Misa Triduum Menyambut Perayaan Santo Vinsensius de Paulo di Paroki Keluarga Kudus Pontianak

Gereja Paroki Keluarga Kudus Kota Baru Pontianak dalam tiga hari berturut-turut akan diadakan Perayaan Ekaristi yang diberi nama “Misa Triduum” pada pukul 18.00. Misa ini digelar dalam rangka menjelang perayaan Santo Vinsensius nanti tanggal 27 September 2018 mendatang.

Menurut Romo Kebry CM, Misa Triduum yang diadakan selama tiga hari  menjelang perayaan St. Vinsensius a Paulo ini bertujuan agar umat semakin mengenal siapa St.Vinsensius dan menjadikan orang kudus ini sebagai teladan dalam pelayanan hidup menggereja serta dalam tindakan sehari-hari. “Selama ini kita hanya mengenal Santo Vinsensius a Paulo sebagai pendiri serikat Congregatio Misionis (CM) saja,”ungkapnya. Namun, katanya lagi, “St. Vinsensius adalah ikon dan sumber inspirasi karya kasih dan solidaritas kristiani yang berpihak kepada orang miskin,”ungkapnya.

Romo Kebry CM, memimpin Misa Triduum yang diadakan selama tiga hari menjelang perayaan St. Vincentius a Paulo pada tanggal 27 September 2018.

Dalam homilinya Romo Kebry mengulas secara singkat mengenai spritualitas para pengikut St. Vinsentius melalui Congregatio Missionis atau the Congregation of the Mission (CM), yang sering pula disebut dengan Vinsensian atau Lazaris, adalah komunitas para imam dan bruder yang didirikan oleh St. Vinsensius de Paul tahun 1625 di Perancis untuk mewartakan kabar gembira kepada kaum miskin dan pembinaan para klerus.

Semangat CM adalah mengenakan semangat Kristus Sang Pewarta Kabar Gembira kepada orang miskin (Luk 4:18). Semangat ini diwujudkan oleh St. Vinsensius a Paulo dalam lima keutamaan, yakni: Kesederhanaan, Kerendahan Hati, Kelembutan Hati, Mati Raga, dam Penyelamatan Jiwa-jiwa. “Sebelum St. Vinsensius bertobat, ia menyalakan pelita tapi yang dinyalakannya adalah pelita diri sendiri bukan pelita Allah,”ungkapnya.

Suasana misa pembukaan menjelang perayaan pesta St. Vinsensius a Paulo bersama Romo Astanto CM, Pastor Paroki Keluarga Kudus dan Romo Kebry CM. 

Romo juga mengajak umat untuk menyalakan pelita Allah dalam hidup mereka, bukan menyalakan pelita diri sendiri. “Kita juga harus seperti Vinsensius,  yang memutuskan untuk bertobat dan menyalakan api pelita Allah dalam hidupnya,”kata Romo Kebry menutup homilinya.

Serangkaian kegiatan akan diadakan dari tanggal 24-27 September 2018, yakni: Bakti Sosial yang dimulai pukul 15.00 sampai jam 17.00 sore. Kemudian ada pula pembagian sembako kepada umat yang sangat membutuhkan. Pada perayaan puncak pada tanggal 27 September 2018 akan diadakan Misa syukur perayaan St. Vinsensius a Paulo dan ramah-tamah bersama seluruh umat.

 

By. Sinta

Tinggalkan Balasan