Launching Buku “Eko-Pastoral Laudato Si’ Menuju Kalimantan Baru dalam” Pertemuan Regio Kalimantan

Pertemuan Regio Kalimantan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi, Komisi Keadilan dan Perdamaian, Pastoral Migrant Perantau dan Caritas  (PSE-KKP-PMP-Caritas) se Regio Kalimantan yang  diadakan di Keuskupan Palangkaraya pada tanggal 19-22 Juni 2018.

Pertemuan ini dihadiri oleh 8 Keuskupan yang ada di Regio Kalimantan diantaranya Keuskupan Tanjung Selor, Keuskupan Banjarmasin, Keuskupan Palangkaraya, Keuskupan Samarinda, Keuskupan Ketapang, Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sanggau, dan Keuskupan Sintang.

Tim perumus terdiri dari Pastor William  Chang, OFMcap, Prof. YC. Tambun Anyang dan Dr. Leo Surrisno.

Salah satu dari  tim perumus buku Eko-Pastoral Laudato  Si’ menuju Kalimantan Baru ini adalah Dr. Leo Sutrisno yang hadir dalam pertemuan ini, dan mengisi sesi pertama pada hari kedua  dengan tema mewujudkan tanah Kalimantan rumah kita bersama.

Leo Sutrisno mengatakan latar belakang dari perumusan Buku Eko-Pastoral Laudato Si’ Menuju Kalimantan Baru merupakan gagasan dari seluruh komisi pse kkp pmp caritas keuskupan se kalimantan. Buku ini merupakan sebuah proses panjang pergulatan komisi PSE-KKP-Caritas se kalimantan dengan  kondisi real kalimantan yg berdampak pada kerusakan lingkungan dan merosotnya nilai-nilai kehidupan masyarakat.

Dalam pendahuluan buku  dikatakan bahwa  menjadi murid misioner menuntut gerak keluar dari zona nyaman dan selalu berbuat kebaikan bahkan dari prosesnya.

Pada penyampaian sesinya, Leo Sutrisno memutarkan lagu ibu Pertiwi kepada para peserta, “Lagu ibu Pertiwi mewakili perasaan kita untuk bumi Kalimantan saat ini”, ucap Leo Sutrisno usai memutar lagu ibu Pertiwi.

“Gerakan Kalimantan baru menjadi rumah kita bersama, itu yang diinginkan oleh paus Fransiskus dan Kalimantan bagian dari itu”, tutur Leo Sutrisno dihadapan 60 orang peserta pertemuan Regio Kalimantan.

Leo Sutrisno juga menyampaikan visi gerakan Kalimantan baru yakni : Pertama “tanah Kalimantan adalah rumah kita bersama yang menjaga keutuhan ciptaan dengan semangat Injil dan nilai rumah panjang.

Kedua, atas dasar iman kristiani kita menyatakan bahwa tanah Kalimantan itu adalah ‘rumah’ yang diberikan Tuhan untuk semua ciptaan-Nya, manusia dan segenap makhluk lain yang tinggal di pulau ini.

Ketiga, yakni Tuhan memberi kepercayaan mulia kepada manusia, yakni agar memelihara keutuhan lingkungan yang terdiri atas: manusia, hewan, tetumbuhan, dan semua benda di alam tanah Kalimantan.

Selain visi gerakan, Leo Sutrisno juga menyampaikan misi gerakan Kalimantan  baru itu adalah menghidupi spiritual dan meningkatkan kesejahteraan. Tujuannya untuk mewujudkan gerakan Pastoral yang mengupayakan kesalehan ekologis umat beriman.

Fransiska Dena Lorenza

Tinggalkan Balasan