Pastor Astanto CM : Perpustakaan Paroki Dapat Menjadi Sarana Pengembangan Iman, Namun Belum Disadari Umat

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dalam jumlah yang besar. Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, dan rekreasi. Perpustakaan merupakan jantungnya pendidikan, yang dapat membangun karakter karena berbagai macam informasi bisa kita dapatkan diperpustakaan.

Melihat pentingnya peran perpustakaan, Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak menyediakan ruang untuk umat “bermain” dengan informasi. Namun, bagaimana kondisi perpustakaan tersebut, bila dilihat sekarang informasi bisa diperoleh hanya dengan meng-klik tanpa harus bolak-balik buka buku?

“Adakah perpustakaan di Gereja ? Dimana ?” Ungkap Ria, umat di Paroki Keluarga Kudus. Bahkan keberadaan perpustakaan tidak diketahui oleh semua umat dan tidak dicari-cari lagi. Perpustakaan gereja selama ini hanya jadi tempat penyimpanan, tanpa ada interaksi dari umat. Koleksi buku yang seadanya dan terlihat tak pernah disentuh. Ruangan yang hampa, karena tak banyak pengunjung.

“Memang perpustakaan selama ini belum menjadi perhatian, karena belum sejalan dengan tujuan pastoral seperti nama paroki ini, keluarga kudus.” ungkap Pastor Astanto,CM selaku Pastor Paroki.

Pastor Astanto mengatakan perjumpaan umat saat mengunjungi perpustakaan semestinya bisa menjadi cara untuk menjalin persaudaraan dan menciptakan keluarga kudus.

“Secara logika memang benar kalau buku mempunyai informasi yang akurat dan sudah disunting. Dan buku itu membuat kita menjadi kritis, buku itu tidak hanya cukup informatif tetapi juga perlu dipertanyakan. Sehingga jika melihat dari kacamata iman, membaca buku dapat membuat kita kritis dalam iman. Namun, berapa banyak umat yang menyadari hal itu?” ujar Pastor Astanto.

Menurut Pastor Astanto, sejak terbukanya kebebasan informasi dan teknologi media, pertumbuhan media massa dan media baru mengalami peningkatan yang signifikan. Ini menyebabkan informasi dapat disebar dengan mudah dan diterima dengan cepat tanpa disortir. Semuanya menjadi mudah. Bahkan hoax dengan mudah tersebar. Karena terbukanya kebebasan, media saling berlomba-lomba memberikan layanan informasi sehingga dampaknya semakin sulit terkontrol.

“Buku-buku yang ada di perpustakaan paroki sejatinya menjadi tempat referensi guna menimba pengetahuan iman dan bekal rohani bagi umat,” tandasnya.

Oleh karena itu, Pastor Astanto mengatakan gerakan membaca bisa dimulai dari para pembina kategorial, misalnya dengan membawa anak-anak binaannya ke perpustakaan paroki.

Paroki merupakan penggerak utama dan tempat yang tepat untuk penyelenggaraan katekese dari Gereja kepada umat. Maka, seyogyanya paroki mengoptimalkan setiap bentuk usaha pewartaan katekese, seperti pengadaan perpustakaan paroki guna menunjang pengetahuan umat.

Paroki sudah mengupayakan salah satu bentuk pewartaan katekese melalui perpustakaan dan itu worth it. Berilah perhatian pada perpustakaan itu.

Olin-OMK Paroki Keluarga Kudus Ptk

Kredit Photo : Ria

Tinggalkan Balasan