P. Gregorius : Saat ini 85 Persen Panitia sudah Siap Sukseskan Perhelatan Jamnas Sekami di Keuskupan Agung Pontianak

Hal itu disampaikan P. Gregorius Sabinus, CP selaku (Dirdios KKI) Keuskupan Agung Pontianak sekaligus ketua umum OC Panitia Jamnas Sekami 2018 saat berkunjung di kegiatan pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Komsos Keuskupan Agung Pontianak, 1-3 Juni 2018 di Rumah Retret Wisma Immaculata.

Katakan P. Gregorius, berbagai persiapan sudah dilakukan. Semua seksi-seksi yang ada di kepanitiaan dengan semangat militannya berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan tugas dari seksinya guna mensukseskan perhelatan Jamnas Sekami 2018.

“Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang dengan caranya masing-masing turutserta membantu persiapan yang panitia lakukan. Panitia tidak dapat bekerja sendiri, untuk itu OMK yang ikut dalam kegiatan pelatihan jurnalistik ini diharapkan juga dapat membantu mensukseskan Jamnas Sekami 2018 yang akan digelar pada tanggal 3-6 Juli 2018 mendatang,” ujar P. Gregorius.

Pada kesempatan itu, P. Gregorius juga menjelaskan bahwa Jamnas yang akan diadakankan pada 3-6 Juli 2018  di Keuskupan Agung Pontianak merupakan bagian dari perayaan 175 tahun SEKAMI yang dirayakan secara internasional. Kegiatan ini akan diikuti oleh 37 keuskupan.

Peserta pelatihan jurnalistik berfoto bersama P. Gregorius

Menyangkut tema besar dari perhelatan Jamnas Sekami 2018, yaitu : “Berbagi Sukacita Injil dalam Kebhinekaan”, P. Gregorius mengatakan Indonesia sendiri sangatlah plural, terdiri dari berbagai macam suku, pulau dan ras. “Di sinilah kita ingin berbagi sukacita di bumi nusantara,” tambahnya.

P. Gregorius mengatakan perhelatan selama empat hari ini, peserta yang terdiri dari remaja dan pendamping akan bersama-sama belajar lebih lanjut mengenai identitas gereja yang berbagi sukacita Injil.

“Anak-anak dari seluruh nusantara akan diajak untuk mengenal lebih jauh mengenai hakikat gereja misioner dan bagaimana memberikan pemahaman agar dapat direalisasikan dalam konteks kebhinekaan di Indonesia,” tuturnya.

Paul_Komsos KAP

Tinggalkan Balasan