Hari Studi APTIK 2018 : Mengukuhkan Kebangsaan dalam Kebhinekaan

Bertempat di Hotel IBIS, Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) gelar Hari Studi di kota Pontianak (11-12/10/ 2018). Untuk kegiatan ini, Yayasan Widya Dharma Pontianak dipercayakan menjadi tuan rumah.

Hari Studi ini sekaligus merupakan wadah pertemuan anggota APTIK untuk bersama-sama mempelajari dan merefleksikan isu-isu penting kehidupan masyarakat yang relevan dengan kinerja pendidikan tinggi.

Tercatat 19 Yayasan Perguruan Tinggi Katolik yang menjadi anggota APTIK, didampingi oleh para Rektor Perguruan Tinggi anggota APTIK  hadir dalam Hari Studi kali ini. Total jumlah peserta 105 orang.

Tema yang diusung kali ini adalah “Peran APTIK untuk Mengukuhkan Kebangsaan dalam Kebhinekaan”

Ketua APTIK, Romo Paulus Wiryono Priyotamtama mengemukakan alasan kenapa mengusung tema tersebut.

Romo Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J, M.Sc (tengah) – Ketua APTIK

“Bermula dari keprihatinan kami atas situasi tanah air saat ini terkait dengan fenomena-fenomena antara lain menguatnya radikalisme, politik partisipan kemudian juga sentimen-sentimen menjadi pagar lebih kuat dari pada rasio didalam pemikiran dan itu ternyata cukup mengelisahkan kehidupan berbangsa” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Romo Paulus Wiryono Priyotamtama, Hari Studi APTIK 2018 menghadirkan narasumber-narasumber yang diharapkan bisa membantu untuk mendalami fenomena-fenomena itu, apa akar penyebabnya kemudian juga bagaimana APTIK mengambil strategi, langkah-langkah bahkan sampai program-program kongkrit supaya kebangsaan di dalam kebhinekaan Nenara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini semakin dikukuhkan.

Widjaja Tandra SH MM – Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak

Menyitir Konstitusi Apostolik Paus Yohanes Paulus II (1990) tentang Universitas Katolik “Ex Corde Ecclesiae“, Romo Paulus Wiryono Priyotamtama menegaskan setiap Perguruan Tinggi anggota APTIK, membela Konstitusi dan Pancasila sebagai norma tertinggi bangsa adalah ekspresi indentitas dan misi sebagai komunitas akademik yang secara tegas dan kritis mengupayakan perlindungan dan penggembangan martabat kemanusiaan serta warisan budaya melalui penelitian,pengajaran, dan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat lokal, nasional, dan internasional.

“Kami dengan menggunakan terang Iman Katolik, menyadari bahwa situasi krisis ini sekaligus adalah situasi yang paling baik untuk mendalami kembali alasan kita membangun NKRI,” tandasnya.

Dikatakan Romo Paulus Wiryono Priyotamtama, masyarakat Indonesia harus menggali kembali Pancasila, melihat kembali bagaimana Pancasila itu saat ini dihayati oleh seluruh bangsa.

“Tentu kita mencoba untuk menggambil langkah-langkah kalau itu memang harus dibenahi untuk pembudayaan Pancasila atau pembumian Pancasila. Itu sunguh-sungguh harus kita kuatkan kembali itulah wilayah-wilayah strategis yang menjadi wilayah program kita kedepan” pungkasnya.

Suasana misa pembukaan Hari Studi APTIK 2018 di Hotel IBIS Pontianak

Diakhir sambutannya, Romo Paulus Wiryono Priyotamtama  mengemukakan  harapannya agar anggota-anggota APTIK mampu merancang program-program konkrit untuk mewujudkan strategi mengamalkan Pancasila.

“Kami merasa bahwa isu ini sangat besar, kompleks, tentu tidak mungkin APTIK bergerak sendiri maka kami mencoba untuk nantinya menjalin kerjasama tingkat nasional dengan siapapun yang kira-.kira mempunyai keprihatinan yang sama” tegasnya.

Berdasarkan informasi dari Panitia yang berhasil dihimpun Tim Komsos KAP, ada tiga orang narasumber yang menjadi pembicara utama dalam Hari Studi tersebut yakni Dr. Ahmad Suaedy, RP Benny Susetyo, dan Dr. Nani Nurrachman.

Hari Studi APTIK ini dimulai dengan pertemuan FORUM REKTOR anggota APTIK yang membahas tema KERJASAMA. Para rektor sepakat bahwa kerjasama ini sudah menjadi kebutuhan semua universitas anggota APTIK, termasuk universitas unggul yang saat ini membutuhkan akreditasi internasional. Kerjasama, khususnya dengan luar negeri, adalah salah satu pokok penilaian SPME.

Hari kedua diisi dengan diskusi kelompok yang membahas mimpi APTIK untuk Indonesia 30 tahun ke depan yang tindak lanjutnya akan dibahas dalam SATGAS atau Satuan Tugas yang akan mempresentasikan pokok-pokok pikiran dalam KONGRES APTIK awal tahun 2019 dan akan menjadi keputusan untuk dilaksanakan sebagai bagian dari Program Kerja APTIK sepanjang tahun 2019.

Kongres APTIK 2019 akan diadakan di Yogyakarta dan Universitas Atmajaya Yogyakarta akan menjadi tuan rumah.

Tri Urada – Foto : Dok Komsos KAP

Tinggalkan Balasan