Kilas Sejarah Singkat Ordo Pertama, Kedua dan Ketiga

CUPLIKAN

“Jadikanlah aku Pembawa Damai,” St. Fransiskus Assisi.

Fransiskus mengingatkan kepada para saudara saudarinya “supaya kita harus membenci tubuh kita sendiri dengan kesombongan dan dosa.”

Teladan semangat kerendahan hati ini, hendaknya bukan hanya dalam perkataan saja, tetapi juga hendaknya menjadi teladan hidup yang bijaksana sekaligus rendah hati.

Frater Firminus, OFMCap

Sebagai orang yang mengikuti teladan Santo Fransiskus Assisi semangat kemiskinan menjadi dasar utama dalam cara hidup sebagai pengikut Fransiskus Assisi. Baik dari Ordo Pertama, Ordo kedua dan Ketiga, ujar Frater Firminus, OFMCap.

Mari kita dengar sekilas cerita tentang pengikut Santo Fransiskus Assisi di dunia, yang di kutip dari tulisan dokument sejarah yang tersebar di dunia Online. Mari kita baca dan cermati sejenak;

ORDO PERTAMA

Banyak para pemuka umat (biarawan) yang tertarik dengan gaya dan kehidupan Fransiskus, kemudian mereka bergabung dengannya.

Salah satu cabang dari keluarga Fransiskan yakni keluarga Konventual (OFM C/Conv), keluarga ini disyahkan oleh Paus Innocentius III pada tahun 1209.

Pada awal karyanya para anggota Konventual hidup dalam komunitas-komunitas besar, melayani gereja sambil melakukan tugas pastoral tertentu. Rumah-rumah mereka (konventu) acapkali menjadi pusat- pusat studi theologi.

Pastor Astono Aji, OFMCap

Keluarga ini biasa pula disebut sebagai Konventual atau Minorit (OFM C/Conv), sehingga saat ini Para Saudara Dina Konventual ini masih berkarya dalam karya pastoral, serta akademik di perguruan tinggi dan dengan setia menjaga warisan ordo seperti Basilika Sto. Fransiskus di Asisi, Basilika Sto. Antonius Padua dll.

Cabang lain dari Persaudaraan Dina adalah Observan atau orang-orang Fransiskan atau yang lebih dikenal sebagai Ordo Fratum Minorum (OFM).

Kelompok ini tahun 1517, mereka mengajak saudara lain untuk mempraktekkan kotbah kerakyatan, membantu orang miskin dan yang sakit, baik di kota ataupun pedesaan.

Banyak tempat ziarah dipelihara oleh kelompok ini seperti Basilika Santa Maria Para Malaikat (Pontiuncula), Carceri dan San Damiano. Mereka juga menjaga beberapa tempat ziarah di tanah suci.

Cabang lain dari Ordo Pertama adalah Kapusin atau OFMCap yang berdiri sendiri tahun 1528. Cita-cita dasarnya adalah kembali kepada corak dasar hidup Fransiskan yang awal atau asli, terutama dalam segi doa, kontemplasi dan pertobatan, karenanya dikenal sebagai Reformasi Kapusin.

Sejak abad ke-16 mereka dikenal sebagai misionaris yang tangguh, antara lai dikarenakan Rasa Cinta Kasih mereka yang praktis atau mudah diterima.

Sesuatu yang unik bahwa ketiga ordo pria tersebut berpegang pada AD yang sama, dan pada tanggal 4 Oktober mereka saling “mengundang” untuk merayakan bersama Pesta Sto. Fransiskus, meski mempunyai corak kehidupan yang berbeda.

ORDO KEDUA

Klara putri bangsawan Chiara di Favarone mengikuti cara Fransiskus dengan hidup miskin, hal ini merupakan suatu yang baru pada masa itu (tahun 1212).

Oleh Fransiskus Klara ditempatkan di rubiah Benediktin, namun setelah pengikutnya banyak, mereka ditempatkan di gereja kecil di San Damiano. Mereka membantu para Ordo Pertama dan kegiatannya, yang selalu keliling dengan doa-doanya.

Semula mereka dipanggil sebagai Para Wanita Miskin dari San Damiano, kemudian diganti menjadi Para Klaris Miskin.

Dewasa ini sangat banyak para Klaris, yang dengan setia menepati petunjuk Fransiskus:

“Oleh karena atas dorongan Ilahi, kamu telah bersedia menjadi putri dan abdi Raja Yang Maha Tinggi dan Maha Luhur, Bapa Surgawi,

dan menyerahkan diri sebagai mempelai kepada Roh Kudus dengan memilih hidup menurut kesempurnaan Injil Suci. (Pedhid)

ORDO KETIGA

Ordo Ketiga Reguler yang terdiri dari kaum Biarawati bergabung dengan kaum hawa. Perpisahan terjadi pada tahun 1521, sewaktu Paus Leo X memberikan AD tersendiri, sejak itu muncul Ordo Ketiga Reguler.

Saat itu banyak terdapat tarekat yang tergabung dalam cabang Ordo Ketiga Reguler, namun mereka diikat oleh satu anggaran dasar yang dijiwai oleh Fransiskus dan kembali disyahkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1982.

(Ordo Ketiga Sekuler OFS) terdiri dari kaum awam, yakni mereka yang telah berkeluarga, namun ingin menghayati cita-cita pertobatan yangberkelanjutan, mereka membentuk fraternitas (persaudaraan) menurut daerah tinggal mereka.

Guna menuntun para pengikut ordo ini, Sto. Fransiskus menyusun sebuah Anggaran Dasar, dan telak berkali-kali mengalami perbaikan, di mana dinyatakan bahwa para anggota harus sering menerima sakramen-sakramen, melakukan pertobatan, mengunjungi orang sakit dan memperhatikan orang yang kekurangan.

Bagaimana dengan kisah singkat ini? Menarik bukan? Bagaimana sih hidup sederhana?

Fransiskan/Fransiskanes  menjadi salah satu catatan sejarah Gereja Katolik di dunia. Semoga dengan catatan Sejarah Gereja ini kita semakin tahu bahwa sejarah Gereja Katolik merupakan bagian dari sejarah perkembangan Dunia.

By.Semz

 

Tinggalkan Balasan