Mon. Nov 11th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

20 Tahun Kehadiran STT Pastor Bonus & STAV di Bumi Borneo

Menurut Dekrit tentang pembinaan calon imam (Optatam Totius Art.5, 28 Oktober 1965) yang dicetuskan oleh Paus bersama para Uskup sedunia menegaskan bahwa “Seminari adalah Jantung Keuskupan”. Dengan demikian mau mengatakan bahwa pendidikan bagi para calon imam sangat penting. “Tanpa Imam atau hierarki, Gereja akan kehilangan unsur pemersatu, penggembala, pengajar dan pengudusnya,”demikian dikatakan dalam Dekrit tersebut.

Sekolah Tinggi Teologi Pastor Bonus dan Seminari Tinggi Interdeosesan Antonio Ventimiglia, regio Kalimantan (sebanyak 8 Keuskupan) yang berdomisili di kota Pontianak pada hari ini tanggal 18 Oktober 2018 genap berusia 20 tahun dalam kiprah pelayanannya mendidik para calon imam yang handal dan kontekstual sebagai “urat nadi” Gereja Katolik. Berikut kami sajikan napak  tilas tonggak sejarah berdirinya STT Pastor Bonus dan Seminari Seminari Tinggi Interdeosesan Antonio Ventimiglia.  Pada pertengahan tahun 1990-an satu-satunya provinsi gerejawi yang tidak memiliki Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) adalah Provinsi Gerejawi Pontianak yang ketika itu meliputi seluruh Keuskupan di Kalimantan-sekarang Kalimantan terbagi menjadi dua provinsi gerejawi. Sedangkan jumlah umat berkembang dengan pesat. Oleh karena itu, Duta Besar Vatikan untu RI, Mgr. Pietro, mendorong para Uskup se-Kalimantan untuk mendirikan Seminari Tinggi. Kemudian dalam jamuan makan dengan para Uskup se-Regio Kalimantan, di sela-sela Sidang KWI pertengahan November 1996 di Wisma Klender, Nuntius menanyakan rencana konkret pendirian Seminari Tinggi itu. Sekolah Tinggi Teologi (STT) yang akan dibangun ini untuk menampung para mahasiswa calon imam yang telah menyelesaikan jenjang S1 Filsafat dan Teologi di Jawa dan Sumatera.Tindak lanjut dari rencana yang telah disepakati tersebut kemudian disampaikan kembali dalam rapat para Uskup se-Regio Kalimantan pada 25 Januari 1997 di Palangkaraya. Maka, dibentuklah panitia persiapan pendirian STT yang diketuai oleh, Uskup Sanggau Mgr. Giulio Mencuccini. Kemudian di Pontianak disusun panitia persiapan yang lengkap: Mgr. Giulio Mencuccini (Ketua), Pastor William Chang (Sekretaris), Pastor Willy Wagemakers (Bendahara), Pastor Bartolomeus (Anggota), Pastor Priyo Utomo (Anggota), Pastor Linus Alinus (Anggota) dan Pastor Petrus Rostandy. Pada 17 Februari 1997 panitia mengadakan pertemuan di Sanggau.

Pada 23 April 1997 diselenggarakan pertemuan para Uskup se-Kalimantan dan para pemimpin tarekat yang berkarya di Kalimantan. Dalam pertemuan di Jakarta tersebut diputuskan bahwa perkuliahan akan dimulai pada tahun ajaran 1998/1999 dengan program pendidikan selama dua tahun bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi S1 dan telah menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP).

Suasana Misa syukur HUT STT Pastor Bonus dan STAV ke-20, 18 Oktober 2018.

Bertempat di Paroki Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD-Pontianak, pada 15 September 1998 dilangsungkan Misa Pembukaan Tahun Kuliah yang dipimpin oleh Mgr. Hieronimus Bumbun. Pada 4 Oktober 1998 dilangsungkan Misa Promulgatio Pendirian Seminari Tinggi Teologi Interdeosesan Regio Kalimantan Antonino Ventimiglia.

Pada tahun pertama hanya ada tiga frater di Antonino Ventimiglia. Mereka tinggal di sebuah rumah sewaan di Jalan Dr. Wahidin, Gg Sylva Jaya no.3. Kemudian pada tahun 1999/2000 disewa lagi sebuah rumah karena jumlah calon imam bertambah menjadi sepuluh orang. Ketika itu yang menjabat sebagai rektor adalah Pastor J.T.C. Wismapranata, imam projo dari Keuskupan Agung Semarang.

Memasuki Tahun Ajaran Baru 2000/2001, tepatnya pada bulan Agustus 2000 para calon imam mulai menenmpati gedung baru seminari di Jalan 28 Oktober No.5 (dulu Jalan Kebangkitan Nasional No.5), Siantan Hulu, Pontianak. Sementara itu terjadi pergantian rektor, Pastor J.T.C. Wismapranata diganti oleh Pastor Stefanus Koko Pudjiwahyusulistyono (imam Projo Keuskupan Agung Semarang).

Pada hari Rabu pagi, 25 Oktober 2000 gedung baru tersebut diberkati dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Hieronymus Bumbun sebagai selebran utama didampingi oleh Mgr. Prajasoeta (Uskup Banjarmasin), Mgr. Agustinus Agus (Uskup Sintang) dan Mgr Blasius Pujaraharja (Uskup Ketapang) serta 13 imam dari berbagai Ordo dan Kongregasi yang berkarya di Kalimantan. Hadir dalam misa pemberkatan ini Dirjen Bimas Katolik Departemen Agama, Bapak Stefanus Agus, para utusan dari Keuskupan Samarinda, Banjarmasin, Palangkaraya, Ketapang, Pontianak, Sanggau dan Sintang.

Seminari Tinggi Interdeosesan ini kemudian diberi nama “Antonino Ventimiglia”. Pemberian nama ini diambil dari nama seorang imam misionaris pertama yang mewartakan iman Katolik di Kalimantan yaitu Pastor Antonino Ventimiglia. Ia merupakan anggota ordo Rohaniwan Regulir Penyelenggaraan Ilahi atau yang lebih dikenal dengan nama “Pater-Pater Theatin”. Imam yang tiba pertama kali di Banjarmasin pada 2 Februari 1688 ini diperkiran wafat di pedalaman, entah karena dibunuh atau sebab lainnya pada tahun 1690. Sedangkan tujuan khas dari pendirian seminari adalah untuk kontekstualisasi pendidikan calon imam. Tentu saja konteks yang dimaksud adalah situasi Kalimantan.

Pada tahun 2002, Pastor Stefanus Koko Pudjiwahyusulistyono diganti oleh Pastor Dionisius Meligun (Imam Projo Keuskupan Sanggau) yang menjabat rektor sampai dengan tahun 2005. Para rektor selanjutnya yakni Pastor Leonardus Miau (Imam Projo Sintang, 2005-2007), Pastor Laurensius Sutadi (Imam Projo Ketapang, 2007-2010) dan Pastor Edmund C. Nantes OP (2010-sekarang) yang didampingi Pastor Robert Ambrosius Dhai Mosa (Imam Projo Sintang).

Sumber: Dok. STT Pastor Bonus & STAV

By. Sr. Maria Seba SFIC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak