OFS Hayati Kebangkitan Kristus Melalui Perayaan Paskah Bersama

Pada hari Minggu 15 April 2018, Para saudara-saudari Ordo Fransiskan Sekular (OFS) Regio Kalimantan melaksanakan perayaan Paskah bersama di Bruderan Fransiskan Maria Tak Bernoda (MTB) Jalan Sepakat dengan penuh sukacita. Perayaan ini dihadiri oleh 4 (empat) Persaudaran Lokal dari Regio Kalimantan. Mereka adalah Persaudaraan Lokal Sto. Conradus, Persaudaraan Santo Ludovikus, Persaudaraan Padre Pio dan persaudaraan Angela Merici dari Kota Singkawang. Perayaan paskah bersama ini juga dihadiri oleh Pastor Pendamping Rohani OFS yakni Pater Aji Astono, OFMCap, Bruder Eko dan Frater Ignatius.

Misa dalam rangka Paskah Bersama Keluarga Besar OFS di Bruderan MTB

Perayaan Paskah bersama merupakan tradisi tahunan di masa Paskah bagi para OFS di mana pada momen ini para keluarga dari anggota juga turut serta meramaikan suasana sukacita Paskah. Sebagaimana perayaan tahun sebelumnya, para anggota OFS berbagi sukacita bersama melalui jamuan-jamuan fisik maupun rohani. Hal ini tentu tidak akan sempurna apabila tidak dirayakan dengan perjamuan Ekaristi. Maka, sebelum acara inti digelar, terlebih dahulu para saudara-saudari OFS melaksanakan Misa di Kapel Bonaventura.

Misa Perayaan Paskah bersama ini dipimpin oleh Pastor Aji Astono OFMCap dengan penuh khidmat. Dalam ritus pembuka Pastor Aji mengungkapkan kekhasan OFS yang merupakan suatu Ordo atau tarekat yang berkarya di tengah keluarga dan dunia.

“Dari ordo yang didirikan oleh Santo Fransiskus sendiri, yang memberitakan Injil, menghidupi Injil dan juga hidup pada Injil dalam keluarga adalah OFS,” ungkapnya.

Pater Aji Astono OFMCap – Pendamping Rohani OFS Regio Kalimantan

Pater Aji juga mengungkapkan perbandingan yang cukup mencolok pada tarekat Fransiskan lainnya. Baik Ordo pertama (Kapusin, OFM, Conventual), ordo kedua (Ordo Santa Clara), ordo ketiga regular (suster dan bruder) menghidupi Injil di dalam komunitas masing-masing. Menurut penilaian orang-orang yang diungkapkan dalam pengalaman Pater Aji, OFS sudah menjadi saksi-saksi Kristus. Kehidupan dari rumah tangga atau kehidupan dari biarawan-biarawati biasanya menjadi ukuran atau penilaian orang apakah pribadi ini sudah menjadi orang yang beriman/saksi-saksi Kristus. Selanjutnya, apabila dalam keluarga OFS tersebut rukun, ada cinta satu sama yang lain, ada damai maka di situ ada pula Tuhan dalam keluarga. Sebaliknya, apabila keluarga tersebut tidak ada kasih, percekcokan yang tak pernah berakhir, tiada damai, tiada pengampunan antara satu dengan yang lain maka orang akan menilai bahwa Tuhan tidak hadir di antara keluar itu.

“Dalam ajaran Gereja pada Lumen Gentium dikatakan bahwa kita semua orang-orang yang dibaptis ini adalah saksi-saksi kebangkitan Kristus,” tegasnya.

Dalam homili yang disampaikan oleh Pater Aji Astono OFMCap, ada maksud yang sangat luar biasa yang ingin Kristus tunjukkan kepada para murid-Nya. Dalam penampakan Yesus kepada para murid-Nya, Yesus ingin meneguhkan iman para murid yang mulai merasa kehilangan harapan sejak kematian-Nya. Berkali-kali Kristus menampakkan diri kepada para murid-Nya untuk menghidupkan kembali iman mereka akan kebangkitan Kristus. Selain itu Yesus juga menjelaskan kepada para murid mengenai alasan mengapa Ia harus mati dan menderita. Hal tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah penggenapan nubuat-nubuat di masa silam tentang janji Allah sebelumnya dalam diri Yesus Kristus untuk menebus umat manusia agar menjadi baru sebagai anak-anak Allah. Kebangkitan Yesus menjadi jelas bahwa Ia adalah Mesias yang menyelamatkan, penebus dosa umat manusia.

OFS Regio Kalimantan

Selesai misa, para saudara-saudari menuju aula untuk santap siang. Hujanpun mulai mengguyur kota Pontianak dengan derasnya, membuat suasana yang semula teduh dan hangat berubah menjadi sangat dingin. Hal tersebut tentu tidak mengurangi keakraban para saudara-saudari saat menikmati jamuan yang telah dihidangkan. Sementara kejutan lainnya, para saudara-saudari mengucapkan selamat ulang tahun kepada Pastor Aji yang beberapa waktu lalu merayakan hari kelahirannya dan memberikan bingkisan yang telah dipersiapkan oleh persaudaraan.

Perayaan Paskah bersama keluarga besar OFS pada akhirnya menyatukan semua yang ada di sana. Momen tahunan yang selalu dirayakan untuk mengenang kebangkitan Kristus untuk menebus dosa manusia. Suatu peneguhan bagi para anggota OFS untuk semakin tekun menghidupi Injil dan dihidupi oleh Injil baik dalam keluarga, persaudaraan hingga di tengah masyarakat luas.

(Fransesco Agnes Ranubaya, OFS)

Tinggalkan Balasan