Sambut BKSN 2018, Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder (YPSB) Merajut Keharmonisan Pelayanan Dalam Kemajemukan

Aforisme atau sebuah pernyataan yang pernah dicetuskan oleh St. Hieronimus yang bunyinya demikian: “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus” ini menjadi refleksi seluruh umat katolik sepanjang bulan September 2018. Bulan September dikenal dengan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang bertujuan untuk semakin mendekatkan dan memperkenalkan seluruh umat katolik dengan sabda Allah yang adalah Yesus sendiri. Maka pesta Alkitab patut dirayakan sepanjang bulan ini sebagai sumber kekuatan dan inspirasi bagi seluruh umat katolik dalam cara berpikir, bertutur dan bertindak.

3 Suster cilik tampil dengan menggunakan jubah biarawati pada pembukaan BKSN 2018 di persekolahan Bruder Pontianak.

Tradisi menyambut BKSN ini terjadi serentak di seluruh Keuskupan yang ada di Indonesia. Setiap Keuskupan memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan dan mengisinya dengan berbagai kegiatan dan perlombaan menarik. Keuskupan Agung Pontianak adalah salah satu Keuskupan yang selalu berpartisipasi aktif dalam merayakan tradisi ini dari tahun ke tahun.  Antusiasme umat Paroki dan  Sekolah Katolik yang ada di wilayah KAP ini sudah mulai terlihat sejak Sabtu tanggal 1 September 2018 yang lalu.

Siswa-siswi SD, SMP Bruder dan SMA Santo Paulus dan dewan Guru serta segenap Panitia pada pembukaan BKSN 2018 di Persekolahan Bruder Pontianak.

Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder (YPSB) Pontianak membuka BKSN 2018 dengan  ibadat bersama di lapangan SMP bruder yang dipimpin oleh Bruder Vianney MTB. Ibadat ini diikuti oleh siswa-siswi SD, SMP Bruder dan SMA Santo Paulus. Hadir pula para Suster Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR), para Bruder Kongregasi Maria Tak Bernoda (MTB) dan dewan Guru serta segenap Panitia.

Bruder Vianney MTB, ketua Yayasan PSB memberikan sambutan pada pembukaan BKSN 2018.

Menurut Bruder Vianney, kegiatan ini bertujuan agar seluruh keluarga besar YPSB semakin menjadikan Kitab Suci sebagai pedoman dalam pelayanan dan pewartaannya di dalam kemajemukan suku, budaya, dan bahasa. “Yayasan Persekolahan Bruder sangat majemuk, tidak hanya dari segi agama saja tetapi majemuk juga dalam suku, budaya dan bahasa,”ungkapnya. Bruder ketua yayasan PSB ini juga mengatakan bahwa, ada tiga poin penting yang patut direnungkan berdasarkan tema BKSN 2018 “Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan” yaitu: kemajemukan dalam karya, budaya dan agama.

 

By. Fransiska Dena Lorenza

Tinggalkan Balasan