Sat. Oct 31st, 2020

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Kongregasi Fransiskanes Sambas (KFS) Regio Kalbar & Flores: Terima 8 Postulan, 3 Novis, 5 Profesi Perdana, dan 4 Yunior Pembaharuan Kaul

PANGGILAN hidup religius dengan menjadi suster biarawati tetap jalan dan masih berkembang di Kalimantan, utamanya di Provinsi Kalbar, dan di NTT yakni Timor dan Flores. Jumlah besar untuk meniti panggilan religius menjadi suster juga dialami oleh Kongregasi Suster Fransiskanes Sambas atau KFS.

Kini, KFS malah sudah memiliki dua regio yakni KFS Regio Kalbar dan KFS Regio Flores.

Jumlah anggota Suster KFS dari kedua Regio dan yang sudah berkaul adalah 185 orang.

Dalam prosesi penerimaan tiga Novis baru di hari Sabtu (7/12/19) kemarin, dua Novis baru itu datang dari wilayah Kalbar dan satunya dari wilayah NTT.

Empat suster yunior yang di hari Sabtu kemarin telah mengucapkan pembaruan kaul-kaul religiusnya itu juga datang dari kawasan Kalbar sebanyak dua orang. Dua suster muda lainnya datang dari kawasan NTT.

Bersama sejumlah suster medior lainnya, di bulan Juli 2019 lalu, Sr. Priska KFS boleh mengucapkan kaul kekalnya sebagai suster biarawati KFS di Kota Sambas.

Prosesi pengucapan kaul kekal itu terjadi di hadapan Pemimpin Umum Kongregasi KFS Sr. Elisa KFS dan disaksikan Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus.

Misionaris domestik di Paroki Atsji, Keuskupan Agats

Kalau mau dibilang “berani” dan “monumental”, maka pada tahun 2015 Kongregasi KFS –dengan promotor KBKK Indonesia– memulai karya baru di wilayah terpencil di Keuskupan Agats, Papua.

Wilayah terpencil itu adalah Paroki Atsji yang berjarak tempuh lima jam perjalanan dari Kota Asmat –pusat kota Keuskupan Agats dan Kabupaten Asmat– dengan speedboat.

Karya baru yang ditangani KFS di Atsj adalah layanan kesehatan dan pendidikan berasrama.

Dua suster muda KFS yang mengawali karya baru monumental di Keuskupan Agats adalah Sr. Priska KSF dengan layanan kesehatan sebagai bidan. Sedangkan Sr. Lydia KFS menangani karya pendidikan berasrama sebagai guru dan pembina asrama.

Upacara penerimaan kaul perdana suster novis KFS di Gereja Kristus Raja Sambas

Kedua suster muda berprofesi bidan-perawat dan guru ini mulai bertugas di Paroki Atsj sejak tanggal 7 Desember 2013 hingga awal 2017.

“Penerus kami berdua kini di Paroki Atsj adalah Sr. Klemensia KFS dan Sr. Marcella KFS,” tutur Sr. Priska KFS, tetap menjadi bidan di Klinik St. Elisabeth Ngabang, Kalbar.

Inilah hari ketika Kongregasi Suster KFS menyaksikan peristiwa penerimaan masuk delapan remaja menjadi Postulan, tiga orang menjadi Novis baru, dan empat suster muda KFS boleh mengucapkan pembaruan kaul-kaul religiusnya. Pristiwa itu terjadi di Kota Sambas pada hari Sabtu tanggal 7 Desember 2019 kemarin.

Sr. Maria Seba SFIC

Sumber: sesawi.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak