Edukasi “Hakekat Gereja Misioner” dan Dinamika Outdoor JAMNAS Sekami

Euforia dalam muatan tema JAMNAS SEKAMI “ Berbagi Sukacita Injil dalam Kebinekaan” masih menjadi roh yang menggerakan semangat para peserta untuk berproses memasuki hari kedua pada hari ini 4 Juli 2018. Agenda peserta pada hari kedua ini adalah mendalami materi seminar dengan tema “Hakekat Gereja Misioner”. Dalam seminar ini peserta diajak untuk medalami semangat Yesus yang siap diutus (Matius 28:19-20).

Menurut Romo Eli selaku pemberi materi edukasi bahwa menjadi misionaris cilik berarti memberitakan injil dengan sukacita. “Berbagi injil berarti kita juga berbagi sukacita kepada orang lain karena kita mewartakan kabar gembira,”ungkap Romo Junarto Timbang Pr dari Keuskupan Agung Makasar. Seminar berlangsung sampai dengan makan siang.

Sengat teriknya matahari tidak menyurutkan niat peserta JAMNAS SEKAMI guna mengikuti kegiatan outdoor dalam dinamika kelompok.

Setelah makan siang kegiatan dilanjutkan dengan dinamika outdoor. Sengat teriknya matahari tidak menyurutkan niat peserta JAMNAS SEKAMI guna mengikuti kegiatan outdoor dalam dinamika kelompok. Ada 3 macam permainan yang diadakan hari ini, duduk dan berdiri tanpa bantuan tangan, benar-salah benar-salah, dan balap ulat bulu. Seluruh peserta mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di lapangan SMA St. Paulus.

Acara dibuka dengan penampilan yel-yel sebagai penyemangat sebelum mengikuti kegiatan. “Kami mempersiapkan yel yel kami hanya dalam waktu 3 menit saja, namun sangat membuat kami bersemangat,”ujar Marcelinus peserta dari keluarga 11 Pauline Marie Jericot.

Salah satu permainan dalam kegiatan dinamika outdoor, yaitu permainan “duduk dan berdiri tanpa bantuan tangan”.

Tujuan refleksi permainan dalam kegiatan dinamika outdoor tersebut adalah agar anak-anak dapat melihat makna permainan dari sudut pandang yang luas, yaitu kekompakan dalam kerja tim dan semangat persaudaraan. Jika mereka hanya melihat secara sekilas, maka yang mereka dapatkan hanya merasa panas dan capek,”ungkap Romo Eli salah satu pendamping rohani keluarga Fulgentius.

 

By: Sinta

 

Tinggalkan Balasan