GOTAUS : Jadilah Imam yang Profesional dan Kontekstual

Hal ini disampaikan dr. Gunawan Hadibrata mewakili Gerakan Orangtua Asuh untuk Seminari (GOTAUS) usai Misa Penutupan Tahun Akademik dan Syukur atas selesainya Studi Teologi para Frater Tingkat 2 STT Pastor Bonus Pontianak, Jumat (22/6/2018) di Kapel Sang Pamanih (Penabur).

dr. Gunawan Hadibrata (GOTAUS) dan Frater tingkat 2

Gunawan Hadibrata berharap agar para calon imam tidak “menarik diri“ dari dunia, tapi harus masuk dan ikut menggumuli persoalan-persoalan dunia saat ini.

Gunawan Hadibrata menambahkan catatan bahwa dalam konteks upaya masuk ke dunia itu, para calon imam dituntut untuk mampu menerjemahkan ajarannya ke dalam bahasa nalar publik.

“Kami berharap agar para calon imam yang kemudian nantinya setelah ditahbiskan menjadi gembala umat untuk tanggap dengan perkembangan zaman.

Ia mengatakan, para imam yang bersentuhan dengan medan pastoral harus memahami kondisi perkembangan dunia agar mampu menata kegiatan profesionalnya secara kontekstual dan selaras zaman.

“Imam profesional berarti imam yang mampu bersaing dalam situasi saat ini sambil menatanya untuk menjadi ruang pengembangan warta gembira Tuhan,” kata Gunawan Hadibrata.

GOTAUS berfoto bersama 9 Frater tingkat 2

Hal ini, lanjut Gunawan Hadibrata dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam penimbaan kompetensi dan keahlian saat studi.

“Terkait itu pula GOTAUS hadir dan dibentuk di Keuskupan Agung Pontianak, ujar Gunawan Hadibrata.

Kata Gunawan Hadibrata, GOTAUS adalah gerakan kaum awam yang terorganisasi sebagai wujud partisipasi umat dalam mempersiapkan imam yang handal, profesional, dan kontekstual.

Paul

Tinggalkan Balasan