Sambut Bulan Maria Umat Katedral St. Yosef Pontianak Gelar Aksi 1000 Kuntum Mawar dan Prosesi Perarakan Patung Maria dengan Lilin Menyala

Mendedikasikan bulan Mei sebagai bulan Maria merupakan salah satu tradisi yang cukup populer dalam Gereja Katolik. Ketika memasuki bulan Mei seluruh Gereja semesta mengelar berbagai kegiatan khusus untuk menghormati Bunda Maria. Misalnya, berdoa rosario dari rumah ke rumah, ziarah ke gua Maria, mengadakan baksos amal ke panti-panti, dan sebagainya. Aksi serupa juga dilakukan oleh umat katolik di Paroki St. Yosef Katedral di Keuskupan Agung Pontianak.

Namun umat paroki katedral St. Yosef Pontianak ini memiliki cara khas tersendiri dalam menyambut bulan Maria. Mereka mengelar aksi seribu kuntum mawar, lilin menyala  dan prosesi perarakan patung Bunda Maria. Ada hal yang menarik diantara ketiga seremonial di atas yaitu aksi seribu mawar yang didekor di depan patung ‘Bunda Maria Ratu Semesta Alam’ ini menyerupai bentuk hati dengan kombinasi dua warna yaitu merah dan putih.

Nilai rohani yang terungkap dari dekorasi seribu mawar ini melambangkan persatuan seluruh umat Katolik yang ada diseluruh jagat raya. Bentuk hati itu melambangkan hati seluruh umat yang senantiasa terarah kepada Tuhan, utuh bersatu tak terpisahkan dan selalu berada dalam lindungan cinta kasih keibuan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja.

“Dekorasi 1000 mawar bentuk hati dengan kombinasi warna merah dan putih itu Indonesia banget. Ini melambangkan persatuan seluruh umat katolik di Indonesia yang beraneka ragam dan saling mendoakan,”ungkap Supia salah satu umat yang mengaku terharu dengan kegiatan prosesi pembukaan bulan Maria kali ini.

Kegiatan yang diprakarsai oleh komunitas doa Legio Maria-KAP ini diawali dengan doa rosario bersama di depan plaza Pieta samping Wisma Keuskupan Agung Pontianak pada pukul 17.15 WIB sore hari tanggal 1 Mei 2018. Meskipun hujan deras menguyur kota Pontianak disertai dengan dentuman halilintar yang memekakkan telinga, namun tidak menyurutkan antusiasme umat untuk mengikuti prosesi perarakan yang dimulai dari plaza Pieta menuju ke Gereja Katedral. Sekitar ribuan umat hadir menyaksikan prosesi perarakan tersebut dengan memegang lilin bernyala dan sambil mendaraskan doa salam Maria.

Kegiatan pembukaan bulan Maria ini memberi kesan yang berbuah manis di kalangan umat Katedral. Sharing iman terlontar dari ungkapan Marselia. Ia mengaku terharu dengan prosesi perarakan patung Bunda Maria memasuki Katedral. Remaja putri yang mengaku masih sebagai mahasiswi ini kagum dengan cara umat katolik dalam mengungkapkan iman dan penghormatannya kepada Bunda Maria.“Bunda Maria itu merupakan tempat saya selalu berbagi kisah hidup baik suka maupun duka. Dia bagaikan seorang ibu yang selalu ada kapan pun saya membutuhkan,”ungkapnya penuh iman.

Gemerlap ribuan cahaya lilin memenuhi gedung gereja Katedral disertai dengan lantunan lagu Maria yang merdu semakin menambah semaraknya seremonial misa pembukaan bulan Maria yang dipimpin oleh Pastor Astono Aji OFMCap, pembimbing rohani persekutuan doa Legio Maria-KAP dan RD. Alexius Alek, pastor kepala paroki St. Yosef. Katedral Pontianak.

Berbicara dalam pengantarnya Pastor Aji memperkenalkankan secara singkat sejarah dari Bulan Maria. Bahwa sejatinya Gereja Katolik memiliki tradisi mendedikasikan bulan Mei sebagai bulan Maria sudah ada sejak tahun 1883. Menurut sejarahnya, praktek mendidikasikan bulan Mei kepada bunda Maria dipopulerkan oleh ensiklik rosario yang dikeluarkan oleh Paus Leo XII awal 1883 dan diakhir tahun 1889, dimana Paus menulis 12 ensiklik tentang rosario dan 5 surat apostolik tentang rosario.

“Teladan Bunda Maria dalam melaksanakan kehendak Allah, dalam kesetiaan serta imannya yang kokoh, hendaknya menjadi contoh bagi seluruh umat. Mari mengawali perziarahan iman kita pada pembukaan bulan Maria ini dengan tekun mendaraskan wujud doa-doa kita yang terus-menerus melalui perantaraan Bunda Maria,”ungkap imam ordo Kapusin ini sembari mengajak umat untuk mendoakan juga para gembala gereja, Paus, Uskup, Imam dan Diakon.

Sementara RD. Alexius Alek dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang hadir, secara khusus kepada kelompok persekutuan doa Legio Maria-KAP yang telah berpartisipasi mempersiapkan kegiatan pembukaan bulan Maria di Paroki St. Yosef Katedral. “Tradisi menyambut bulan Maria tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Maka dari itu apa yang menurut kita baik perlu dilanjutkan. Sehingga ke depannya semakin lebih baik lagi perayaannya. Partisipasi dari Legio Maria sangat kami butuhkan guna membantu para pastor untuk menyelenggarakannya perayaan pembukaan bulan Maria seterusnya,”ungkapnya. Setelah berkat penutup, seluruh umat diundang berarak menuju ke Plaza Maria, samping Katedral untuk menyampaikan doa dan puji-pujian khusus menghormati Bunda Maria.

By Sr. Maria Seba SFIC

Kredit foto: Dimas  dan Adiwardi

 

Tinggalkan Balasan