Tergabung dalam Kelompok Workshop Audio Visual di PKSN 2018 Crew Komsos Keuskupan Agung Pontianak Sabet Juara Pertama Pembuatan Film Pendek Durasi Tiga Menit

Kegiatan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) ke-52 di Palangka Raya Kalimantan Tengah mengagendakan workshop Audio Visual berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2018 di aula UNIO Keuskupan Palangka Raya.

Peserta yang hadir didominasi oleh Orang Muda Katolik dari berbagai Komsos keuskupan di Indonesia. Crew Komsos Keuskupan Agung Pontianak yang diwakili oleh saudara Samuel juga termasuk di dalamnya.

Dalam kegiatan ini para peserta dibimbing oleh Tim Studio Audio Visual PusKat Yogyakarta yang dimotori Romo Murti Hadi Wijayanto, SJ.

Samuel melakukan pengambilan gambar

Tidak banyak teori yang diberikan. Pembimbing menginginkan peserta lebih memahami prakteknya ketimbang banyak menguasai teori-teori tetapi begitu praktek tidak bisa berbuat apa-apa.

Oleh karena itu, setelah diberikan sedikit teori-teori yang dianggap penting dan paling mendasar dalam membuat sebuah produksi audio visual, para peserta langsung dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk memproduksi satu film pendek berdurasi tiga menit.

Paulus Mashuri sebagai Ketua Komsos Keuskupan Agung Pontianak sempat mengintip beberapa proses yang harus dilalui oleh para peserta untuk sampai pada memproduksi sebuah film pendek. Mulai dari membicarakan tema, memilih sutradara yang akan mengatur lakon/adegan, pembuatan naskah, penentuan pemain, penentuan lokasi shooting, teknik pengambilan gambar, sampai kepada proses pengeditan.

Salah satu adegan dalam film pendek “Bertindak dengan Kejujuran”

Samuel dari Komsos Keuskupan Agung Pontianak mendapat tugas pada pengambilan gambar /shooting, mengatur lokasi shooting dan proses pengeditan. Tugas ini cukup berat, tapi Samuel dengan keyakinan dan penuh semangat menerima dengan hati tugas ini.

“Saya yakin Samuel pasti bisa melakukannya. Bukankah selama ini Samuel juga sudah sering melakukannya di Komsos Pontianak,” ujar Paulus Mashuri.

Terlihat Samuel sangat bertanggungjawab dengan tugasnya ini. Saat proses pengeditan, Samuel bekerja sampai subuh. Maklum deadlinenya harus diserahkan keesokan harinya. Jadi waktu yang diberikan begitu singkat dari para mentor.

Ada tujuh film pendek yang diproduksi dari tujuh kelompok yang ada. “Bertindak dengan Kejujuran”  demikian judul film pendek yang dipilih oleh kelompok Samuel.

Film ini menceritakan seorang anak yang bekerja sebagai cleaning service di sebuah kampus dan merupakan tulang punggung keluarga di mana ayahnya sendiri dalam keadaan sakit-sakitan sehingga tidak dapat bekerja hanya terbaring di tempat tidur.

Keadaan keluarga sangat miskin, uang untuk berobat tidak ada, gaji hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suatu ketika, saat membersihkan ruang pertemuan di kampus, ia (anak yang bekerja sebagai cleaning service) menemukan dompet yang berisi uang yang cukup untuk mengobati ayahnya yang sedang sakit. Hatinya mulai bimbang, ambil atau dikembalikan. Ketika akan pulang, di dalam perjalanan ia melihat dan mendengar dua orang sedang berdialog. Yang satunya menangis sambil menceritakan bahwa dompetnya hilang dan tercecer. Banyak kartu-kartu penting dan berharga di dalamnya. Tambah lagi ada sejumlah uang.

Adegan ayah yang sedang sakit dirawat oleh sang anak yang menjadi tulang punggung keluarga

Melihat dan mendengar itu, ia tak mau memngambil keuntungan di atas penderitaan orang lain, meskipun dirinya menyadari bahwa keluargapun sangat membutuhkan.

Dengan tekad yang kuat ia kembalikan dompet itu kepada pemiliknya. Si pemilik dompet sangat senang dan gembira. Sebagai ucapan terima kasih, pemilik dompet itu lalu memberikan sejumlah uang ada di dalam dompet itu. ….etc

Ceritanya sederhana, tapi pesan yang mau disampaikan sangat mudah ditangkap oleh siapapun yang menonton film pendek tersebut. Barangkali inilah alasan yang paling kuat dari para juri sehingga kelompok ini terpilih sebagai juara pertama. Di samping mungkin ada juga kekuatan dari segi pemilihan lokasi shooting, kekuatan karakter pemain, pemilihan musik, teknik pengambilan gambar dan hasil editan tentunya.

Proficiat Samuel, teruslah berkarya dan hasilkan film-film pendek lainnya untuk mewartakan sukacita Allah khususnya bagi umat di Keuskupan Agung Pontianak.

Paul  _Komsos KAP

Tinggalkan Balasan