Mgr. Agus : Pesta Hidup Membiara Bukti Kesetiaan dan Ketahanan Para Suster KFS dalam Mengikuti Panggilan Tuhan

Demikian ungkap Mgr. Agus saat memimpin misa syukur Perayaan 94 tahun KFS berkarya di Indonesia dan 24 tahun mandiri serta 40 tahun dan 25 tahun hidup membiara dan juga atas tepilihnya dewan regio baru periode 2018-2022, Senin (11/6/2018) lalu di Gereja Katolik Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pontianak.

Mgr. Agus pimpin misa syukur

Kata Mgr. Agus, para suster yang merayakan hidup membiara ini telah menimba kekuatan dari Yesus sehingga sanggup menjadi saksi-saksi-Nya di tengah-tengah dunia sekarang.

“Sebagai biarawati yang telah berumur, tentu cara dan gaya hidup sebagai manusia mengalami perubahan tanpa kehilangan semangat dasar tarekat,” ujar Mgr. Agus.

Para pastor yang turutserta dalam misa syukur

Setelah bacaan injil kedua, Mgr. Agus memberikan satu pertanyaan kepada salah seorang suster yang merayakan hidup membiara, apa yang membuatnya bertahan sampai saat ini? Dengan penuh keyakinan suster itu menjawab,  “Tuhan setia, sehingga saya mampu sampai saat ini.”

Lalu, Suster itupun mengajak kaum muda supaya tidak takut hidup membiara menjadi suster, pastor, bruder dan frater karena di dalamnya terdapat kegembiraan yang tidak kalah juga dengan orang-orang yang  tanpa hidup membiara.

Para suster KFS, umat dan undangan dalam misa syukur

“Seperti apa yang terjadi di luar dapat juga dialami di dalam biara,” tuturnya.

Sebelum misa berakhir, sambutan dari Uskup Mgr. Agus mengucapkan selamat sekaligus berterima kasih kepada para suster yang telah mengabdikan dirinya selama 94 tahun KFS berkarya di Indonesia dan 24 tahun KFS mandiri dan atas terpilihnya dewan baru.

Mgr. Agus juga berpesan kepada seluruh umat dengan caranya masing-masing supaya mendukung para suster khususnya cita-cita mulia untuk mengabdi kepada sesama dan gereja, “ujarnya.

Suster Maria Elisa – Pimpinan Umum suster-suster KFS

Suster Maria Elisa, KFS selaku pimpinan umum suster-suster KFS periode 2018-2022 mengungkapkan bahwa terlepas dari sukacita, cara hidup sebagai seorang biarawati tidak luput dari kelemahan dan kesepian. Namun, justru di dalam kelemahan ini seorang biarawati meminta dan menimba kekuatan baru dari Tuhan untuk meneruskan panggilan hidupnya.

“Campur tangan Tuhan dan dukungan umat berperan penting dalam menelusuri panggilan Tuhan dalam hidup membiara,” tandasnya.

Para suster yang berpesta hidup membiara berfoto bersama Mgr. Agus dan para pastor yang ikut dalam misa

Diakhir sambutannya Suster Maria Elisa KFS pun berpantun, “Ikan bakar di makan di perahu, rasanya sungguh enak, terima kasih kepada mu atas segala yang telah kau berikan.”

Di penghujung misa para suster KFS menyayikan lagu Hymne KFS dibantu oleh Paduan Suara gabungan dari Paroki MRPD.

Berikut para suster yang merayakan hidup membiara.

40 tahun hidup membiara, Sr. M. Anesia, KFS, Sr. M. Regina, KFS, Sr. M. Serafine, KFS, Sr. M. Theresina, KFS

25 tahun hidup membiara, Sr. M. Albertha, KFS, Sr. M. Bernadine, KFS, Sr. M. Filomena, KFS, Sr. M. Klemensia, KFS, Sr. M. Laurina, KFS, Sr. M. Odilia ,KFS, Sr. M. Vincentia, KFS, Sr. M. Yasintha, KFS.

Proficiat bagi para suster KFS!

Chesychia – MRPD    

 

Tinggalkan Balasan