Rapat Pleno Komsos Se-Indonesia Ajak 150 OMK Sorong Papua Belajar Literasi Media Bersama Komsos KWI dan Kominfo

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) melalui Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dalam kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) megadakan workshop Literasi Media bagi para orang muda katolik (OMK). Melalui Rapat Pleno Komsos  se-Indonesia, panitia dari Komsos KWI bekerjasama dengan Kominfo RI mengagendakan sesi literasi media khusus untuk Orang Muda di Sorong – Papua Barat yang berlangsung dari tanggal 13-19 Agustus 2018.

Literasi media untuk kaum muda ini dikemas dalam bentuk workshop Generasi Positif Thinking (GenPosting) ini mengusung tema: “Transformasi Komunikasi Sosial di Era Digital” pada Senin 13 Agustus 2018 bertempat di gedung aula Katedral Sorong – Papua Barat. Ada 150 Orang Muda katolik yang hadir memenuhi undangan panitia untuk belajar bijak bermedsos bersama Komsos KWI. Workshop Literasi Media ini menghadirkan pakar komunikasi, DR. Rulli Nasrulah, M.Si yang menyampaikan materi tentang : penulisan blog (teori dan praktek), pembuatan Vlog (teori dan praktek), dan pada penghujung sesi para peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok diwajibkan untuk membuat produksi kreatif. Kemudian hasil dari praktek tersebut dipresentasikan di depan peserta lainnya.

150 Orang Muda katolik yang hadir memenuhi undangan panitia untuk belajar bijak bermedsos bersama Komsos KWI

Menurut RD. Kamilus, dunia maya dalam media sosial adalah ruang baru bagi pewartaan kabar sukacita. Misalnya, menyapa kawan dengan sapaan personal yang penuh kasih.“Bukanlah alat komunikasi apa yang harus kita pakai, melainkan cara komunikasi macam apakah yang perlu kita pakai agar pewartaan iman sungguh mengena di zaman digital ini,” tandas RD. Kamilus. Karenanya, lanjut RD. Kamilus, cerdaslah memanfaatkan media sosial. Bijaklah mengelola media sosial, dan bertanggungjawablah menggunakan media sosial.

Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, RD. Kamilus Pantus memberikan sambutan sekaligus membuka workshop Literasi Media di Sorong-Papua 13-19 Agustus 2018.

Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, RD. Kamilus Pantus dalam sambutannya saat membuka kegiatan workshop mengatakan, Gereja tidak boleh tinggal diam membiarkan umat mencari sendiri apa yang mereka perlukan terkait pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan ajaran Gereja. Gereja tetap penting berperan memimpin. Untuk itu, tepat sekali Gereja sebaiknya mencontohkan bagaimana media sosial dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai sarana pewartaan kekinian. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana katekese bagi orang muda dan sekaligus dapat menjadi pedoman pastoral bagi pengiat Komsos yang ada di setiap Keuskupan di Indonesia.

By. Paulus Mashuri

Tinggalkan Balasan