Mon. Nov 18th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Program BIDUK Mampu Menumbuhkan dan Mengembangkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas Antar Umat di Keuskupan

Demikian ungkap Victor Erico salah seorang tim dari Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta saat Tim Komsos Keuskupan Agung Pontianak mewawancarainya disela-sela pelatihan dan sosialiasi tentang program Basis Integrasi Data Umat Keuskupan (BIDUK)  di Kampus Widya Dharma Pontianak, Sabtu (10/11/2018).

Victor Erico salah seorang tim dari Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta memberikan pendampingan dalam pelatihan BIDUK

Victor Erico yang sudah hampir empat tahun secara aktif menangani program BIDUK di Keuskupan Agung Jakarta ini, mengatakan keunggulan program BIDUK  yaitu benar-benar mempersatukan umat satu keuskupan.  Kalau dulu pendataan umat itu hanya dilakukan ditingkat paroki saja dengan format yang berbeda-beda. Akibatnya kadang-kadang tidak diketahui secara pasti jumlah umat keuskupan yang sesungguhnya.

Tim BIDUK KAJ bersama Romo Adi Prasojo (sekretaris KAJ)

“Karena ketika ada umat yang pindah ke paroki lain,  mereka tidak memberi tahu paroki asalnya, sehingga masih tetap tercatat di paroki asal dan tercatat juga di paroki baru di mana ia pindah. Ini salah satu contoh yang mengakibatkan data umat menjadi tidak akurat,” ujarnya.

Para pastor paroki, sekretariat paroki dan dewan pastoral paroki menyimak penjelasan dari pemateri BIDUK

Dengan aplikasi BIDUK, lanjutnya, perpindahan umat dari paroki satu ke paroki lain akan tercatat dengan akurat karena menggunakan system.

Keunggulan lain, kata Victor Erico , data Biduk ini selain merupakan data primary yang berbentuk alamat dan sebagainya, juga memiliki data skunder seperti pekerjaan, profesi, golongan darah, dan lain-lain. Ini juga sangat membantu kegiatan keuskupan. Sebagai contoh ketika Gereja mempunyai masalah pertanahan, paroki diminta mencari umat yang profesinya sebagai notaris. Dengan program BIDUK ini akan sangat  mudah menemukannya.

Menyimak dengan serius penjelasan

 

Atau paroki ingin mencari umat yang mempunyai hoby merangkai bunga untuk menghias gereja. Tingggal cari data dari BIDUK, siapa-siapa saja umat  yang memiliki hoby merangkai bunga.

“Program BIDUK  mampu mengakrabkan umat yang memiliki hoby yang sama, pekerjaan yang sama atau profesi yang sama, yang mungkin selama ini tidak saling kenal satu sama lain,”tandasnya.

peserta mulai praktek

Pengumpulan data itu sendiri membutuhkan banyak relawan.

“Kita berharap di Keuskupan Agung Pontianak banyak umat di paroki-paroki yang mau menjadi relawan untuk membantu mengumpulkan data umat di parokinya,” harap Victor Erico.

Apalagi, lanjut Victor Erico, kalau Pastor Parokinya aktif dan mampu merangkul sebanyak mungkin relawan untuk mengumpulkan data umat di parokinya, maka program ini akan berjalan dengan lancar di paroki. Tetapi sebaliknya, apabila tidak pro-aktif, inilah yang akan menjadi kendala.

Kompak saling mendukung satu sama lain, itu yang diharapkan untuk suksesnya program BIDUK

Oleh karena itu, menurut Victor Erico , TIM BIDUK keuskupan harus secara terus-menerus memonitor paroki-paroki mana yang lambat pergerakkannya, didampingi atau bila perlu karena dalam semangat kebersamaan sebagai satu keuskupan, dapat dibantu dari paroki lain yang sudah berhasil menjalankannya.

Dukungan dari para pastor paroki untuk program BIDUK

“Saya sangat yakin, kalau program ini dijalankan dengan semangat kebersamaan, maka akan berhasil seratus persen seperti yang terjadi di Keuskupan Agung Jakarta,”pungkasnya.

PM – Photo : Arjun

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak