Romo Andreas Kurniawan OP Sempat Tidak Mendapat Restu Dari Orangtua, Kini Ia Merayakan HUT Imamat Ke-9.

Tepat sembilan tahun yang lalu pada tanggal 3 Juni 2009, diakon Andreas Kurniawan OP menerima tahbisan imamat suci dari tangan Kardinal Julius Darmaatmadja SJ menjadi Pastor Andreas Kurniawan OP. Imam Ordo Dominikan ini mengungkapkan bahwa panggilannya menjadi imam bukanlah kebetulan. Hal ini merupakan penyelenggaraan ilahi, sebab dalam banyak peristiwa dia mengalami jamahan kasih Allah secara khusus melalui keluarganya, sehingga dengan tekad yang mantap ia memilih panggilan khusus menjadi imam.

Ucapan selamat ulang tahun Imamat ke-9 kepada Romo Andreas OP oleh Pak Errol Jonathans pada misa penutupan Pelatihan Jurnalistik.

Di hari ulang tahun imamatnya yang ke-9, Romo Andreas membagikan pengalaman panggilannya pada misa penutupan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak (Komsos KAP). Alumnus Seminaris Menengah KAJ Wacana Bhakti ini berkisah bahwa keinginannya menjadi imam sempat tidak mendapat restu dari orangtuanya. “Waktu itu orangtua saya sempat tidak mengizinkan saya menjadi imam. Namun karena keinginan saya kuat, akhirnya mereka memberi restu,”  ungkap Romo Ekonom Keuskupan Agung Pontianak asal Paroki Toasebio, Jakarta Barat mengakhiri kisahnya.

Ucapan selamat disampaikan oleh 48 peserta Pelatihan Jurnalistik beserta narasumber dan panitia dengan prosesi tiup lilin ulang tahun imamat disertai lagu, setelah itu ada sesi photo bersama Romo Andreas, kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama di refter/ruang makan Wisma Immaculata.

Proficiat Romo Andreas Kurniawan OP atas kesetiaannya dalam menjalani panggilan suci. “Sacerdos in aeternum”

 

By Sr. Maria Seba SFIC_Komsos KAP

Tinggalkan Balasan