleh STKIP Pamane Talino terutama telah membantu Pihak Pemerintah dalam mengembangkan masyarakat dan terutama sudah memberikan masyarakat Landak bisa mengenyam pendidikan,” tambanya.  

P. Johanes Rubini Marianto, OP sebagai ketua STKIP Pamane Talino mengatakan bahwa target normal pembangunan ini yaitu selama 2 tahun. “Semoga kampus STKIP Pamane Talino kedepan menjadi sarana Utama dalam membangun masyarakat di Kalimantan Barat terlebih dalam hal Sumber Daya Manusia,”katanya.

“Sungguh kita patut bersyukur, semua ini dari Tuhan semua manusia tidak bisa membayangkannya. Dimulai dari suatu niat baik dan dalam hal ini saya mengenang kembali bulan desember 2016 Bapak Uskup Agung Pontianak ingin mendirikan Universitas Katolik dan meminta kami ingin memikirkannya. Hadirnya Pak Adrianus yang mungkin dia mimpi dari mana saya tidak tahu,”imbuhnya.

“Bangun dari tidur lalu mau menyerahkan STKIP, kemudian saya bingung ini maunya apa? Pokoknya saya serahkan tanpa apa-apa. Nah, ini saya senang tanpa apa-apa, karena saya tidak punya apa-apa,” ujar Pastor.

“Lanjut dari hal itu, Pak Adrian kemudian menyerahkan 6 hektar tanah untuk pembangunan Gedung STKIP Pamane Talino. Dalam hal yang sama saya bangga karena keuskupan sebuah tujuan yang Visioner, mungkin hanya sekedar sharring, diantara banyak pulau di Indonesia hanya Kalimantan yang belum Punya Universitas Katolik. Maka ini jika, ini terjadi ditangan Uskup Agus maka ini menjadi Universitas pertama di Kalimantan,” tambahnya.

“Dalam kesempatan yang sama Pastor Rubini juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur, sampai-sampai desain STKIP Pamane Talino diberikan gratis oleh Mas Agus dari Jakarta dari Tim Pak Harianto dan Budiman,” katanya.

“Seperti yang Mgr. Agustinus Agus katakan tanggal 4-6 lalu, ada Romo Seto, OP juga dari Surabaya itu, kami rapat di Bali betemu dengan UST (Universitas Santo Thomas) diminta tahun 2020 dan 2021 STKIP melakukan program bersama dengan UTS Manila , jadi yang kuliah di Ngabang akan mendapatkan izasah UST Manila,” ujar Pastor Rubini.

“Dalam hal yang sama bahwa UST Manila juga sedang membangun sistem, S2 dan S3 Online dan Kombinasi, dan saya mengatakan lebih baik kita buka S2 dan S3 di sini dari pada kita yang berangkat ke sana dan mereka setuju. Nanti setelah selesai sistem dari sana, maka S2 dan S3 UST Manila akan di Pusatkan di Ngabang,”tambahnya.

Suasana Ibadat Peletakan Batu Pertama

“Harapan saya tentunya, para dosen-dosennya semangat dan saya tahu bahwa sejak dipercayakan STKIP Pamane Talino ini saya punya kebiasaan baru yaitu suka marah-marah,” canda seraya menutup kata sambutannya,” katanya.

Usai pemberkatan dan peletakan batu pertama ini, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan seluruh pengurus dan mahasiswa yang hadiri diajak juga untuk makan malam bersama di rumah singgah Ngabang. Mari kita doakan semoga pembangunan ini berjalan dengan baik dan lancar sehingga pada waktunya bisa digunakan dan dipakai bersama dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia secara khusus Kalimantan Barat. –Semz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak