Mon. Oct 14th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Para Mahasiwa Saling Meneguhkan dalam Misa Bulanan

Misa Bulanan Mahasiswa Katolik se-Kota Pontianak yang diadakan setiap bulan pada hari Jumat kedua merupakan salah satu program Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak sebagai pelayanan pastoral khusus kepada mahasiswa Katolik. Perayaan misa ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam pelayanan gereja, mulai dari petugas liturgi, anggota koor, sampai petugas parker.

Bertepatan dengan hari raya Santo Yohanes Krisostomus seorang uskup dan pujangga gereja, Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak kembali mengadakan Misa Bulanan Mahasiswa Katolik se-Kota Pontianak pada hari Jumat, 13 September 2019 di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak. Perayaan misa yang dimulai pada pukul 18.00 WIB ini dipimpin oleh Pastor John Wahyudi OFMCap.

Lantunan lagu-lagu rohani dibawakan oleh Kelompok Koor Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Tanjungpura tersebut mengiringi perarakan Imam dan petugas liturgi menuju altar gereja. Setelah itu, dilanjutkan dengan tarian perarakan yang diiringi dengan alunan musik daerah.

Dalam kotbahnya, Pastor John menegaskan bahwa bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mengingatkan kepada kita semua bagaimana kita merefleksikan hidup kita sebagai orang yang lemah dan rapuh, yang memunyai kemungkinan untuk jatuh ke dalam kesalahan dan dosa untuk melihat dan berbenah hidup kita di dalam Allah.

“Kesadaran diri kita akan kelemahan dan kerapuhan di dalam diri kita sebagai manusia bukan menjadi sesuatu yang menghalangi kita, justru menjadi suatu kesempatan bagi kita untuk membuka diri dan merima kabar Tuhan yang bekerja dalam hidup kita. Sehingga lewat perjumpaan kita dengan Tuhan, kita yang lemah dan rapuh diubah menjadi pewarta kabar keselamatan dan sukacita,” katanya.

Pastor John juga menyatakan bahwa menjadi pembela kebenaran dan pewarta tentang sesuatu yang baik tidak selalu membuat kita merasa nyaman dan membuat kita berada di dalam situasi yang menyenangkan, tetapi di situ letak panggilan kita sebagai pengikut kristus.

“Ketika kita melihat kekeliruan dan kesalahan serta menyadari ada sesuatu yg tidak beres, di situ kita berusaha untuk memperbaiki, menata, dan menjadikan sesuatu agar benar, kita telah menghayati tugas dan panggilan kita sebagai pengikut Kristus,” ungkap Pastor John.

Setelah perayaan misa, para mahasiswa berbaur satu sama lain. Aura keakraban antar mahasiswa terlihat dari percakapan mereka yang didominasi canda tawa. Keceriaan para mahasiswa juga terpancar ketika mereka berfoto bersama, terutama para anggota kelompok koor.

Kesan manis dalam mengikuti perayaan misa tersebut diungkapkan oleh Tia mahasiswa baru dari Kampus Widya Dharma dan baru pertama kali mengikuti Misa Bulanan Mahasiswa tersebut.

“Saya merasa senang setelah mengikuti perayaan misa ini sebab semasa sekolah tidak pernah diadakan misa bersama sekolah-sekolah lain, jadi hanya sekolah saya saja yang berada dalam naungan sebuah yayasan. Tetapi kali ini, saya misa di Gereja Katedral bersama mahasiswa di kampus lain juga. Saya mendapatkan pengalaman sekaligus menambah teman,” jelasnya.

Salah satu pendamping Pastoral Mahasiswa Suster Ergie OP mengungkapkan bahwa perayaan misa ini bertujuan agar dapat mendukung dan menguatkan iman para mahasiswa, sebab dalam wadah seperti ini mereka dapat berjumpa dan berkumpul serta merasakan kekeluargaan antar sesama mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Kota Pontianak.

“Kita tahu mahasiswa-mahasiswa kita banyak berasal dari luar Pontianak, jadi ini kesempatan untuk mereka merasakan bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan, serta kesempatan bagi mereka untuk curhat dengan teman-temannya bila mengalami masalah di dalam menempuh pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, Suster Ergie menyatakan harapan Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak yaitu supaya para mahasiswa dapat mengambil peran dimanapun mereka berada, baik secara aktif mengikuti perayaan misa serta menjadi pewarta kebenaran dan sukacita.

“Mungkin mahasiswa berpikir bahwa pengalaman yang mereka miliki masih kurang, tetapi Tuhan telah memilih mereka menjadi saksi-Nya dalam mewartakan kabar sukacita dan kebenaran,” kata Suster Ergie.

Selain Suster Ergie OP, ada 4 orang imam yang juga menjadi pendamping Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak yaitu Pastor Yulianus Astanto Adi CM, Pastor John Wahyudi OFMCap, Pastor Damianus Juin CP, dan Pastor Alexius Alex Mingkar Pr.

By : Pricilia Grasela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak