Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Uskup Agus Lantik Sebelas Frater Jadi Lektor dan Akolit

Perayaan Ekaristi Pelantikan Lektor dan Akolit serta Pembukaan Tahun Kuliah 2019/2020 Sekolah Tinggi Teologi (STT) Pastor Bonus Pontianak berlangsung di Kapel Sang Pamanih Seminari Tinggi Antonino Ventimiglia yang berlamat di Jalan 28 Oktober No. 5 Siantan Hulu – Pontianak Utara – Kalimantan Barat, Rabu (14/8/2019).

Uskup Agus, imam dan anggota GOTAUS berfoto bersama para frater yang akan dilantik sebelum misa dimulai

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh selebran utama Mgr. Agustinus Agus dan didampingi oleh RP. William Chang OFMCap, RP. Edmund Nantes OP, RP Pius Barces CP, RD. Robert Ambrosius, RP. Yosef Astono Aji OFMCap, RD. Alexius Alex, dan RP. Mikael Dolodo CP.

Pelantikan Lektor dan Akolit merupakan salah satu tahapan yang dilalui dalam proses pembinaan calon-calon imam menuju imamat. Pelantikan ini sekaligus juga menandai para frater yang hendak menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral.

Arak-arakan menuju ke dalam gereja

Dalam kesempatan Perayaan Ekaristi ini ada sebelas orang frater yang menerima pelantikan lektor dan akolit. Empat frater dari Keuskupan Sintang, Tiga frater dari Keuskupan Ketapang, Satu frater dari Keuskupan Agung Pontianak, dan Tiga frater dari Kongregasi Pasionis.

Kesebelas frater yang dilantik menjadi Lektor dan Akolit adalah : fr. Agustinus Mujianto (Keuskupan Ketapang), fr. Alexander (Keuskupan Sintang), fr. Dilan (Kongregasi Pasionis), fr. Gregorius Pio Rianto (Keuskupan Sintang), fr. Kristianus Damianus (Kongregasi Pasionis), fr. Fransiskus Trino (Keuskupan Ketapang), fr. Paus (Keuskupan Sintang), fr. Rupinus Kehi (Keuskupan Agung Pontianak), fr. Viktor Riyadi (Kongregasi Pasionis), fr. Yohanes Kasra (Keuskupan Sintang), dan fr. Zurich Arian Witosha (Keuskupan Ketapang).

Para frater yang akan dilantik tiba di dalam gereja

Pelantikan Lektor dan Akolit ditandai dengan doa pelantikan dan penerimaan Kitab Suci bagi masing-masing frater.

Kutipan Injil yang dibacakan berbicara tentang “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

Terkait dengan isi Injil ini, Uskup Agus mengingatkan kepada semua yang hadir untuk berperan membawa orang lain kepada kebaikan, meluruskan jalan yang tidak lurus.

Kesebelas frater yang dilantik menjadi Lektor dan Akolit oleh Mgr. Agustinus Agus

“Inilah panggilan kita sebagai pengikut Kristus,” tegas Uskup Agus.

Jangan malah sebaliknya, lanjut Mgr. Agus, yang seharusnya kita membantu meluruskan kesalahan orang lain, malah justru kitalah yang menceritakan kesalahan orang lain itu kepada orang lain.

Uskup Agus mengingatkan, kita sendiri tidak sempurna. Karena itu, kita tetap membutuhkan kritik dan saran dari orang lain. Tapi dipihak lain, kita pun dipanggil untuk membantu orang lain supaya orang itu menyadari kesalahannya. Dan tugas ini memang tidak mudah.

Dukungan umat yang hadir dalam misa

Tuhan menciptakan kita dua mata dan dua telinga, tambah Uskup Agus. Ternyata itupun tidak mampu menyadarkan kita untuk belajar dari apa yang kita lihat, untuk belajar dari apa yang kita dengar.

Contohnya saja, lanjut Uskup Agus, kuliah sampai tujuh tahun di seminari, tapi begitu sudah di paroki, kebiasaan-kebiasaan dulu yang baik di seminari, seakan-akan hilang begitu saja. Misalnya, dulu ketika di seminari sangat disiplin, bangun pagi tepat pada waktunya, selalu membuat program pastoral dan sebagainya. Tetapi ketika sudah di paroki, lupa semuanya dengan hal-hal yang baik itu tadi.

Uskup Agus membagikan Kitab Suci kepada para frater yang dilantik

Apa yang dikatakan Yesus dalam bacaan Injil hari ini, ungkap Uskup Agus, juga mau mengisaratkan bagi kita untuk selalu mawas diri.  Kalau kita dinasehati orang, tidak usah ditolak. Kalau nasehat itu sudah benar, terima saja nasehatnya itu.

Uskup Agus sekali lagi mengajak semua yang hadir untuk selalu mawas diri.

“Jangan sampai mata dan telinga kita dicabut oleh Tuhan karena tidak kita gunakan sebaik mungkin. Kita tidak mampu belajar dari apa yang kita lihat dan juga kita mampu belajar dari apa yang kita dengar,” tandas Uskup Agus

Berfoto bersama usai misa

Kata Uskup Agus, biarkan diri kita digerakkan oleh Kristus yang tinggal dalam hati kita sebagaimana dilambangkan dengan makna ekaristi sendiri. Sikap ini dapat dibangun dengan mengembangkan rasa syukur dan tidak mudah untuk bersikap resisten terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita.

Sementara Pastor William Chang OFMCap selaku Ketua STT Pastor Bonus membuka sambutan singkatnya dengan sebuah pantun.

“Saya akan sampaikan satu pantun untuk perjalanan panggilan para frater dalam menjalani tugas sebagai Lektor dan Akolit serta dalam menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral,” ujar Pastor William Chang.

Ucapan selamat kepada para frater yang baru saja dilantik

“Jalan-jalan ke atas bukit, habis berjalan muncul rasa demam. Semoga sesudah tahbisan Akolit, menyusul nanti tahbisan sebagai imam,” demikian Pastor William Chang mengucapkan pantunnya sembari disambut tepuk tangan dari para hadirin.

Selanjutnya Pastor William Chang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mgr. Agustinus Agus yang telah melantik para Akolit.

“Di tengah-tengah kesibukan, beliau masih memberikan waktu untuk seminari tinggi. Karena usai acara ini, beliau masih ada jadwal untuk kegiatan berikutnya di luar kota. Ini sangat istimewa bagi seminari tinggi,” ucap Pastor William Chang.

Prosesi dalam Perayaan Ekaristi

Terima kasih juga disampaikan oleh Pastor William Chang kepada para imam, rekan-rekan se-imamat yang ikut dalam Perayaan Ekaristi serta kepada GOTAUS yang telah mendukung seluruh kegiatan.

“Kami yakin bahwa dukungan berupa materi dan juga yang rohani, memang diperlukan untuk hari-hari mendatang. Terima kasih kepada semua pihak yang hadir, semoga Tuhan membalas budi baik Anda sekalian,” tambah Pastor William Chang.

Mengakhiri sambutannya, Pastor William Chang mengucapkan selamat kepada para frater yang menerima Pelantikan Lektor dan Akolit.

Suasana usai misa

“Selamat menjalani Tahun Orientasi Pastoral. Selamat melayani umat Allah di tempat tugasnya masing-masing. Tuhan memberkati,” ujar Pastor William Chang.

Usai Perayaan Ekaristi, Uskup, para imam serta umat memberi selamat kepada kesebelas frater yang telah dilantik menjadi Lektor dan Akolit. Selanjutnya, ada sesi foto-foto dan santap siang bersama.

PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak