Penuh Warna: Opening Ceremony JAMNAS SEKAMI 2018 Keuskupan Agung Pontianak.

Tepuk tangan dan pekikan riuh seluruh peserta dan tamu undangan ketika menyambut serombongan  penari “Pelangi Khatulistiwa” ini terjadi pada acara pembukaan JAMNAS SEKAMI 2018 di lapangan SMA St. Paulus. Meskipun Pontianak diliputi mendung tebal dan gerimis, para peserta dan tamu undangan tetap optimis bahwa acara pembukaan JAMNAS SEKAMI bisa berjalan lancar berkat restu dari Tuhan.

Penampilan memukau tarian yang simbol keberagaman suku yang ada di Indonesia ini  dibawakan oleh 175 penari dari berbagai suku yang ada di penjuru Nusantara. Namun dalam penampilan pertama, diwakilkan oleh 3 etnis terbesar di bumi khatulistiwa, yaitu Dayak, Tionghoa, dan Melayu.

Tarian Pelangi Khatulistiwa diwakilkan oleh 3 etnis terbesar di bumi khatulistiwa, yaitu Dayak, Tionghoa, dan Melayu.

” Inilah wajah Indonesia,” ungkap Romo Marson Pungis PR. Imam dari Keuskupan Manado ini mengatakan bahwa kebhinekaaan sangat penting, karna meskipun kita adalah negara yang memiliki banyak budaya dan suku, tetapi kita adalah satu bangsa. “Dengan kebhinekaan kita membawa nama bangsa kita,” ungkapnya.

Drumband SMA St. Paulus, besutan Pak Bong turut memeriahkan acara pembukaan JAMNAS SEKAMI 2018 di Keuskupan Agung Pontianak.

Ungkapan senada datang dari kesaksian Tiffani, Valeria dan Yuris, penari kolosal tiga etnis Tionghoa, Dayak dan Melayu. “Walaupun capek dan lelah latihan, Kami merasa senang. Tarian ini mempersatukan kami dari berbagai suku dan saling mengenal satu sama lain” ungkap mereka. Vito peserta asal Keuskupan Agung Kupang juga memberi kesan manis,”Sangat senang bertemu teman dari berbagai daerah dan sudah mulai saling mengenal antar keluarga” ungkapnya.

Selain penampilan elok para penari kolosal, pembukaan JAMNAS SEKAMI juga dimeriahkan oleh Drumband SMA St. Paulus dan tarian Barongsai. Pembukaan JAMNAS terbilang sukses dan lancar berkat dukungan dan restu dari Tuhan.

By: Sinta & Cessnia

Tinggalkan Balasan