Mgr. Agus Pertimbangkan Stasi Capkala Dimekarkan Menjadi Paroki Baru di Wilayah Keuskupan Agung Pontianak

Dengan diberkati dan dirersmikannya gereja Santo Gregorius Agung Stasi Capkala oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus dan Plt. Bupaati Bengkayang, Agustinus Naon, S.Sos, Sabtu (2/6/2018), besar harapan dari panitia dan umat untuk mewujudkan Capkala menjadi paroki baru pemekaran dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Singkawang.

Rencana pemekaran Capkala menjadi paroki sudah dicanangkan sejak tahun 2013 ketika Pastor Amandus Ambot, OFMCap menjabat sebagai Pastor Kepala Paroki Santo Fransiskus Asisi Singkawang saat itu.

Mgr. Agustinus Agus menanggapi keinginan panitia dan umat Stasi Capkala. “Tidak mudah, untuk memekarkan sebuah paroki, namun keuskupan akan meninjau lagi perkembangan dan jika ada tenaga imam dari tarekat ataupun imam lain, maka Capkala bisa lebih lanjut dipertimbangkan menjadi paroki. Lokasi yang sangat strategis ini, menjadi momentum yang spesial sekaligus strategis untuk berdirinya sebuah paroki,” ujar Mgr. Agus.

Lebih lanjut Mgr. Agus mengatakan, wilayah Keuskupan Agung Pontianak sendiri termasuk sebuah keuskupan yang sangat luas. Namun, untuk membangun sebuah paroki, tentunya tidak cukup hanya bangunan megah, tetapi dalam konteks ini yang paling dibutuhkan yaitu imam yang akan berkarya pada sebuah paroki itu.

Prosesi Pemberkatan gereja Santo Gregorius Agung Capkala

Diawali dengan perarakan dengan mobil hias dilakukan dari Gereja lama menuju Gereja Baru. Dalam perarakan tersebut, Uskup Agus dan PLT Bupati Bengkayang Agustinus Naon, menaiki mobil hias bersamaan dengan sambil melambaikan tangan kepada umat yang berjejer disepanjang jalan.

Sesampai depan Gerbang, Uskup Agus dan PLT Bupati dikenakan topi dan syal khas suku Dayak. Kemudian, lanjut pada pemotongan bambu dilakukan oleh PLT Bupati ditemani Uksup Agus.

Bermula dari dasar bahwa paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang memiliki wilayah teritorial sebagian besar berada di wilayah Pemkot Singkawang dan sebagian lainnya berada di wilayah Kabupaten Bengkayang, yang meliputi Kecamatan Capkala (terdiri atas 17 Stasi/kampung: Capakala, Mandor, Medang, Sebandut, Serangan, Setanduk, Aris, Trans SP I, Trans SP II-IV, Siapak, Parit Mas, Kecipu, Sei Daun, Pujung, Sumbang Air dan Parit Baru), Kecamatan Sungai Raya Kepulauan (1 Stasi: Mayanur) .

Secara geografi s, jarak antara Singkawang dan Capkala terpisah cukup jauh. Jarak antara Singkawang dan Capkala sekitar 60 Km. Seringkali pelayanan terhadap Umat Katolik yang hendak berurusan ke Paroki mengalami kendala. Pelayanan terhadap Umat menjadi kurang efektif. Menurut data statistik tahun 2013 jumlah total Umat Katolik Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang berjumlah 11.932 jiwa. Sekitar 4.539 jiwa berada di wilayah Kabupaten Bengkayang, sebagian besar berada di wilayah Kecamantan Capkala.

Berdasarkan data dan kenyataan di atas, Capkala dan sekitarnya sudah dimekarkan menjadi sebuah Paroki tersendiri. Hal ini telah dikomunikasikan oleh Pastor Paroki, P. Amandus Ambot., OFMCap, kepada Bapak Uskup Agung Pontianak. Dalam hal ini Bapak Uskup Agung Pontianak menyambut Positif rencana ini dan mendukung untuk segera dilaksanakannya langkah-langkah persiapan untuk pemekaran paroki Capkala.

Untuk dapat mewujudkan rencana tersebut, tentunya panitia tidak bisa kerja secara sendirian. Karena itu dibutuhkan dari banyak pihak untuk menyelesaikan pembangunan ini.

Sungguh  puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus bahwa pada tanggal 2 Juni 2018 telah rampung pembangunan Gereja Stasi Gregorius Agung Capkala ini. Dengan luas lahan kurang lebih 2 hektare dan luas bangunan Gereja baru dengan panjang 30 meter dan Lebar 15 meter. Sebuah kebanggaan sebagai ketua pembangunan Frederikus Amnatu, yang dipercaya untuk menjadi ketua panitia. Baginya, tanpa campur tangan pihak-pihak yang rendah hati alias donatur, pemerintah, pihak Gereja dan terutama Tuhan, mungkin Gereja ini tidak akan selesai, ujarnya.

Semz_Komso KAP 

Tinggalkan Balasan