Mgr. Agus : Keuskupan Agung Pontianak Miliki Sekolah Pendidikan Tinggi Guru Pertama, yaitu STKIP Pamane Talino Ngabang

Hal itu dikatakan Mgr. Agus dihadapan 48 orang peserta pelatihan jurnalistik  yang diselenggarkan oleh Komsos Keuskupan Agung Pontianak, tangal 1-3 Juni 2018 lalu di Wisma Immaculata Pontianak.

Mgr. Agus mengatakan, sejak 27 Mei 2018 lalu Keuskupan Agung Pontianak resmi mengeluarkan pengumuman secara terbuka bahwa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pamane Talino Ngabang telah diserahkan pengelolaan dan kepemilikannya kepada Keuskupan Agung Pontianak.

Penyerahan STKIP Pamane Talino  yang berlokasi di Jalan Pangeran Cinata, Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak ini atas kebaikan para pendiri Yayasan Landak Bersatu.

Mgr. Agustinus Agus

Atas penyerahan ini, Mgr. Agus telah menunjuk pastor-pastor anggota Ordo Dominikan (OP) sebagai pengelola utama dan pihak lain seperti Konggregasi Passionis (CP) sebagai pendukung di dalam pengelolaan yayasan dan persekolahan nantinya.

Mgr. Agus berharap ini merupakan kabar gembira terutama untuk semua pihak di Keuskupan Agung Pontianak karena telah memiliki Sekolah Tinggi yang nantinya akan mencetak calon-calon guru.

Karenanya, Mgr. Agus pada kesempatan itu mengatakan mohon doa,  dukungan dan keterlibatan dari semua umat atas perkembangan dan kemauan STKIP Pamane Talino.

RP. Johanes Robini Marianto, OP

“Salah satu bentuk keterlibatan umat adalah menyebarkan berita gembira ini sehingga banyak anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan setelah SMA/SMK bisa menjadikan STKIP Pamane Talino sebagai salah satu tujuan pendidikan mereka dan menjadi tujuan utama apabila ingin melanjutkan sekolah untuk pendidikan guru,” ujar Mgr. Agus.

Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si

Saat ini STKIP Pamane Talino memiliki tiga (3) program studi strata S1, yaitu : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes).

Menurut Mgr. Agus, guna menunjang mutu dan kualitas STKIP Pamane Talino, maka sarana dan prasarana saat ini sedang dalam proses. Nantinya akan dibangun kampus baru yang dirancang ramah lingkungan. Sehingga mahasiswa yang kuliah merasa nyaman.

Momen wisuda mahasiswa STKIP Pamane Talino Ngabang (foto : suara landak)

Kata Mgr. Agus, pendidikan sangat penting untuk mendidik generasi muda. Dan guru selalu dibutuhkan karena perannya begitu strategis, yaitu mendidik, mengajar dan membina.

“Oleh karena itu saya mau menerima pengalihan pengelolaan STKIP Pamane Talino dari Yayasan Landak Bersatu kepada pihak Keuskupan Agung Pontianak,” ujar Mgr. Agus.

Mahasiswa STKIP Pamane Talino (foto : Waskito Aji Suryo Putro)

Untuk ini semua, Mgr. Agus telah menugaskan pula RP. Johanes Robini Marianto, OP untuk mengelola STKIP Pamane Talino Ngabang.

Sementara RP. Johanes Robini Marianto, OP mengatakan bahwa nilai-nilai Kristiani akan hadir dalam pendidikan di STKIP Pamane Talino nantinya. “Namun ini tidak berarti eksklusif,” ujarnya seperti dilansir Tribun Pontianak.

Masa Orientasi Mahasiswa STKIP Pamane Talino (foto : arsip STKIP Pamane Talino)

Kata Robini, STKIP sebagai lembaga pendidikan bersifat terbuka untuk semua. Bahkan pengajarnya pun bukan hanya dari kalangan Katolik. “Kita profesional dalam mengelola. Hanya saja nilai-nilai manajemen dan karakter orientasi lembaga, pembinaan mental, terutama mahasiswa yang Katolik tentu menjadi berbeda,” tandas Robini.

Mantan Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot yang membawahi STKIP Pamane Talino juga memastikan perpindahan pengelolaan ini.

Mahasiswa STKIP Pamane Talino Ngabang (foto: suara Landak)

“Hanya saja secara resmi perpindahtangan pengelolaan STKIP Pamane Talino pada Agustus 2018 mendatang. Namun mulai Juni-Juli 2018 pengelolaan sudah berjalan, seiring tahun ajaran baru menyambut pendaftaran mahasiswa baru,” ujar Adrianus seperti dilansir Tribun Pontianak.

Paul

 

Tinggalkan Balasan