Utusan SEKAMI dari Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman Siap Mengikuti JAMNAS SEKAMI 2018 di Keuskupan Agung Pontianak.

Persiapan menjelang gawe akbar Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (JAMNAS SEKAMI 2018) sudah sampai kepada titik purna. Guna mendukung suksesnya kegiatan yang menjadi ajang perjumpaan anak-anak remaja dan pendamping SEKAMI dari seluruh utusan Keuskupan-keuskupan yang ada di Indonesia ini, panitia inti dan masing-masing koordinator seksi telah mengelar beberapa simulasi persiapan Pra-JAMNAS.

Utusan peserta, Animatris dan Pendamping SEKAMI dari Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman siap mengikuti JAMNAS SEKAMI 2018 pada tanggal 3-6 Juli 2018.

Dukungan demi pencapaian suksesnya perhelatan JAMNAS SEKAMI 2018 pada tanggal 3-6 Juli mendatang, mendapat respon positif dari Paroki-paroki yang ada di wilayah Keuskupan Agung Pontianak, khususnya Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman. Menurut Lady, koordinator Animatris SEKAMI Paroki Pahauman, utusan SEKAMI Pahauman yang berjumlah sembilan orang dan satu pembina, siap mengikuti JAMNAS SEKAMI 2018. Lady mengatakan bahwa partisipasi SEKAMI Paroki Pahauman guna mendukung kegiatan ini telah terangkum dalam bentuk video. “Pada hari Senin ,18 Juni 2018 yang lalu sebanyak 40 anggota SEKAMI Paroki Pahauman berkumpul di halaman gereja untuk ikut serta dalam pembuatan video,” ungkapnya. Katanya lagi, “Mereka mengenakan kostum aneka budaya, kostum berbagai profesi sambil menyanyikan Theme Song Jamnas SEKAMI, yaitu “Berbagi Sukacita Injil dalam Kebinekaan”.

Kami adalah misionaris cilik yang siap berbagi sukacita Injil dalam kebinekaan.

Tujuan dari pembuatan video SEKAMI ini adalah untuk memotivasi dan membuka wawasan anak-anak SEKAMI Bahwa mereka semua diutus menjadi misionaris cilik yang siap berbagi sukacita Injil dalam kebinekaan. “Sesuai dengan tema JAMNAS SEKAMI 2018 yang merujuk kepada keberagaman, maka kami selaku Animatris dan Pendamping mau menunjukkan kepada anak-anak bahwa meskipun ada keberagaman antar suku,bangsa dan budaya di Indonesia, sukacita Injil itu harus tetap diwartakan,” ungkap Lady.

 

By: Pricilia Grasela, OMK Pahauman

Tinggalkan Balasan