Wed. Nov 20th, 2019

Keuskupan Agung Pontianak

Instarare Omnia in Christo

Mgr. Agus : STKIP Pamane Talino Untuk Semua

Hal itu ditegaskan Uskup Agung Keuskupan Pontianak, Mgr. Agustinus Agus saat meresmikan Kampus STKIP Pamane Talino Ngabang pasca renovasi, Rabu (30/1/2019)

Uskup Agus mengatakan, meski STKIP Pamane Talino sudah diambil alih pengelolaannya oleh pihak Keuskupan, bukan berarti kampus ini hanya diperuntukkan bagi orang Katolik saja.

Kampus sementara STKIP Pamane Talino Pasca Renovasi – Rencana Maret 2019 akan dilakukan Peletakkan Batu Pertaman Pembangunan Kampus baru

“Tujuan awal kesukupan mengambil alih kampus ini adalah karena kepedulian Gereja terhadap pendidikan. Sejak Gereja Katolik masuk di Kalimantan Barat hal yang utama diperhatikan Gereja untuk masyarakat adalah pendidikan,” tandas Uskup Agus.

Oleh karena itu, lanjut Mgr. Agus jangan ada keraguan di masyarakat ragu lagi akan niat baik dan tulus ini.

Uskup Agus menuturkan, pendidikan merupakan salah satu sarana supaya manusia itu lebih baik. Dirinya juga berkeinginan dan bercita-cita membuat Universitas Katolik.

Pengguntingan pita oleh Mgr. Agus dan Bpk Susanto selaku donatur yang membiayai renovasi kampus STKIP Pamane Talino

“Inikan mempersiapkan mendidik orang menjadi manusia yang utuh, memperhatikan sesamanya, ini merupakan tugas mulia,” ucapnya.

Oleh karena itu, dimana gereja bisa punya peranan maka gereja mengambil bagian dan itu jelas sekali. “Pertama kali misi gereja katolik ke Kalbar mereka buka sekolah, bukan ngajar agama dulu. Pertama buka sekolah, kedua buat rumah sakit, dan ketiga ekonomi melalui kebun karet,” ungkapnya.

Disampaikan Uskup Agus, dirinya selalu mengatakan, dulu peranan kita hanya dari TK sampai SMA. Sekarang seharusnya peranan gereja katolik juga mendirikan program tinggi.

Bpk. Adrianus Asia Sidot selaku pencetus ide berdirinya STKIP Pamane Talino bersama Mgr. Agustinus Agus

“Lalu banyak pertanyaan, kan banyak kampus Katolik, ada Widya Dharma, ada Polteq Tonggak Equator,  itu kan kelompok-kelompok yang ada dalam Gereja. Bukan Gereja sebagai Keuskupan, bukan gereja sebagai umat Allah. Itu gereja sebagai ordo, sebagai kelompok imam, beda nuansanya,” jelasnya.

Lanjutnya lagi, “Tapi kalau milik Keuskupan ini, gereja secara bersama-sama menyumbang untuk pendidikan ini. Jadi ada sedikit berbeda, tapi sejak lahirnya gereja di dunia ini selalu memperhatikan pendidikan. Karena tidak ada satu bangsa pun yang bisa berkembang tanpa melalui pendidikan,” urainya.

Sekali lagi Uskup Agus memastikan, Gereja Katolik tidak pernah membangun karya-karyanya hanya untuk orang Katolik sendiri. “Tapi akan selalu untuk kepentingan umum,” pungkasnya.

Foto bersama usai peresmian

 

Pelopor berdirinya STKIP Pamane Talino Dr. Drs Adrianus Asia Sidot, M.Si menerangkan, latar belakang didirikan STKIP Paman Talino saat itu karena di Kabupaten Landak dibidang pendidikan merupakan sebuah masalah besar.

Dimana tingkat pendidikan, kualitas pendidikan di Kabupaten Landak pada tahun 2010 masih jauh dari yang diharapkan. Kemudian juga berlatar belakang kekurangan guru.

Di sekolah-sekolah terutama di pedalaman dam terpencil, satu sekolah hanya ada 1 guru Negeri. Sehingga bagaimana kita bicara kualitas pendidikan, kualitas urusan kalau satu sekolah satu guru.

“Itulah sebenarnya yang melatarbelakangi pemikiran saya untuk mengirimkan mahasiswa dan membeasiswa ke pulau-pulau Jawa saat itu,” cerita Adrianus yang saat itu menjabat Bupati Landak.

Berjabat tangan usai penandatangan prasasti peresmian kampus pasca renovasi

Ditambahkannya, kemudian tidak mungkin seluruh maayarakat Landak diberikan beasiswa. Sehingga harus ada jalan keluar, yaitu dengan adanya lembaga pendidikan dan tenaga-tenaga pendidikan.

“Nah itulah latar belakang berdirinya STKIP Pamane Talino ini. Memang melihat kenyataan kekurangan guru, kualitas pendidikan yang rendah. Pikiran saya, dengan adanya lembaga pendidikan tenaga-tenaga pendidikan, dari jumlah guru-guru lambat laun dapat terpenuhi,” bebernya.

Kemudian penyelenggaraan perkuliahan bisa meningkat dari tahun ke tahun. “Tujuan yang lebih luas lagi, dimana kampus ini berdiri diharapkan menjadi “centre of exellence” bagi daerah ini,” ujarnya.

PM – Foto: Arjun

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2019 Keuskupan Agung Pontianak