Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Transitus : Mengenang Wafatnya Santo Fransiskus Assisi

Salah satu acara tahunan penting yang dirayakan oleh para fransikan/fransiskanes di seluruh dunia adalah transitus. Transitus berasal dari bahasa latin yang berarti melewati, dimana saat transitus para fransikan/fransiskanes mengenang saat Bapa Serafik Santo Fransiskus Assisi mengakhiri masa hidupnya di dunia ini menuju hidup bersama Tuhan di surga.

Para postulan yang berperan dalam drama transitus St. Fransiskus Assisi

Santo Fransiskus dari Assisi sebagai pendiri Ordo Fransiskan lahir pada tahun 1181 dan wafat pada tanggal 3 Oktober 1226. Setiap tahunnya keluarga besar fransiskan/fransikanes memperingati saat wafatnya/transitus dengan caranya masing-masing.

Transitus tahun ini juga turut dirayakan oleh para saudara fransiskan dan saudari fransiskanes di Sanggau tepatnya di Kapel San Damiano. Acara transitus dihadiri oleh para saudara kapusin, para suster SFIC dan para bruder MTB dimulai pada pukul 17.00 WIB dan selesai pada pukul 18.30 WIB. Transitus kali ini dirayakan berbeda dari tahun sebelumnya, dimana tahun-tahun sebelumnya hanya dibacakan kisah wafatnya Santo Fransiskus Assisi. Namun, pada tahun ini kisah tersebut dibawakan dengan cara pementasan drama oleh para saudara postulan St. Leopold Mandic.

Kisah tersebut dimulai dari Fransiskus meminta agar dirinya dibawa ke Portiuncula, yaitu tempat awal dimana ia mendengar suara panggilan dari Tuhan untuk memperbaiki Gereja-Nya yang hampir roboh yang ditanggapi oleh Fransiskus dengan memperbaiki dan merenovasi bangunan gereja di Portiuncula.

Di Portiuncula pula, Fransiskus mulai berkarya dengan mendirikan Ordo Fransiskan. Kisah tersebut diakhiri dengan Fransiskus yang sudah lemah dan tidak berdaya dikelilingi oleh para pengikutnya menghembuskan nafas terakhir sambil mengucapkan selamat datang kepada saudari maut yang datang menjemputnya.

Dalam pementasan tersebut, seorang postulan berperan sebagai Fransiskus Assisi dan empat postulan lainnya berperan sebagai pengikut Fransiskus yaitu Saudara Leo, Saudara Rufinus, Saudara Angelo dan Saudara Elias. Para pemeran terlihat sangat menjiwai dan menghayati dalam memerankan tokoh-tokoh tersebut. Lagu-lagu Fransiskan juga turut dinyanyikan oleh para fransiskan/fransiskanes yang hadir dan para postulan St. Leopold sepanjang transitus.

Selesai pementasan drama, transitus dilanjutkan dengan pembaharuan kaul bagi para saudara/saudari fransiskan/fransiskanes yang telah berkaul dan penancapan lilin pada gelas-gelas yang membentuk huruf Tau.

Setelah itu Transitus dilanjutkan dengan doa permohonan dan ditutup dengan berkat penutup dari Pastor Aloysius Anong, OFM Cap. Transitus di Kapel San Damiano tahun ini dihadiri sekitar 30 saudara/saudari fransiskan/fransiskanes dan berlangsung dengan khidmat, khusyuk dan lancar.

Sdr. Andri Limka Jaya –  Postulat Kapusin St. Leopold Mandic Sanggau

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *