Mantapkan Sukacita Pelayanan, WKRI Se-Dekanat Landak Gelar PIKAT

Sekelompok ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Se-Dekenat Landak mengelar Pembinaan Iman Katolik Wanita Katolik Republik Indonesia atau yang biasa di singkat PIKAT WKRI. Ajang ngumpul WKRI yang dilaksanakan di Paroki Salib Suci Ngabang ini berlangsung  selama tiga hari dari tanggal 9-12 September 2018 dengan tema “Sukacita Melayani”.

Kegiatan yang juga diberi nama gerakan ‘satu hati’ ini merupakan salah satu agenda tahunan WKRI Se-Dekanat Landak. Menurut ketua panitia, Ibu R. Sinta Panjaitan, kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang datang dari 11 Paroki  antara lain; Paroki St.Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Bandol, Paroki St. Agustinus dan Matius Darit, Paroki St.Theresia Delta Kapuas, Paroki St. Yusuf Karangan, Paroki St. Petrus dan Paulus Menjalin, Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman, Paroki St. Fransiskus Assisi Pakumbang, Paroki St. Yohanes maria Vianney Serimbu, Paroki St. Christophorus Sungai Piyuh, Paroki Salib Suci Ngabang, dan Paroki St. Yosef Jelimpo, yaitu Paroki yang baru diresmikan oleh Mgr. Agustinus Agus Pr pada 15 September 2018 yang lalu.

Sr. Alfonsa SMFA bersama ibu-ibu WKRI ketika berkunjung ke stasi.

Sebelum mengelar beberapa kegiatan seperti seminar, baksos dan turne ke stasi-stasi, PIKAT WKRI ini dibuka dengan misa yang dipimpin oleh Romo Herbertus Hermes Abet Pr selaku Ketua Deken Dekanat Landak beserta 11 imam lainnya. Dalam homilinya  Pastor Paroki Menjalin ini mengatakan bangga dengan komunitas ibu-ibu yang memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan menggereja. “Saya bangga dengan WKRI yang selalu siap membantu para pastor di paroki dalam berbagai kegiatan gereja,”ungkapnya. Katanya lagi, “semoga kegiatan ini semakin memantapkan pelayanan mereka untuk mau berbagi kasih kepada ibu-ibu yang lainnya khususnya yang ada di stasi-stasi terpencil,”ungkap Romo Hermes menutup homilinya.

Pemotongan pita oleh Bupati Landak, dr.Karolin Margaret Natasa.

PIKAT WKRI ini dihadiri oleh Bupati Landak, dr.Karolin Margret Natasa. Bupati Landak yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Indonesia ini kemudian memotong pita sebagai simbol membuka pintu masuk yang selanjutnya disusul dengan perarakan menuju gereja. Prosesi perarakan dimeriahkan oleh dentuman semarak Marching Band Gema Tirta Permata dari Persekolahan Maniamas Ngabang.

Tarian penyambutan sebelum memasuki gereja.

Sebelum memasuki gereja, para imam, biarawan/ biarawati disambut terlebih dahulu dengan tarian adat. Sebelum menyampaikan sambutannya, Ibu Bupati Landak ini kemudian memukul gong sebanyak 7 kali sebagai simbol kegiatan ini resmi dimulai. Ia mengajak seluruh wanita Katolik Republik Indonesia untuk berani memperjuangkan sesuatu yang  benar dan selalu berpikir dengan tenang dan cerdas dalam melakukan tindakan dan menyikapi masalah.

Bupati Landak, dr.Karolin Margret Natasa dengan memukul gong 7 kali didampingi oleh Romo Herbertus Hermes Abet Pr selaku Ketua Deken Dekanat Landak simbol kegiatan PIKAT dimulai.

Kesan peserta selama mengikuti PIKAT ini diwakili oleh WKRI dari Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman. Mereka mengatakan bahwa kesan yang sangat menarik dalam kegiatan ini adalah  turnei ke stasi. “Di tempat ini kami disatukan dan kami juga merasakan sukacita dan melihat serta mengalami sendiri kisah demi kisah umat yang ada di stasi baik yang senang maupun yang susah, dan kami hadir memberikan dukungan,”ungkap Ibu Julia mewakili ibu-ibu WKRI Paroki Pahauman.

Turne memimpin ibadat ke stasi-stasi.

PIKAT WKRI Se-Dekanat landak kemudian secara resmi pula ditutup pada Rabu, 13 September 2018 dalam Misa penutupan yang dipimpin oleh Romo Pius Barces CP. Dalam homilinya Romo Barces mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan PIKAT WKRI Se-Dekanat Landak ini karena sangat positif dan bermanfaat. Romo Sekjen Keuskupan Agung Pontianak ini juga mengharapkan agar wanita katolik mampu bertumbuh dan berkembang dalam iman serta sekembalinya nanti ke paroki masing-masing dapat menjadi motivator bagi umat di parokinya kelak. “Ibu-ibu harus berani membuat suatu pembaharuan, perubahan ke arah yang lebih baik khususnya dalam kegiatan mengereja,”ungkapnya mengakhiri sekaligus menutup kegiatan PIKAT WKRI Se-Dekenat Landak 2018.

By. Monika OMK Ngabang

Tinggalkan Balasan