SVD YOUTH 2 : BERAKAR BERTUMBUH DAN BERBUAH (JUMPA ORANG MUDA MISIONER)

Serikat Sabda Allah (latin: Societas Verbi Divini, disingkat SVD) atau populer dengan sebutan The Society of the Divine Word atau Divine Word Missionaries, dan terkadang juga disebut sebagai Steyler Missionaries, adalah salah satu ordo dari Gereja Katolik Roma yang didirikan pada tahun 1875 di Steyl, Belanda oleh Santo Arnoldus Janssen. Dan saat ini konggregasi Serikat Sabda Allah aktif lebih dari 70 negara, dengan sebagian besar misionarisnya berada di indonesia salah satunya di Kalimantan Barat.

Romo Joko, SVD

Dalam menjalankan misi misionarisnya, SVD mengadakan jumpa orang muda misioner atau SVD YOUTH ke-2 distrik Kalimantan Barat.

Kegiatan dikhususkan untuk paroki  di mana SVD berkarya, dan diikuti 4 paroki yang ada di Kalimantan Barat, yaitu : Bunda Maria Jeruju Pontianak, Sto. Fransiskus Xaverius Meliau, Kristus Raja Semesta Alam Teraju Toba, dan Sto. Petrus Kanisisus Tayan Hilir. Tiap paroki diminta mengutus 10 orang dan peserta yang hadir 37 orang.

Romo Dion, SVD

Tampil sebagai pembicara dalam SVD YOUTH ke-2 ini adalah Romo Joko, SVD dan Romo Dion, SVD.

Kegiatan berlangsung di Rumah Retret Constantini Ambawang dari tanggal 8-10 Juni 2018.  Tujuannya untuk mengingatkan anak muda khususnya SVD tentang tugasnya membawa pesan atau menjadi utusan pewartaan sebagai misionaris.

“Tak hanya dalam segi nilai kristiani, nilai-nilai dari Pancasila juga harus turut serta sehingga seimbang selama menjalani tugas pewartaan,” kata Romo Joko,SVD.

Sementara Romo Dion, SVD menekankan bagaimana OMK ‘Jaman Now’ harus bisa berakar, bertumbuh dan berbuah di era digital tetapi harus bisa membedakan mana yang positif dan yang negatif terutama dalam hal pewartaan nilai kristiani.

“Besar harapan kegiatan Jumpa Orang Muda Misioner ini menghasilkan orang muda yang bisa menjadi misionaris di dunia maya dan mengandalkan komunikasi yang baik agar tercipta persatuan dan pemberian diri dalam cinta,” tambah Romo Dion, SVD.

Kegiatan di buka dengan misa dan pengenalan dari masing-masing paroki. Selain materi-materi yang diberikan peserta juga diberi nilai-nilai kebersamaan di dalam perbedaan. Untuk itu setiap sesi dan waktu makan, peserta diharuskan selalu berada di dalam kelompok yang terdiri dari perwakilan tiap paroki. Dan juga ada sesi bersama kelompok menjawab pertanyaan tentang masalah-masalah yang sedang dihadapi pada masa kini, pementasan pentas seni dari tiap kelompok dan dihari terkahir tiap paroki diberi waktu untuk saling sharing tentang perkembangan OMK masing-masing agar yang lain bisa tahu bagaimana keadaan OMK tiap paroki dan memberi masukan agar kedepannya bisa lebih baik.

“Manusia adalah citra Allah (Kej 1:26) yang memiliki kemampuan berfikir, kemampuan moral dan kemampuan memimpin dalam satu paket, hendaknya para peserta bisa mengaplikasikannya di dalam misi misionarisnya, ujar Romo Joko, SVD

Diakhir pesannya, Romo. Joko, SVD menegaskan, karena diri kita adalah bait Allah, Tuhan ada di dalam kita dan apapun yang dilakukan bersumber dari Tuhan karena Tuhan adalah pusat kehidupan.

Cessnia Janing Selzi

Foto : Panitia Dokumentasi

 

Tinggalkan Balasan