Simulasi Tarian Massal dan rangkaian acara untuk Opening Ceremony Jamnas Sekami

Minimalisir kesalahan, Sabtu, (28/6/2018) pukul 10.00 WIB bertempat di lapangan persekolahan Santo Paulus Pontianak, sebanyak 484 orang menghadiri Gladi Kotor untuk opening ceremony Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (Jamnas Sekami) yang akan berlangsung tanggal 3 Juli 2018 mendatang.

Kegiatan Gladi Kotor ini memberi gambaran rangkaian acara pada pembukaan nantinya. Hadir dalam simulasi ini seluruh koordinator seksi, Tim LO, pendamping rohani, animator/animatris, penari massal serta anggota masing-masing seksi.

Ada beberapa atraksi besar yang akan ditampilkan dalam opening ceremony nantinya, diantaranya tarian massal anak-anak dan remaja yang melibatkan 175 orang dari berbagai paroki di Kota Pontianak.

2 orang pelatih  Yanto dan Gabriel Armando yang berasal dari sanggar Borneo Tarigas dipercayakan untuk menggarap tarian massal ini.

“Latihan sudah dimulai sejak bulan maret dan persiapan dari penari sudah mencapai 90% tinggal pemantapan nya” ujar Yanto.

Diakui Yanto, dalam proses latihan, tak luput dari beberapa kendala salah satunya  dalam latihan tari  karena seluruh penari adalah anak-anak yang memiliki  sifat  yang masih ingin bermain.

“Jadi selama latihan harus di arahkan secara berulang dan lebih tegas dan serius demi menampilkan yang terbaik karena ini adalah event nasional, tambah Yanto.

Tarian bertema ‘Pelangi Khatulistiwa’. Memiliki tujuan untuk menunjukkan keharmonisan seluruh etnis yang ada di Kalimantan Barat sesuai dengan tema JAMNAS Sekami yang bernuansa kebhinekaan.

Tarian diwakili 3 etnis yaitu Dayak, Cina dan Melayu. Formasi Tarian terdiri dari 4 jenis, yaitu tari Dayak, tari Cina, tari Melayu, dan Pembawa bendera.

Gabriel mengaku, walaupun susah mengajar anak-anak karena mereka juga belum pernah menari, ia tetap semangat demi acara pembukaan nanti.

“Agak susah sih ya, karna mereka belum pernah menari sebelumnya”kata Gabriel.

Selain itu, Kevin Marcellius salah satu Angels mengaku bahwa ada anak yang tidak nurut. “Ada yang nakal, bolos tidak mau turun ikut acara, dan di dalam kamar saja.” ujarnya.

“Walaupun banyak kendala acara, yang saya harapkan dari JAMNAS Sekami sukses dan berjalan lancar.Kemudian saat pulang, anak-anak dapat membawa sesuatu yang berguna dan tidak pulang dengan tangan kosong”kata Frater Barcellius.

Selain tarian massal, atraksi lain yang akan ditampilkan adalah Barongsai dan Display Drum Band SMA Santo Paulus Pontianak.

Simulasi ini sudah diadakan dua kalinya. Iswati selaku koordinator animator/animatris mengatakan bahwa anak-anak dari sekarang harus membiasakan diri dalam  menjaga sikap agar menjadi anggota SEKAMI yang bisa membawa nama baik Keuskupan Agung Pontianak.

Usai melakukan simulasi di kompleks persekolahan Bruder, seluruh pihak yang terlibat menuju ke dalam gereja Katedral dan aula SMP Suster melanjutkan proses simulasi JAMNAS SEKAMI 2018

Sinta-Cessnia

Tinggalkan Balasan