Fri. Nov 15th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

175 Tahun SFIC Internasional : 7 Corner Negara Bernuansa Ekologi di Komplek Persekolahan Suster Pontianak

Tujuh pondok dari bambu beratapkan daun kelapa berwarna kecoklatan terpajang kokoh di sepanjang aula Persekolahan Suster Pontianak. Pondok-pondok tersebut menjadi ikon menarik di stand pameran pada perayaan 175 Tahun SFIC yang diselenggarakan di Pontianak, 10-12 Oktober 2019.

 Corner tujuh negara sengaja dirancang sedemikian rupa dengan maksud untuk mewakilitujuhnegara dimana Kongregasi SFIC berkarya: Veghel Belanda, Indonesia, Kenya Afrika, Jepang, Filipina, Thailand, dan Kanada.

Di dalam stand pameran terdapat  barang-barang unik yang menjadi ciri khas dari masing-masing negara seperti bendera, patung, buku, minatur, dan sebagainya. Sementara itu, tanaman-tanaman hias bernuasana ekologi menambah keasrian suasana di ruangan itu.

“Pernak-pernik yang dipajang di dalam stand ini merupakan hasil karya para suster SFIC dari berbagai tempat dan kita kumpulkan semua dalam ruangan ini,”ungkap suster Fidelia SFIC.

Pada acara pembukaan stand pameran yang menampilkan sejarah perjalanan Kongregasi Suster SFIC pada tanggal 10 Oktober 2019 sudah dipadati oleh pengunjung.

Animo pengunjung terlihat antusias dan mereka ini datang dari berbagai tempat.

Setiap pengunjung wajib mengisi buku tamu untuk mendapatkan stiker yang bertuliskan logo perayaan 175 tahun dan foto ibu pendiri suster SFIC, Sr. Teresia van Miert.

Para suster menyambut mereka dengan hangat seraya mempersilahkan mereka untuk memilih warna stiker tersebut sesuai keinginan mereka.

            Tidak ketinggalan juga para pengunjung mengabadikan momen di stand pameran  dengan aneka gaya. Terlebih Sepeda ontel tua yang terpajang di centerpiece menjadi spot foto paling menarik oleh para pengunjung.

            Selain itu, terdapat juga baliho dan standing banner yang menampilkan napak tilas sejarah dan karya-karya pelayanan para suster dari dulu hingga sekarang.

Para pengunjung juga bisa menyaksikan perjalanan sejarah Kongregasi SFIC melalui cuplikan video yang ditampilkan melalui proyektor.

            Kesan manis diungkapkan oleh Bela, siswi kelas 6 SD Suster Pontianak.

            “Saya merasa senang mengikuti acara ini karena menambah pengetahuan juga pengalaman,” ungkap Bela seraya mengatakan bahwa dia dan teman-temannya mengunjungi stand pameran SFIC karena keinginan sendiri.

            Demikian halnya dengan siswa-siswi SMP Suster Pontianak yang juga mendapatkan tugas menulis laporan tentang sejarah Kongregasi SFIC. Mereka mengamati suasana yang tercipta sekaligus mencatat informasi yang mereka dapatkan.

Corner Kenya Afrika

            “Tugas ini kami kerjakan berkelompok dan saya senang karena berkeliling bersama teman-teman mengunjungi stand. Saya mendapat pengalaman dan berkenalan dengan suster dalam acara ini,” kata Karolin siswi kelas 8A SMP Suster Pontianak.

Pricilia Grasela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak