Sat. Nov 16th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

“ENGKAULAH BUNGA KASIH DAN BUAH KERAHIMANKU” (BHF 948).

Kongres Nasional Kerahiman Ilahi ke III di Keuskupan Agung Pontianak, 11-13 Oktober 2019

Series 2

Arti dari Logo Kongres III  KKKII

Warna Merah menggambarkan darah Yesus yang tercurah.

Warna putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia.

Gambar abu-abu bentuk Tuhan Yesus,- Gambar Kerahiman Yesus.

Gambar Tugu Khatulistiwa, icon Kota Pontianak sebagai kota yang dilalui garis Khatulistiwa.

Gambar Pulau Indonesia, melambangkan kesatuan dan Kerahiman Tuhan bisa tersebar.

Warna Biru menggambarkan air yang terpancar dari luka Yesus.

Visi dan Misi

Seragam Panitia pada hari kedua Kongres Nasional Kerahiman Ilahi Nasional Ke-III di Keuskupan Agung Pontianak

Visi ; Mempersiapkan kedatangan kembali Tuhan Yesus ke dunia “Engkau akan menyiapkan dunia untuk kedatangan-Ku yang terakhir, ” (BHF 429).

Misi ;  Pertama yaitu untuk Perubahan hidup, hal ini dikuatkan dengan catatan harian Santa Faustina dengan ungkapan sebagai berikut; “Roh-Ku akan menjadi patokan hidupmu. Hidupmu harus dibentuk seturut hidup-Ku,  mulia dari palungan sampai ke kematian-Ku disalib, ” (BHF 438).

Caranya: pertama yaitu mengandalkan Tuhan dan yang kedua Berbelas kasih: dengan perbuatan, dengan perkataan, dengan doa. 

Kedua yaitu Memberitakan Kerahiman kepada dunia.  Sebagai mana dikatakan dalam buku harian Santa Faustina 438 “Resapilah misteri-misteri-Ku,  dan engkau akan mengetahui jurang Kerahiman-Ku terhadap semua ciptaan dan kebaikan – Ku yang tak terselami dan ini akan engkau perkenalkan kepada dunia. 

“Jiwa-jiwa yang menyebarkan devosi kepada Kerahiman Illahi akan Kulindungi seumur hidupnya seperti seorang ibu yang penuh kasih sayang melindungi bayinya; dan pada saat kematiannya,  Aku tidak akan tampil sebagai seorang Hakim bagi mereka,  tetapi sebagai Juru Selamat yang maharahim, ” (Buku Harian Santa Faustina 1075).

“Katakanlah kepada para imam-Ku bahwa orang-orang berdoa yang keras hati akan bertobat pada saat mendengar mereka berbicara mengenai Kerahiman-Ku yang tak terbatas. ” (BHF 1521).

Ketiga yaitu dengan mendoakan secara khusus 3 kelompok manusia yaitu antara lain ;

Pertama, mendoakan Para pendosa ; “Hilangnya setiap jiwa menenggelamkan Aku ke dalam kesedihan yang menyayat hati. Engkau selalu menghibur Aku setiap kali engkau mendoakan orang-orang berdosa. Dia yang paling menyenangkan hati-Ku adalah doa untuk bertobatnya orang-orang berdosa. Ketahuilah, Putri-Ku bahwa doa  semacam ini selalu didengarkan dan dijawab. ” (BHF 137).

Kedua, mendoakan Para Imam,  biarawan -biarawati “Aku menempatkan dalam rawatanmu dua permata yang sangat berharga bagi Hati-Ku, yaitu jiwa para imam dan jiwa para biarawan/Wati. Hendaknya engkau berdoa secara istimewa bagi mereka; mereka akan menjadi kuat kalau engkau merendahkan diri. Engkau akan memadukan doa, puasa, mati raga, kerja keras dan semua penderitaan-Ku dan karena itu mereka akan memiliki kekuatan di hadapan Bapa-ku. ” (BHF 531). Kemudian yang ketiga dengan mendoakan Jiwa-jiwa di Purgatorium ; “Masuklah sering-sering ke Purgatorium, sebab mereka membutuhkan engkau di sana, ” (BHF 1738). – Semz_KomsosKAP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak