“Talk Show Aksi Panggilan” Bagikan Pengetahuan dan Pengalaman Para Pastor, Suster, Bruder, dan Frater Mengenai Panggilan Hidup
Sabtu (21/4) malam pukul 18.30 WIB suasana halaman gereja Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak ramai dipenuhi oleh anak-anak rekat dan OMK serta para pastor, suster, bruder, dan frater yang mengikuti kegiatan “Talk Show” aksi panggilan.

Talk Show ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ‘live in’ aksi panggilan dalam rangka merayakan Hari Panggilan se-dunia ke-55.
Pastor Kebry, CM dan Frater Iko dari Sekolah Tinggi Pastor Bonus Pontianak tampil dengan gaya “host” yang sangat menarik.

Pastor John Wahyudi, OFMCap, Suster Erika Simamora, SDC, Suster Margaret, OSA, dan Frater Pio, CSE tampil sebagai narasumber malam itu.
Keempat narasumber ini terlihat sangat bersemangat dan dengan senang hati menceritakan dan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dari Frater Iko berkaitan dengan panggilan. Dalam suasana santai, mereka membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam hidup “panggilan”.

Tak banyak umat yang mengetahui bagaimana seluk-beluk hidup membiara. Barangkali inilah yang menyebabkan berkurangnya calon imam di tarekat-tarekat ataupun seminari-seminari. Fenomena ini bukanlah disebabkan tidak adanya panggilan. Pertama-tama karena banyak umat yang tidak tahu-menahu kehidupan membiara. Atau kalaupun ada yang mengetahui, masih sebatas pada bagian luarnya saja.

Malam itu juga terasa sangat special karena untuk pertamakalinya ‘Talk Show’ aksi panggilan diadakan di Paroki Keluarga Kudus dan dihadiri oleh begitu banyak orang muda Katolik.
Tentunya banyak hal dan pelajaran penting yang anak-anak muda dapatkan dari para pastor, suster, bruder dan Frater terlebih mengenai “panggilan hidup”.

“Ketika Tuhan memanggil, maka bagaimanapun caranya Dia akan menjadikan kita sesuai dengan panggilannya” ujar Pastor John Wahyudi.
Pastor John Wahyudi memberikan penguatan kepada orang-orang muda untuk selalu mensyukuri apa pun bentuk panggilan hidupnya.

“Berusaha untuk selalu setia dalam panggilannya sebagai Orang Katolik baik sebagai awam Katolik maupun sebagai biarawan-biarawati nantinya”, pesan Pastor John Wahyudi.

“Setiap manusia memiliki panggilan hidup masing-masing, tetapi semua panggilan itu adalah bukti cinta Tuhan kepada kita dan bila Tuhan menghendaki Ia akan memanggil kita dengan cara yang ajaib” sambung suster Erika Simamora.

Dalam sharingnya Frater Pio mengungkapkan “bila kita menginginkan/ bertekad sesuatu, apapun caranya kita harus yakin dan tak mudah menyerah”.
Suster Margaret mengajak teman-teman muda katolik semakin memperkokoh iman dan menjadikan pengalaman-pengalaman yang telah di sharingkan oleh para pastor, suster, bruder, dan frater selama ‘ live in’ sebagai contoh dan teladan bagi teman-teman muda dalam menjalani “panggilan” hidupnya.
Talk Show terasa semakin menarik dan tak membosankan karena ‘host’ memberi selingan dengan penampilan beberapa atraksi kesenian dari OMK dan pemberian bingkisan khusus dari panitia untuk orang-orang muda.
Caranya terlebih dahulu orang muda harus menjawab dengan benar pertanyaan yang disampaikan oleh ‘host’. Isi pertanyaan berkaitan dengan apa yang telah disampiakan oleh para nara sumber.
Tidak terasa, talk show malam itu berakhir pukul 22.00 WIB.
Paul_ Komso KAP



