Pastor Kornelius Kuli Keban, MSC Dukungan Umat Akan Bantu Terlaksananya Pelayanan dan Karya MSC di Paroki Stella Maris Siantan

Inilah pernyataan yang disampiakan oleh Pastor Kornelius Kuli Keban, MSC selaku Kepala Paroki Stella Maris Siantan Pontianak – Kalimantan Barat kepada wartawan Komsos Keuskupan Agung Pontianak, disela-sela perhelatan pemberkatan Biara MSC, Jumat (8/6/2018) di Jalan Kebangkitan, di lingkungan Santo Yosef wilayah Batu Layang.

“Adanya Biara MSC di tengah umat menandai kehadiran dan kedekatan para Misionaris Hati Kudus kepada umat,” tandas Pastor Kornelius.

Oleh karena itu, Pastor Kornelius berharap umat mendukung kehadiran Biara MSC ini dan dapat memanfaatkannya untuk semakin menumbuhkan keimanan mereka. Bentuk dukungan dari umat merupakan tanda bahwa umat menerima kehadiran MSC di tengah-tengah mereka.

Pastor Kornelius meyakini bahwa para pastor yang nantinya tinggal dalam biara ini akan memberikan warna tersendiri bagi umat di sini.

“Inilah implementasi dari seruan Bapa Suci : Gembala Berbau Domba, di mana para pastor diharapkan dapat bergaul, bergumul dengan persoalan-persoalan hidup keseharian umat, dan memberikan harapan akan hidup yang lebih baik terutama dalam hal iman,”ujar Pastor Kornelius.

Pastor Kornelius berharap dapat menggunakan biara ini sebaik-baiknya. Apa yang sudah berjalan selama ini di biara lanjutkan dan tingkatkan. Kelompok-kelompok doa, pembinaan bagi OMK, remaja dan anak-anak harus mulai dihidupkan.

“Saya senang sudah ada kelompok yang rutin menggunakan biara ini, seperti komunitas Neocatechumenal, pungkas Pastor Kornelius.

Kata Pastor Kornelius, biara ini dihadirkan untuk menjawab keinginan memiliki rumah bagi para pastor MSC sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal bagi umat. Kurang lebih tiga tahun, keinginan ini baru bisa terwujud. Berawal dari adanya tawaran dari warga masyarakat yang tinggal di Jalan Kebangkitan wilayah Batu Layang yang akan menjual rumahnya, di mana saat itu Pastor Jepri Adrianus Bogia, MSC masih bertugas di Paroki Stella Maris Siantan. Setelah ditinjau lokasinya, dan merasa cocok maka diajukanlah ke provinsial MSC. Melalui berbagai proses, akhirnya pengajuan pembelian rumah warga untuk dijadikan biara disetujui.

“Jadi biara ini masih asli dari rumah semula. Belum sedikitpun diadakan perubahan. Kami hanya melakukan pengecatan di beberapa tempat di bagian luar rumah ini, termasuk pagar,” jelas Pastor Kornelius.

Dijelaskan Pastor Kornelius, biara memiliki lima kamar. Satu kamar untuk anak-anak yang tinggal di sini. Empat kamar untuk konfrater. Luas tanah hampir lima ribu meter persegi, dan luas rumah adalah 19 x 12 meter persegi.

“Biara yang representatif dan cukup besar ini akan berdaya guna dengan baik apabila adanya dukungan dari umat. Dukungan umat tentu akan membantu terlaksananya karya pelayanan MSC di daerah ini, “harap Pastor Kornelius.

Paul-Semz

Kredit Photo : Bambang Widhies

Tinggalkan Balasan