Pembinaan Iman Anak dan Remaja di Paroki Pahauman

Sebanyak 41 anak dan remaja yang terdiri dari 10 orang anak dan 31 remaja yang tergabung dalam SEKAMI (Serikat Kepausan Anak-Anak Remaja Misioner) hadir dalam kegiatan pembinaan iman di Gereja St.Yohanes Pemandi Pahauman, Minggu (10/6/2018).

Pembinaan iman pada hari Minggu itu didampingi oleh ibu Merin dan Kak Yani. Kegiatan pembinaan iman bertujuan untuk membina anak dan remaja agar dapat menerapkan pesan yang terkandung di Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari, serta mengarahkan kelompok remaja untuk membimbing kelompok anak dalam mengikuti kegiatan pembinaan iman ini sebagai bentuk penerapan semboyan “Children Helping Children” (Anak menolong sesama anak).

Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Jambore Nasional Sekami yang berjudul Berbagi Sukacita Injil dalam Kebhinekaan, dilanjutkan dengan doa pembukaan dan tepuk yel-yel sekami. Setelah itu, dilanjutkan dengan diskusi tentang perayaan misa pada hari Minggu. Ada 28 anak dan remaja mengacungkan jari ketika ditanya siapa yang menghadiri perayaan misa hari Minggu itu. Mereka diajak untuk mendiskusikan perikop Injil dan pesan yang dapat diambil dari perikop tersebut.

Yogo, salah satu remaja yang mengikuti pembinaan iman tersebut mengatakan bahwa dia mendapatkan pesan mengenai banyak kebaikan dalam hidup.

Ibu Merin menegaskan perlunya pembinaan iman bagi anak dan remaja, baik di Paroki maupun di wilayah dan stasi. Sebab pembinaan iman dari usia dini akan menanamkan iman kristiani kepada mereka sehingga mereka mengerti mana yang baik dan yang buruk sampai mereka dewasa nanti.

”Dari kecil iman Kristiani ditanamkan, maka pada waktu mereka terjun ke masyarakat, mereka memiliki semangat cinta kasih dalam melayani di mana saja tanpa membeda-bedakan serta mampu menghadapi tantangan masa sekarang yaitu radikalisme dan hoax,” jelas Ibu Merin.

Lady, salah satu animatris yang bertugas sebagai penggerak anak-anak yang bergabung dalam kegiatan sekami untuk melayani sesama, mengatakan bahwa hubungan antara anak-anak dan remaja dalam sekami cukup baik dan mereka dapat bekerja sama antara satu sama lain.

“Banyak hal yang dapat diambil dari kegiatan ini, antara lain kekompakan, menghargai sesama, cara rela berkorban. Harapan saya adalah semoga para anggota sekami meningkatkan sikap solidaritas dan saling menghargai antara sesama serta selalu ingat akan Tuhan Yesus yang menyertai kita semua.” ungkap Lady.

Diskusi perikop Injil hari Minggu itu diakhiri dengan permainan kisah Samson dan Delila yang dimainkan secara berkelompok. Mereka terlihat bersemangat dan antusias dalam permainan tersebut sambil tertawa bersama.

“Kita jangan terlena dengan kenikmatan duniawi. Kenikmatan duniawi itu boleh, tetapi jangan berlebihan karena sesuatu yang berlebihan tidak ada baiknya” ujar Ibu Merin sekaligus penutup permainan berkelompok ini.

Grasela – OMK Paroki Pahauman

Tinggalkan Balasan