Legio Maria membantu karya kerasulan di Paroki Tanjung Hulu

Mengunjungi orang sakit, saudara-saudari di lapas, penghuni panti asuhan dan panti jompo, serta mendampingi anak-anak sekolah minggu, telah membuat seorang perempuan tertarik menjadi seorang legioner.

Legio Maria adalah kelompok kerasulan awam yang berdevosi kepada Bunda Maria dari Paroki Santo Hironimus, Tanjung Hulu, Pontianak. Kelompok “tentara” Maria itu lahir di Paroki Tanjung Hulu tanggal 26 Mei 2014 untuk kalangan dewasa dengan nama Legio Maria Bunda Pengharapan Suci (MBPS) yang saat ini memiliki 13 anggota dan tanggal 15 Mei 2016 untuk kalangan remaja dengan nama Legio Maria Immaculata (MI) dengan jumlah anggota  13 orang.\

Berkunjung dan menyalurkan bantuan ke Panti Marie Joseph

Perempuan itu, Maria Retno yang kini menjadi perwira Legio MBPS, menjelaskan bahwa sebagai “tentara” dia hanya menggunakan untaian-untaian doa sebagai senjata untuk melawan para musuh. “Seiring berjalannya waktu, dengan mengikuti kegiatan legioner, kita jadi banyak belajar berdoa, belajar membantu kegiatan pastoral dan bisa menjadi orang yang bisa menahan diri,” jelas legioner itu.

Berkunjung dan menyalurkan bantuan ke Panti Bunda Pengharapan

Legio Maria memiliki aturan yang dituangkan dalam instruksi tetap, baku dan tidak bisa diubah. Setiap legioner memiliki buku pegangan yang berisi aturan itu. Maka, kata Maria Retno, “tidak mudah menjadi seorang legioner sejati, karena banyak rintangan, baik di dalam maupun di luar.”

Namun, Maria Retno mengaku tetap bertahan dan jangan mengeluh, “karena itu semua untuk Bunda dan kemuliaan Tuhan kita,” karena “Siapa yang bertahan, dialah pemenangnya.”

OMK –  Paroki Tanjung Hulu

Tinggalkan Balasan