OMK Paroki Pahauman Adakan Pendalaman Kitab Suci

Bagi umat Katolik di Indonesia, bulan September dikhususkan sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Segenap umat Katolik diajak untuk membaca dan mencintai Kitab Suci sebagai penuntun kehidupan iman. Selama satu bulan, umat juga dapat mengadakan dan mengikuti kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci, seminar tentang Kitab Suci, pendalaman Kitab Suci, perlombaan seputar Kitab Suci, dan sebagainya.

Menyikapi hal tersebut, OMK Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman mengadakan kegiatan pendalaman Kitab Suci yang diikuti oleh 12 wilayah pada hari Minggu (02/09/2018). Setiap wilayah mengutus perwakilan OMK yang berjumlah 2 orang atau lebih dan pembina OMK. Kegiatan pendalaman Kitab Suci ini bertujuan untuk membantu OMK dalam memahami dan menghayati isi Kitab Suci.

Kegiatan ini diawali dengan doa pembukaan dan menyanyikan sebuah lagu rohani. Kak Ronarni selaku ketua panitia perlombaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) OMK Paroki Pahauman sekaligus salah satu fasilitator BKSN 2018 Keuskupan Agung Pontianak menyampaikan tata cara membaca Kitab Suci yang baik. Kak Ronarni mengungkapkan bahwa sebelum membaca Kitab Suci, kita harus terlebih dahulu menentukan perikop yang akan dibaca. Kita membaca Kitab Suci di dalam hati apabila membaca sendiri dan merenungkan isi dari perikop Kitab Suci tersebut. Setelah itu, kita dapat mengambil pelajaran atau hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman iman kita.

Untuk pendalaman Kitab Suci, Pastor Yoseph Ekatom, OFMCap mengajak OMK dan pembina membaca perikop Injil Yohanes 6:1-15 tentang kuasa Yesus memberi makan lima ribu orang. OMK dan pembina OMK dibimbing untuk menemukan makna tersurat dan makna tersirat yang terdapat dalam perikop Injil tersebut. Mereka berdiskusi dan mengemukakan pendapat mengenai makna yang didapatkan. Selanjutnya, Pastor Yoseph menarik kesimpulan makna tersurat dan tersirat yang tepat dari hasil diskusi, serta memberi pesan mengenai makna tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pastor Yoseph menegaskan kepada peserta pendalaman Kitab Suci untuk jangan pelit berbagi dengan sesama yang memerlukan, sebab apa yang kita berikan baik dalam bentuk barang, tenaga, maupun empati merupakan wujud cinta kasih kita kepada sesama serta penerapan makna yang terkandung dalam Kitab Suci, terutama dalam perikop Injil Yohanes 6:1-15.

Karena tidak semua OMK di Wilayah dapat hadir dalam kegiatan pendalaman Kitab Suci, maka perwakilan OMK Wilayah yang mengikuti kegiatan ini wajib mengadakan pendalaman Kitab Suci di wilayah masing-masing dengan harapan agar semua OMK di wilayah juga mengikuti kegiatan pendalaman Kitab Suci dan dapat menerapkan makna tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pricilia Grasela – OMK Paroki Santo Yohanes Pemandi Pahauman

 

Tinggalkan Balasan