Widyaningtyas Suguhkan Aneka Metode Pembelajaran yang Kreatif untuk Guru PAUD/TK Katolik dalam Workshop Penguat Pendidikan Karakter (PPK) Terintegrasi PAUD

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara global dewasa ini, menyentuh hampir semua aspek kehidupan maupun pekerjaan. Begitu juga dengan dunia pendidikan tidak luput dari rembesan pesatnya kemajuan itu. Oleh karena itu lembaga-lembaga pendidikan gencar melakukan perubahan, pembaharuan terus-menerus bagi para gurunya dengan mengikuti berbagai pelatihan dan seminar.

Mengapa guru yang pertama-tama harus dibekali? Karena mereka adalah garda terdepan yang bertanggungjawab mengedepankan kualitas pendidikan peserta didik. Guru sebagai figur sentral di dunia pendidikan dewasa ini kerap menjadi sorotan dan dalang dari sukses atau tidaknya peserta didik di sekolah.

Maka dari itu guru dituntut profesionalitas agar tidak ‘salah asuh’, artinya mereka harus benar-benar kompeten dalam bidangnya masing-masing.

Tuntutan professional dan kompetensi seorang guru zaman now sebenarnya tidaklah muluk-muluk misalnya: menguasai materi ajar dengan baik, menguasai IT, menggunakan berbagai metode/model pembelajaran yang variatif, memiliki perangkat pembelajaran (silbus,RPP), berkomunikasi dengan baik, proses KBM menggunakan PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif Inovatif/Interaktif Kreatif Efektif Menyenangkan Gembira Berbobot), disiplin, performance menarik.

Oleh karena, guru dituntut untuk benar-benar menjadi professional dan kompeten dalam lingkup yang paling kecil sesuai bidangnya masing-masing. Jika tidak, maka beberapa penyakit berikut siap mengerogoti mentalitas para guru seperti: ASMA (ASal Masuk Kelas), ASAM URAT (Asal Sampai materi kuranga kurat), MUAL (Muatan Amat Lemah), KUDIS (Kurang Disipilin).

Agar terhindar dari beberapa penyakit akut ini, maka seorang guru harus kreatif, inovati dan produktif.

Menanggapi permasalahan yang cukup genting ini, lembaga atau forum pemerhati pendidikan sekolah-sekolah Katolik di Pontianak yang bernama Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Pontianak (MPK-KAP), menggelar workshop Penguat Pendidikan Karakter (PPK) Terintegrasi PAUD.

Seminar ini mengambil tema “Guru kreatif dan Inovatif”, ungkap ketua MPK-KAP, Br. Bernardinus Sukata, MTB.

Tercatat 80 peserta yang terdiri dari para pengurus MNPK-KAP dan guru PAUD/TK katolik se-kota Pontianak berkumpul di Rumah Retret Wisma Immaculata guna  mengikuti workshop selama tiga hari, 16-18 April 2018 yang lalu.

Hadir sebagai narasumber workshop yaitu, Widyaningtyas Sistyaningrum utusan dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jakarta (LPMP DKI), Theo Wargito-sekretaris MNPK, dan Roy Yusuf-pengurus MNPK jenjang PAUD.

Selama tiga hari guru-guru PAUD/TK ini dibimbing bagaimana menjadi guru yang kreatif, inovatif sekaligus produktif.

Menurut paparan dari Roy Yusuf selaku pengurus MNPK jenjang PAUD, pendidikan anak usia dini sangat penting. Anak-anak ini adalah aset bangsa yang harus dibina sejak awal.

“Mereka perlu dipersiapkan untuk mengahadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Salah satu investasi yang bisa kita berikan untuk anak-anak adalah memberikan pendidikan usia dini kepada mereka,”ungkapnya.

Para guru ini disuguhkan aneka metode pembelajaran yang kreatif dan langsung dipraktekkan dalam kelompok masing-masing.

Selain itu ada ruang sesi tanya jawab, diskusi dan presentasi. Mereka juga dihimbau untuk ‘jangan malas’ artinya jangan menganggap remeh materi pembelajaran yang akan diberikan kepada anak-anak didik.

“Guru itu perlu belajar terus-menerus (lifelong learning) agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Belajar atau membaca materi yang akan diajarkan sambil mengeksplorkan materi tersebut sangat penting sebelum dia mengajar siswa/peserta didik di kelas,”ungkap Ibu Widyaningtyas.

Pembekalan bagi para guru PAUD/TK ini mendapat respon yang positif bagi peserta workshop, salah satunya adalah  Sr. Romana SFIC.

“Metode-metode ini sangat membantu saya untuk lebih kreatif lagi ketika berada di kelas. Selama ini saya kerap kehabisan ide untuk menyiapkan bahan ajar,” ungkap biarawati yang sehari-harinya bertugas di TK asuhan para suster SFIC di Pontianak.

Sr. Maria Seba, SFIC_ Komso KAP

Kredit photo: Sr. Romana SFIC dan Oliva

 

Tinggalkan Balasan