Mgr. Ignatius Suharyo : TNI-Polri Adalah Komunitas Alternatif Penjaga Kelanjutan, Pertumbuhan serta Perkembangan NKRI

Di dampingi Uskup Agung Pontianak serta beberapa imam, Uskup Keuskupan untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri atau Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), Mgr. Ignatius Suharyo pimpin Misa Kudus dalam rangka kunjungan Pastoralnya, Rabu (18/7/2018) bertempat di Aula Makodam XII/Tanjungpura.

Perarakan menuju altar Misa Kudus

Misa dihadiri oleh segenap anggota TNI-Polri Kalimantan Barat yang beragama Katolik beserta keluarganya.

“Seorang penulis sejarah yang terkenal mengatakan bahwa sejarah umat manusia, sejarah bangsa-bangsa di dunia ini selama sekian tahun mengalami pasang surut, bukan hanya politik tetapi juga ekonomi, budaya dan sebagainya, ungkap Mgr. Ignatius Suharyo dalam homilinya.

Misa dipimpin Mgr. Ignatius Suharyo

Uskup OCI yang juga merupakan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini mengatakan, sekian banyak bangsa yang hilang dari permukaan bumi. Penulis sejarah ini mengatakan sesudah meneliti perjalanan sejarah umat manusia, kesimpulannya adalah yang menyelamatkan peradaban umat manusia adalah kelompok kecil yang dia sebut komunitas alternatif atau komunitas kontras. Kelompok kecil yang di tengah-tengah arus dunia tetap mempunyai idealisme, tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang baik.

Koor Dominus Fortis menyemarakan suasana Midsa Kudus

“Saya yakin dan tidak salah kalau mengatakan di negara tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, kita perlu yang namanya komunitas-komunitas kecil yang terus berpegang pada idealisme yang tidak akan luntur oleh jaman, tidak akan tergerus oleh badai apapun,” tegasnya.

Anggota TNI-Polri yang ikut dalam Misa Kudus

Mgr. Ignatius Suharyo secara pribadi yakin bahwa TNI dan Polri di negeri tercinta yang bernama NKRI ini akan menjaga tanah air yang kita cintai ini dengan idealisme yang kuat dan tidak akan pernah luntur oleh apapun juga .

“Hal ini bisa dilihat dari tulisan di banner  yang terpampang di jalan-jalan yang selalu dapat kita baca: “NKRI harga mati, misalnya,” ujar Mgr. Ignatius Suharyo.

Saat menyanyikan lagu Mars OCI sebekum berkat penutup

Ini jelas bahwa TNI dan Polri adalah komunitas kecil, lanjut Uskup OCI. Apalagi kalau bicara tentang umat Katolik di lingkungan TNI-Polri, komunitas kecil yang diharapkan terus berpegang pada cita-cita kemerdekaan, idealisme yaitu : NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Pancasila.

Dikatakannya, kalau umat Allah berpegang pada taurat Musa, maka sebagai warga negara Indonesia yang Katolik berpegang pada nilai-nilai dasar NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Pancasila.

Semangat para anggota TNI-Polri menyanyikan Mars OCI

“Inilah nilai-nilai pokok yang mesti dijaga supaya idealisme bangsa kita tidak luntur oleh arus jaman apapun namanya globalisasi, postmodernisme, atau apapun, karena inilah nilai-nilai yang mesti kita pegang melandasi tugas tanggungjawab kita untuk menjaga supaya negara kita tetap sesuai dengan cita-cita kemerdekaan,” tandasnya.

Uskup OCI itu mengatakan, bersyukur umat katolik di lingkungan TNI dan Polri mendapat kesempatan untuk terus-menerus menyadari hal itu.  Karena seperti halnya di dalam sejarah umat Allah Perjanjian Lama, kelangsungan itu dijaga oleh komunitas yang namanya komunias kontras atau komunitas alternatif.

“Saya yakin, kelanjutan dan pertumbuhan serta perkembangan bangsa kita juga dijaga oleh komunitas-komunitas, institusi-institusi yang berpegang teguh pada cita-cita awal, cita-cita kemerdekaan NKRI,” harapnya.

Diakhir homilinya, Mgr. Ignatius Suharyo mengajak semua yang hadir untuk saling mendoakan agar di dalam tugas tanggungjawabnya masing-masing, tidak pernah melepaskan cita-cita itu.

Paul – Komsos KAP

 

Tinggalkan Balasan