Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Penantian 10 Tahun, Akhirnya Kongregasi SFD Miliki Rumah Komunitas di Pontianak

Menurut agenda, Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus akan memimpin Perayaan Ekaristi dalam rangka Peresmian dan Pemberkatan Rumah Komunitas Kongregasi Suster Fransiskus Dina (SFD) di Pontianak, Selasa 27 Agustus 2019 mendatang.

Rumah Komunitas ini diberi nama “Komunitas Santo Fransiskus Asisi  SFD Pontianak.

Rumah Komunitas Kongregasi SFD yang akan diberkati dan diresmikan oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, tanggal 27/8/2019 mendatang

Rumah Komunitas SFD ini terletak di Jalan Parit H. Muksin II Sungai Raya – Kabupaten Kubu Raya, bersebelahan dengan Kampus Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak (STAKatN).

Rumah komunitas berukuran 18 X 20 meter persegi ini berdiri di atas lahan seluas 2 hektar. Memiliki 6 kamar tidur, kapel, ruang tamu, dapur, dan juga garasi serta memilik halaman depan yang luas.

Suster Maria Loysa Saragih SFD, yang nantinya akan menempati rumah komunitas ini saat ditemui tim Komsos KAP diruang kerjanya sebagai Kepala SDS Gembala Baik II Pontianak, Selasa (13/8/2019) mengatakan, sangat bersyukur karena sudah hampir 10 tahun keberadaan SFD di Pontianak, akhirnya bisa memiliki rumah komunitas sendiri.

Suster Maria Loysa Saragih SFD – Kepala SDS Gembala Baik II Pontianak

“Selama ini kami masih sewa atau kontrak rumah di daerah Sungai Raya Dalam sebagai rumah komunitas. Kerinduan untuk memiliki rumah komunitas sendiri, akhirnya terwujud,” tandasnya.

Sr. Maria Loysa berharap dengan berdirinya rumah komunitas, mudah-mudahan pelayanan SFD akan lebih maksimal dapat dirasakan oleh umat.

“Meskipun sampai saat ini SFD belum memiliki karya sendiri, dalam artian karya yang langsung ditangani sendiri oleh kongregasi, tapi kami yang ditugaskan di sini akan berusaha memaksimalkan pelayanan kami. Baik yang membantu di Yayasan Pendidikan Gembala Baik, maupun yang di Nyarumkop,” ujarnya.

Sr. Imelda Tampubolon SFD – Ministra Umum SFD Indonesia (dok.pribadi)

Seperti diketahui, saat ini SFD membantu karya pendidikan di Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pontianak, dan juga di Nyarumkop (yayasan,  rumah retret dan asrama).

Menurut Sr. Maria Loysa, sampai tahun 2019 ini, SFD sudah merayakan 12 tahun sebagai kongregasi mandiri di Indonesia. Secara umum, kongregasi SFD berkarya dalam bidang pendidikan, kesehatan, karya sosial, serta pendampingan asrama dan pastoral.

Sr. Maria Loysa mengatakan, SFD berpusat di Yogyakarta. Saat ini, Ministra Umum SFD Indonesia adalah Suster Imelda Tampubolon SFD.  

Menurut Sr. Maria Loysa, karya SFD tersebar di Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Banjarmasin, Keuskupan Palangkaraya, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Ketapang, dan Keuskupan Denpasar.

Untuk rumah komunitas Pontianak, lanjut Sr. Maria Loysa menjelaskan, kemungkinan sementara akan dihuni oleh tiga orang suster nantinya.

“Saya sendiri, lalu Suster Monika SFD, dan Suster Ruth SFD,” tambahnya.

Rencana ke depan, ucap Sr. Maria Loysa menyambung pembicaraanya, akan ada karya SFD di untuk anak-anak SLB (khususnya asrama) dan juga karya untuk pelayanan bagi lanjut usia (Lansia).

Ministra Umum dan Dewan Umum Kongregasi SFD (dok.Kongregasi SFD)

“Lokasinya juga di sekitar rumah komunitas. Karena lahan masih luas. Kurang lebih 2 hektar. Mudah-mudahan rencana ini bisa terwujud,” harapnya.

Bahkan, lanjutnya, pembicaraan secara lisan (belum resmi), pihak STAKat Negeri, berencana menawarkan SFD untuk menangani asrama milik mereka.

Diakhir perbincangannya dengan tim Komsos KAP, Sr. Maria Loysa berharap, seperti harapan yang disampaikan oleh Ministra Umum SFD Indonesia, yaitu Kongregasi ini bisa menjadi SFD sejati; SFD yang memiliki sikap kedinaan dalam hidup dan karya pelayanan.

PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak