Perayaan PKSN Upayakan Penuhi Harapan Nasional dan Gereja Lokal dalam Perannya Memberikan Literasi Media pada Masyarakat

Hal itu disampaikan Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, RD. Kamilus Pantus saat memberikan sambutan pada malam ramah tamah Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) 2018, Minggu (6/5) lalu di gedung Serba Guna Tjilik Riwut Keuskupan Palangkaraya.

Kata RD. Kamilus, tidak ada satu patokan paten yang dikeluarkan Tahta Suci Vatican bagaimana merayakan Hari Komunikasi selain diminta dirayakan pada hari Minggu Paskah VII. Semua Konferensi Waligereja di dunia mempunyai caranya tersendiri dalam memaknai Hari Komunikasi.

RD. Kamilus Pantus

“Dan kami di Komisi Komsos KWI telah memulainya dari tahun 2014, yaitu Pekan Komunikasi Sosial Nasional,” ujar RD. Kamilus.

Dikatakannya, PKSN yang ada di Indonesia sejujurnya bukan dimulai dari awal. Tapi dipelajari dari Konferensi Waligereja Italia. Di sana mereka sudah terlebih dahulu melaksanakan kegiatan untuk menyambut Hari Komunikasi. Yang berbeda adalah cara merayakannya. Dan Komsos KWI menerjemahkannya dalam konteks Gereja Katolik Indonesia.

“Acara selama sepekan ini disusun bersama antara Komsos KWI dan keuskupan yang menjadi tuan rumah. Sehingga betul-betul memenuhi harapan dari tingkat nasional dan juga Gereja lokal,” jelas RD. Kamilus.

Menurut RD. Kamilus, yang terlibat dalam kegiatan PKSN diharapakn bukan hanya dari kelompok yang terbatas, bukan hanya orang Katolik.  Tetapi PKSN merupakan perayaan lintas iman, lintas agama, lintas budaya. Dan sebagai sumbangan dari Gereja Katolik Indonesia dalam perannya memberikan literasi media kepada masyarakat.

“Untuk itu perlu ada gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, akademisi, LSM, tokoh agama dan semua orang yang berkehendak baik untuk melakukan literasi media mulai dari tingkat nasional sampai ke Gereja lokal . Tahun 2018 ini merupakan PKSN ke-5. Dan Keuskupan Palangkaraya ini mewakili regio Gerejani Kalimantan,” tandas RD. Kamilus.

Gerakan bersama literasi media sangat diperlukan untuk meminimalisir konten negatif di media sosial. Tahun 2018 ini sudah ada 2 Keuskupan yang mengadakan kegiatan PKSN, yaitu Keuskupan Malang dan Keuskupan Ketapang. RD. Kamilus berharap tahun-tahun berikutnya masih ada lagi keuskupan lain yang menyusul.

“PKSN ditingkat keuskupan-keuskupan adalah wujud sumbangan Gereja Katolik lokal dalam memberikan literasi media kepada masyarakat,” ujar RD. Kamilus.

PKSN 2018 mengusung tema “Kebenaran akan Memerdekakanmu: Berita Palsu dan Jurnalisme Perdamaian.” Terkait dengan rema ini berbagai kegiatan diglear mulai dari workshop audio visual, workshop menulis kreatif, literasi media, lomba debat, lomba menggambar dan mewarnai, lomba menyanyi, rekoleksi pasangan suami istri dan Orang Muda Katolik.

Specialnya lagi, Menteri Komnunikasi dan Informatika Repbublik Indonesia (Menkominfo) sudah memastikan kehadirannya untuk memberikan seminar nasional di kegiatan PKSN 2018. Kedatangan Menkominfo direncanakan pada Jumat 11 Mei dan akan disambut dengan ritual adat Palangkaraya

Paul_Komsos KAP

 

 

Tinggalkan Balasan