Pontianak Tuan Rumah Konvenas XIV Pembaruan Karismatik Katolik 2018

Munculnya PKK di Indonesia

Menurut catatan sejarah, pada tahun 1970-an muncul berbagai persekutuan doa ekumenik yang dengan cepat banyak memukau umat Katolik. Untuk mendukung mereka dan dalam kerangka penggembalaan gerejawi, maka pada  Mei 1976, Uskup Agung Jakarta ketika itu, (alm.) Mgr. Leo Soekoto, SJ mengundang tokoh Pembaruan Karismatik Katolik Fr O Brien, SJ dari Bangkok dan Fr. Schneider, SJ dari Manila untuk menyelenggarakan “Seminar Hidup Baru”. di Jakarta.

Ketua Panitia Konvenas Karismatik XIV – Marni Suprapto

Kegiatan ini menjadi awal tumbuhnya Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia. Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik yang adalah gerakan Kaum Awam Katolik yang didukung dan dipayungi oleh hirarki, bertumbuh dan berkembang ke Surabaya, Semarang, Malang dan Bogor.

Di tahun 1980-an hadir di Bandung, Palembang, Tanjung Karang, Padang, Denpasar, Ruteng, Pangkal Pinang, Pontianak, Ujung Pandang (Makasar), Manado, Medan, Weetabula. Lalu berlanjut pada tahun 1990-an di Ambon, Atambua, Kupang, Timor (Dili), Manokwari dan beberapa tempat lagi.

Sejalan dengan waktu, perkembangan PKK bak bola salju terus bergulir, gerakan Roh Kudus pun tak terhalangi sehingga PKK hadir hampir di semua Keuskupan Indonesia hingga saat ini.

Menjadi Tuan Rumah Konvenas PKK XIV 2018

Konvensi Nasional Pembaruan Karismatik Katolik (Konvenas PKK) pertama kali diadakan pada tahun 1981 di Jakarta, 3-6 Juni 1981.

Konvensi nasional (Konvenas) merupakan ajang pertemuan bagi para leader Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) Indonesia, wakil-wakil dari komunitas, yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, diisi dengan tiga kegiatan utama yaitu kegiatan organisatoris, pemberdayaan dan penyemangatan.

Duet Mgr. Agus dan Imelda Pinem membawakan lagu ‘somewhere between’

Konvenas bertujuan untuk memantapkan diri melaksanakan visi dan misi yang selaras dengan arah dan tujuan yang sama di dalam Gereja Katolik, sehingga PKK merupakan karya pembaruan Roh Kudus bagi Geraja Katolik semakin terarah dan nyata dalam karya pelayanannya di dalam lingkup Gereja Katolik.

Mgr. Agustinus Agus selaku Uskup Agung Pontianak sangat mendukung rencana kegiatan Konvenas PKK yang akan diselenggarakan pada September 2018 mendatang di Pontianak yang mengusung tema: “Bagikan Rahmat Pembaruan”

Bentuk dukungan dari Mgr. Agus adalah kehadirannya pada malam penggalangan dana untuk kegiatan Konvenas PKK XIV  yang diadakan pada Jumat (6/4) lalu di Restoran Gajah Mada.

Penggalangan dana dikemas dalam bentuk ‘malam ramah tamah’  bersama Uskup Agung Pontianak beserta umat. Hadir pula dalam kegiatan itu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Gregorius Agung W.D. M.Tr (Han).

Mgr. Agus menyanyikan lagu mandarin

Acara diawali dengan sambutan-sambutan. Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Konvenas PKK XIV, Marni Suprapto (Istri dari dr. Gunawan Hadibrata) menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mgr. Agus atas dukungannya terhadap panitia dalam mempersiapkan konvenas dan kegiatan konvenas nantinya.

“Kehadiran Mgr. Agus malam ini membuktikan bahwa panitia konvenas sangat didukung oleh beliau,”ujarnya.

Terima kasih juga disampaikan oleh Marni Suprapto kepada Danlantamal XII Pontianak, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Gregorius Agung W.D. M.Tr (Han) yang berkenan hadir.

Sementara Mgr. Agus dalam sambutan singkatnya memberikan motivasi dan semangat kepada panitia untuk terus bekerja giat dan saling membantu satu sama lain dalam mempersiapkan kegiatan besar ini.

“Tidak ada yang sulit dan tidak ada yang tidak bisa dilakukan kalau kita mau dan saling bekerjasama. Tuhan tidak akan tinggal diam dan pasti akan menolong bagi mereka yang berbuat untuk kebaikan banyak orang,” ujar Mgr. Agus.

Danlantamal XII Pontianak- Laksamana Pertama (Laksma) TNI Gregorius Agung W.D. M.Tr (Han) bawakan lagu ‘rumah kita’

Usai sambutan-sambutan dilanjutkan dengan makan malam bersama. Hadirin yang hadir dimanjakan dengan menu makanan special yang dipersiapkan oleh panitia malam itu sembari diiringi oleh musik dan nyanyian ‘ala cafe’ .

Uskup dan Komandan lantamal XII Pontianak Bernyanyi – Panitia Kumpulkan Dana Capai 400 Juta Rupiah

 Panitia telah menganggarkan bahwa kegiatan Konvenas diperkirakan akan memakan biaya kurang lebih 4 Milyar, yang digunakan untuk dua jenis kegiatan yaitu Modernas (pertemuan para uskup dan imam pembimbing/penasehat PKK dari 36 keuskupan di Indonesia) dan Konvenas PKK.

Menurut panitia, sampai saat ini dana yang sudah pasti didapatkan dari berbagai sumber, seperti: pendaftaran peserta (1200-1500 orang), BPN PKKI, bantuan pemprov Kalbar dan sumbangan panitia, hampir mencapai 3 Milyar.

Masih sekitar 1 milyar lebih yang harus diusahakan oleh panitia. Malam itu panitia bergerak dari meja ke meja untuk mengetuk hati para undangan agar menyisihkan sebagian yang mereka ‘punya’ untuk membantu kegiatan konvenas. Hasilnya, sekitar 250-an juta rupiah.

Jumlah dana yang terkumpul sepertinya belum membuat panitia merasa aman dari total kekurangan dana, yaitu 1 milyar lebih.

Mgr. Agus memahami kondisi psikologis yang dihadapi panitia saat itu, dan secara kebetulan pula MC (panitia) meminta Mgr. Agus merilekskan suasana dengan menyanyikan beberapa lagu.

Nyanyian dari Mgr. Agus membawa efek psikologis bagi para undangan. Satu per satu ada yang secara spontan menambah nilai bantuannya untuk mendukung kegiatan konvenas. Alhasil, dana yang terkumpul mencapai 350 juta rupiah.

Selanjutnya, secara spontan, Mgr. Agus pun meminta Komandan Lantamal XII Pontianak untuk bernyanyi. Efeknya, penggalangan dana mencapai 400 juta rupiah.

Panitia sangat berterima kasih, dan acara penggalangan dana malam itu ditutup dengan doa dan meminta berkat dari Mgr. Agus agar semua rencana panitia konvenas dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Paul_Komsos KAP

Tinggalkan Balasan